7061Please respect copyright.PENANAP6llSJqmjl
7061Please respect copyright.PENANAaGxAhihWbf
Cita pulang kerumah dengan tergesa-gesa. Begitu dia turun dari motor dia buru-buru masuk kekamar. Sebisa mungkin dia ingin menyembunyikan wajahnya dari ibu mertuanya. Tapi ibu mertuanya sudah terlanjur melihatnya tadi. Dan diapun mengikuti Cita yang masuk kekamarnya. Terlihat Cita mengambil sebuah tas, membuka lemari lalu mengambil beberapa helai pakaiannya dan dimasukan kedalam tas itu.7061Please respect copyright.PENANAwzdNKHkWvg
7061Please respect copyright.PENANAAGC8yDxgVm
7061Please respect copyright.PENANA9veeoNTeXG
“Loh nak kamu mau kemana? Ada apa nak?” tanya ibu mertuanya. Dia menebak, ada sebuah masalah besar sehingga Cita bersikap seperti itu.7061Please respect copyright.PENANAvqz2TDNOcS
7061Please respect copyright.PENANAuthNYwWgkj
7061Please respect copyright.PENANASgPYZXVxA5
Tapi Cita tak segera menjawabnya. Dia masih terus mengemasi baju-bajunya. Kalau tadi dia menahan tangisnya, sekarang sudah tidak lagi. Dia menangis sejadi-jadinya sambil terus mengemasi bajunya. Sudah kepalang tanggung, ibu mertuanya juga sudah kadung melihat Cita menangis.7061Please respect copyright.PENANAGmaAKgtAIU
7061Please respect copyright.PENANAqps4hbN0So
7061Please respect copyright.PENANAhsfjs3Gr15
“Cita, kamu kenapa nak? Ada apa? Bilang sama ibu” ucap ibu mertuanya, masih berusaha mencari tahu apa yang terjadi pada Cita.7061Please respect copyright.PENANADyjMXeC3F5
7061Please respect copyright.PENANAXVBytIROcf
7061Please respect copyright.PENANAxZmneIvbsi
Cita masih terdiam. Dia masih terus menangis. Bahkan setelah selesai mengemasi barang-barangnya, tangisnya belum reda juga. Dia sudah mau beranjak pergi dari kamar sebelum ditahan oleh ibu mertuanya.7061Please respect copyright.PENANAAvB0dxKJa0
7061Please respect copyright.PENANAJhyI2MlfU8
7061Please respect copyright.PENANAWAozz0rbtv
“Cita, kamu mau kemana nak?” tanya ibu mertuanya lagi, dan Cita masih tidak menjawabnya.7061Please respect copyright.PENANA3GntIuG7LU
7061Please respect copyright.PENANAJ9evytrmwe
“CITA!” bentak ibu mertuanya, yang sudah tak sabar dengan sikap Cita. Bukan karena marah kepada Cita, tapi justru khawatir.7061Please respect copyright.PENANAw25TBttA0j
7061Please respect copyright.PENANA8gi7IbzsBT
“Cita, hiks, Cita mau pergi dulu bu”7061Please respect copyright.PENANASRX8aeQIwd
7061Please respect copyright.PENANAw3o1MUcLQz
“Mau pergi kemana? Ini ada apa sebenarnya?”7061Please respect copyright.PENANAeZo4aSS8sl
7061Please respect copyright.PENANArMmVd2gL0P
“Mas Andi bu, hiks, mas Andi…”7061Please respect copyright.PENANAFITQzY4Xid
7061Please respect copyright.PENANAolnTVW05xJ
“Andi kenapa nak?”7061Please respect copyright.PENANANtFEF7dOxM
7061Please respect copyright.PENANAYw1hSswFn4
“Mas Andi selingkuh bu…”7061Please respect copyright.PENANA8K79AfKoDY
7061Please respect copyright.PENANAUHDWoDpCfu
“Astaga…”7061Please respect copyright.PENANAM0cOVmfhjO
7061Please respect copyright.PENANAhqAlHP0lhe
7061Please respect copyright.PENANA2pY30plXHq
Dia sama sekali tidak mengira, tapi kemudian mengerti kenapa Cita bersikap seperti ini, dan ingin minggat dari rumah. Siapa juga yang tidak kecewa, setelah berkali-kali dituduh selingkuh, bahkan sampai ditampar agar mengakuinya, tapi ternyata justru yang menuduh itulah yang sebenarnya sudah selingkuh.7061Please respect copyright.PENANApbnTrOyfwj
7061Please respect copyright.PENANABWNbzoLdJW
Ibu mertua Cita pun masih terdiam, tapi dia masih menahan tubuh Cita agar tak pergi. Dia ingin menahan, ingin menghibur, atau apalah, yang penting Cita tidak pergi dari rumah. Tapi dia sendiri bingung tak tahu harus ngomong apa.7061Please respect copyright.PENANAid9l1SbdBs
7061Please respect copyright.PENANAszZztahHOZ
7061Please respect copyright.PENANAzPGJOdRVCI
“Bu, lepasin Cita. Cita mau pergi” ucap Cita sambil berusaha melepaskan tangan ibu mertuanya.7061Please respect copyright.PENANAotTaNccdtK
7061Please respect copyright.PENANAgJpDJvi5HN
“Kamu mau kemana? Kasihan anak kamu nak” tahan ibu mertuanya.7061Please respect copyright.PENANATf0nJWRpyJ
7061Please respect copyright.PENANA44rfwozbJh
7061Please respect copyright.PENANArxVdcAS4lX
Sesaat Cita terdiam, karena seolah baru tersadar akan anaknya. Sedari tadi, dia tidak kepikiran hal itu. Dia terlanjur kecewa, terlanjur marah, setelah apa yang dia lihat tadi. Yang ada dalam pikirannya hanyalah dia ingin secepatnya pergi dari Andi, dan dia harus meninggalkan rumah ini secepatnya. Satu hal yang sama sekali tidak terpikir oleh Cita tadi, adalah anaknya.7061Please respect copyright.PENANALOIX0wiyg0
7061Please respect copyright.PENANANHfy2ZlLw2
7061Please respect copyright.PENANAp52GgqJWam
“Kasihan anak kamu nak. Kamu jangan pergi” bujuk ibu mertuanya.7061Please respect copyright.PENANAlL3OCSm29v
7061Please respect copyright.PENANA3rvFc9hA9l
7061Please respect copyright.PENANAurnZPPP6eZ
Cita masih terdiam. Dia bimbang, haruskah dia pergi? Haruskah dia menghindari Andi? Lalu bagimana dengan anaknya? Tegakah dia harus meninggalkan buah hatinya? Tapi perasaan Cita benar-benar sedang kacau, membuat otaknya benar-benar tak bisa berpikir jernih. Dia bingung harus bagaimana. Tapi, hal terbesar yang ada dikepalanya saat ini adalah Andi, apa yang diperbuat oleh Andi, dan keinginannya untuk tidak melihat Andi lagi, paling tidak untuk sementara waktu.7061Please respect copyright.PENANAD0LKASxYbV
7061Please respect copyright.PENANAksOjo1QyHL
7061Please respect copyright.PENANAglD907ihen
“Bu, Cita mau nenangin diri dulu. Cita mau pergi sebentar” ucap Cita, kali ini dengan agak lirih disela-sela tangisannya.7061Please respect copyright.PENANAMVA9m44QpO
7061Please respect copyright.PENANAw4HMjxlKdH
“Kamu mau kemana? Terus anak kamu gimana?” tanya ibu mertuanya, membuat Cita terdiam sebentar, kebingungan.7061Please respect copyright.PENANAzbDbuXUhax
7061Please respect copyright.PENANAG4WZUJjoFy
7061Please respect copyright.PENANAiG5EttpeJH
Kemana? Aku harus kemana? Aku harus pergi kemana? Aku tak punya siapa-siapa disini? Apa aku harus pulang kerumah orang tuaku? Apa aku bawa sekalian saja anakku? Bagaimana ini? Batin Cita.7061Please respect copyright.PENANA6355dlZZmh
7061Please respect copyright.PENANArg0XfBibgr
7061Please respect copyright.PENANAAgG2qyxayO
“Ini udah mau malem lho, kamu jangan pergi sekarang nak” bujuk ibu mertuanya lagi.7061Please respect copyright.PENANA6Bqq7pnxFz
7061Please respect copyright.PENANADK4U5KbFga
7061Please respect copyright.PENANAUYIOvadQKx
Tapi kemudian, ada satu hal yang terpikirkan oleh Cita. Diapun mengusap air matanya, lalu menatap ibu mertuanya.7061Please respect copyright.PENANAPIpqMA5viI
7061Please respect copyright.PENANAN7hZxTwIzY
7061Please respect copyright.PENANAfrbiWHsJBU
“Bu, mohon beri Cita waktu sebentar. Cita mau kerumah mbak Nada, Cita butuh sendiri dulu, Cita nggak mau ketemu mas Andi dulu”7061Please respect copyright.PENANAgCEYfLLtyG
7061Please respect copyright.PENANAm9VzrW3GrP
“Tapi nak…”7061Please respect copyright.PENANA4qOlcMTySx
7061Please respect copyright.PENANAoqRVc1XnCB
“Cita mohon bu, kasih Cita waktu sebentar aja”7061Please respect copyright.PENANA4MSeyvr3Wj
7061Please respect copyright.PENANA2jjfYfBvEv
“Bener kamu ketempat Nada?”7061Please respect copyright.PENANA0oeC527nHX
7061Please respect copyright.PENANA7EtyB1AGXb
“Iya bu”7061Please respect copyright.PENANAktwH72QoML
7061Please respect copyright.PENANA44U03tGOK8
Ibu mertuanya menghela nafas panjang. “Baiklah kalau itu mau kamu. Biar anak kamu disini saja sama ibu”7061Please respect copyright.PENANA32SuJ6MDsa
7061Please respect copyright.PENANAc2ojQ8JH5D
“Tapi bu…”7061Please respect copyright.PENANACp89D2xFtV
7061Please respect copyright.PENANATObTfNnzfM
“Sudah, kalaupun kamu bawa dia malah nggak akan sempat kamu urus. Biar dia sama ibu. Asal kamu jangan kemana-mana lagi, cuma kerumah Nada. Tapi cepatlah pulang nak, kasihan anak kamu”7061Please respect copyright.PENANA5TbTwxBcgE
7061Please respect copyright.PENANAnyuOrCOMmA
7061Please respect copyright.PENANApJK8wnhTeu
Cita terdiam. Awalnya dia ingin membawa anaknya sekalian untuk pergi kerumah Nada. Tapi, Cita membenarkan kata-kata ibu mertuanya. Sanggupkah dia, sempatkah dia mengurus anaknya dalam suasana hati seperti itu? Meskipun ada Nada yang mungkin bisa membantunya, tapi apakah semudah itu? Karena Nada sudah dia acuhkan cukup lama. Bahkan, mungkinkah Nada mau menerima kehadirannya nanti? Bisa jadi Nada malah menolaknya. Setelah berpikir sesaat, Cita merasa kalau memang lebih baik anaknya bersama dengan ibu mertuanya saja dulu. Kalaupun Nada nanti menolak kehadirannya, dia juga masih bingung mau kemana lagi. Akhirnya Citapun mengangguk.7061Please respect copyright.PENANAIc9huhfTze
7061Please respect copyright.PENANAM2JKwuf7nq
7061Please respect copyright.PENANAvI5AvHBab4
“Baik bu, saya titip dia dulu bu”7061Please respect copyright.PENANAQNuennc7EU
7061Please respect copyright.PENANAEAk6XT2iei
“Iya, tapi, segeralah pulang nak”7061Please respect copyright.PENANAxzmilTQ4E2
7061Please respect copyright.PENANAD6dqimlaAR
7061Please respect copyright.PENANAx3X0FXHuGe
Cita hanya mengangguk, mencium tangan lalu memeluk ibu mertuanya, setelah itu dia beranjak pergi. Ibu mertuanya tak lagi menahan, meskipun dia berat untuk membiarkan Cita pergi. Tapi dia tahu Cita butuh waktu sebentar untuk menenangkan diri. Sebagai pihak yang selama ini dipersalahkan oleh Andi, tapi ternyata justru Andi yang selingkuh. Sudah pasti perasaan Cita sangat sakit saat ini.7061Please respect copyright.PENANAaFcsRIa4LU
7061Please respect copyright.PENANAnldAOvkhcW
Akhirnya Cita pergi meninggalkan rumahnya. Dia membawa motornya dengan sembrono, tidak seperti biasanya. Beruntung, dia tidak sampai celaka meskipun harus membuat pengendara lainnya memaki-maki. Cita tidak peduli, saat ini dia ingin secepatnya pergi kerumah Nada. Dia butuh orang, untuk berbagi bebannya, untuk menumpahkan rasa sakit dihatinya, untuk tempatnya menangis. Dan satu-satunya orang yang terpikir dikepala Cita adalah Nada.7061Please respect copyright.PENANAUac73kqBtZ
7061Please respect copyright.PENANAFdnP4ev5IL
Dia tak peduli bagaimana nanti reaksi Nada saat melihatnya. Dia tak peduli jika Nada marah padanya setelah cukup lama dia acuhkan. Dia hanya berharap Nada tak menolak kehadirannya, karena saat ini dia benar-benar membutuhkan Nada. Dia masih belum memikirkan mau kemana lagi perginya kalau sampai Nada nanti menolaknya.7061Please respect copyright.PENANA6LwtbVfH39
7061Please respect copyright.PENANAbnXmVeg91C
Akhirnya Cita sampai dirumah Nada dengan selamat. Buru-buru dia turun dari motor dan menuju ke pintu rumah Nada. Dengan tak sabar dia gedor-gedor rumah Nada karena dia tahu ada orang didalam. Berkali-kali dia menggedor dengan kasar, hingga terdengar suara kesal dari dalam rumah. Suara seorang pria.7061Please respect copyright.PENANAhnurge8FFj
7061Please respect copyright.PENANA02J9QBvpUd
7061Please respect copyright.PENANATd7sBUZouS
“Iya iya bentar. Siapa sih gedor-gedor pintu!” ucap pria itu dari dalam dengan sangat kesal.7061Please respect copyright.PENANA32V7LESPjw
7061Please respect copyright.PENANAygsPUhfVKE
“Loh Cita?” ucap lelaki itu ketika membuka pintu.7061Please respect copyright.PENANAlRaDZJ1SSR
7061Please respect copyright.PENANAFRv2XW2bzV
7061Please respect copyright.PENANA8Lg4b1zaIe
Kemarahannya karena terusik gedoran pintu tadi menghilang seketika, berganti dengan rasa kaget karena melihat Cita berdiri disitu. Bukan Citanya yang membuat pria itu kaget, tapi kondisi Cita saat ini. Cita menangis sesenggukan, dan ditangannya membawa tas yang cukup besar.7061Please respect copyright.PENANAfHe6LYd0Bc
7061Please respect copyright.PENANAcOSL3gO8Ao
7061Please respect copyright.PENANAO8pfqErUJJ
“Hiks mas Gun, mbak Nada ada?” tanya Cita sambil sesenggukan.7061Please respect copyright.PENANA5uWbN40L3u
7061Please respect copyright.PENANAHEaksuzMwV
“Siapa pah?” belum sempat pria itu menjawab, suara Nada terdengar dan dia melangkah mendekat.7061Please respect copyright.PENANAcPcMFp1vQ0
7061Please respect copyright.PENANAnd8wIHvICP
“Loh, Cita?” ucap Nada yang juga terkejut melihat kondisi Cita saat ini.7061Please respect copyright.PENANAhefMbQoEk4
7061Please respect copyright.PENANADgznxg0mFD
“Mbak Nadaaaaa…” Cita langsung merangsek masuk dan segera memeluk Nada sambil menumpahkan tangisannya.7061Please respect copyright.PENANAlzUnFtUrGO
7061Please respect copyright.PENANAnmctDnjkIC
*7061Please respect copyright.PENANAnYy0SxaVgc
*7061Please respect copyright.PENANA1GOCqXV2hE
*7061Please respect copyright.PENANAQEAxd3GvzK
*7061Please respect copyright.PENANAlze3QhJ83q
7061Please respect copyright.PENANAvSQMx7soTw
Sementara itu, selang satu jam kemudian Andi pulang kerumah dengan senyum terkembang diwajahnya. Dia baru saja tuntas melampiaskan nafsunya kepada Isna. Yang membuat dia senang adalah dari siang hingga petang ini, dia bisa bercinta dengan Isna sampai 3 ronde. Ini pertama kalinya Andi bisa seperti itu. Dulu waktu masih masa bulan madunya dengan Cita saja, paling pol dia hanya bisa sampai 2 ronde saja.7061Please respect copyright.PENANA0cWU7wZgq3
7061Please respect copyright.PENANAWItOpUcEBf
Andi merasa sangat puas. Dia berasa bangga, merasa begitu gagah dihadapan Isna tadi. Meskipun sebenarnya, Isna belum sepenuhnya puas, karena tetap saja Andi tidak bertahan lama. Tapi paling tidak, sudah tidak sesingkat dulu, dan Andi bisa melakukannya lebih dari sekali. Bagi wanita lain, mungkin sudah cukup terpuaskan oleh Andi, tapi tidak bagi Isna. Tapi Andi tidak tahu itu, dan dia tidak peduli. Yang penting, dia merasa sangat bangga hari ini, dan tak sabar untuk kembali mengulanginya dengan Isna. Kalau tidak diingatkan Isna kalau dia harus pulang malam ini, mungkin dia akan menginap dirumah Isna.7061Please respect copyright.PENANA50kPhwqEsD
7061Please respect copyright.PENANAuqtiEEZPQY
Sampai dirumahnya, Andi terheran karena dia tidak melihat motor Cita. Tumben Cita tidak berada dirumah jam segini. Biasanya sangat jarang Cita keluar sampai jam segini, apalagi setelah dia sempat melarangnya untuk bertemu dengan Nada dan yang lainnya saat itu. Tiba-tiba saja Andi berpikir kalau Cita pasti ketempat salah satu dari tiga orang yang masuk daftar blacklistnya. Dan tiba-tiba Andi tersenyum, merasa amat senang, karena dia mengira sebentar lagi akan bisa membuktikan kalau istrinya benar-benar selingkuh.7061Please respect copyright.PENANAGC3vEnJxuK
7061Please respect copyright.PENANAwyMRsC2clZ
Diapun masuk kedalam rumah, langsung masuk kekamar. Terlihat pintu lemari masih terbuka dan dia melihat tumpukan baju Cita agak sedikit berantakan. Dan Andi menyadari kalau ada yang tidak beres, seperti ada baju yang tidak ada ditempatnya, padahal seingat dia tadi masih ada. Diapun segera keluar menemui ibunya untuk menanyakan keberadaan Cita.7061Please respect copyright.PENANASgBFvpoqWG
7061Please respect copyright.PENANA3G2atMTlVO
7061Please respect copyright.PENANATsBTCa122a
“Bu, ibuu..” panggil Andi. Tak lama kemudian ibunya keluar dari kamar.7061Please respect copyright.PENANAFsRdYHTDNh
7061Please respect copyright.PENANA4t7LhEgBLk
“Kenapa Di?”7061Please respect copyright.PENANAIdLYu9C59c
7061Please respect copyright.PENANAzqe9tb208k
“Cita mana bu?”7061Please respect copyright.PENANAp0Y3bY5aWA
7061Please respect copyright.PENANARbQ5JK5AHQ
“Cita kerumah Nada”7061Please respect copyright.PENANARhri0BQi4S
7061Please respect copyright.PENANAv9Odi0Oif0
7061Please respect copyright.PENANASYC3Si4sJg
Mendengar jawaban dari ibunya, senyum Andi makin melebar. Dia seperti merasa mendapatkan sesuatu yang luar biasa. Seperti nelayan yang mendapatkan ikan super besar. Seperti seorang yang baru saja menang lotre miliyaran rupiah.7061Please respect copyright.PENANAAw1JN4jCt1
7061Please respect copyright.PENANAatIC27nlLd
7061Please respect copyright.PENANAgH12GFsOlE
“Hahaha terbukti sekarang, hahaha. Bu aku pergi dulu” ucap Andi buru-buru mau pergi.7061Please respect copyright.PENANA0f2asrp012
7061Please respect copyright.PENANAqnS5frr5Cu
“Tunggu Di, kamu mau kemana?”7061Please respect copyright.PENANANdlSR4jkEJ
7061Please respect copyright.PENANAGYH4x3Nxxj
“Mau ngebuktiin semua kesalahan Cita bu” ucap Andi tanpa mempedulikan ibunya.7061Please respect copyright.PENANAAlTp7Sme27
7061Please respect copyright.PENANAm7e1EL4dor
“Andi tunggu dulu, ibu mau bicara”7061Please respect copyright.PENANAXVbGsc8Nty
7061Please respect copyright.PENANA1LwUHVe27A
“Nanti bu, Andi nggak mau kehilangan kesempatan ini”7061Please respect copyright.PENANA2t3365busx
7061Please respect copyright.PENANAkZGO7YGCTy
“Andi, tunggu…”7061Please respect copyright.PENANAGkcc5FjmsD
7061Please respect copyright.PENANA4mcoAXag1a
7061Please respect copyright.PENANA1iKtOoiDJv
Dia tak bisa menghentikan Andi yang begitu bersemangat. Andi langsung masuk mobil dan segera menuju kerumah Nada. Sepanjang perjalanan dia tersenyum, bahkan tertawa penuh kemenangan. Semua yang dia lakukan kepada Cita sepertinya benar-benar terbayarkan malam ini. Dia puas, sangat puas, karena setelah sekian lama akhirnya akan segera membuktikan kalau dugaannya kepada Cita itu benar adanya. Dia akan segera membuktikan, kalau Cita benar-benar selingkuh karena telah melanggar larangannya.7061Please respect copyright.PENANAifNzHWS0ja
7061Please respect copyright.PENANAhmurS2gEQn
Begitu sampai didepan rumah Nada, tawa Andi makin lebar saat melihat motornya Cita ada disitu. Makin bersemangat dia. Bermacam kata sudah dia siapkan untuk menjatuhkan Cita. Kali ini Andi yakin, Cita tidak akan mampu menyangkalnya. Semua sudah jelas, Cita telah melanggar janjinya untuk tidak menemui Nada. Andi merasa diatas angin sekarang. Dengan pongah dia berjalan menuju rumah Nada.7061Please respect copyright.PENANAQFUQ4e3v30
7061Please respect copyright.PENANAXTG14JVAj7
Pintu rumah Nada tidak tertutup sempurna, dan dari situ Andi bisa mendengar suara Cita yang ada didalam rumah. Tanpa mengetuk, Andi membuka pintu itu dan berjalan masuk. Dia tersenyum lebar melihat Cita benar-benar didalam, sedang menangis dalam pelukan Nada. Baik Cita maupun Nada tak menyadari kalau Andi sudah berdiri disitu, karena posisi mereka agak menyerong membelakangi Andi.7061Please respect copyright.PENANAso9e32KfDV
7061Please respect copyright.PENANA1svNWhuK0X
7061Please respect copyright.PENANA5eulijIkRP
“Sudah terbukti semua Cita, kamu sudah melanggar janjimu!” bentak Andi begitu bersemangat.7061Please respect copyright.PENANAT1NSN5MwDm
7061Please respect copyright.PENANAj2ZjT1UZXY
7061Please respect copyright.PENANApAziLeFtj8
Cita dan Nada terlonjak kaget dan melihat kearah Andi yang sedang beracak pinggang dengan pongahnya. Terlihat Andi menatap sinis kearah Cita dan Nada.7061Please respect copyright.PENANAIYAy5tmr0e
7061Please respect copyright.PENANAhbad7I9CfV
7061Please respect copyright.PENANAGgTJCG9bEA
“Ngapain kamu kesini?” ucap Cita juga dengan membentak.7061Please respect copyright.PENANAzXAtta9YGD
7061Please respect copyright.PENANAbUkDxZPE1Y
“Ngapain? Hahaha, untuk ngebuktiin kalau kamu benar-benar selingkuh dibelakangku. Kamu udah janji sama aku nggak akan nemuin dia, dan sekali aja ketemu itu artinya kamu mengakui kalau kamu sudah selingkuh, hahaha. Kenapa? Udah kegatelan kamu? Memekmu udah kangen sama kontol bajingan-bajingan itu?”7061Please respect copyright.PENANAfiGV7zMvSN
7061Please respect copyright.PENANAWyHIRN6Rwb
“Jaga bicaramu!”7061Please respect copyright.PENANAQ1wJ21YVOW
7061Please respect copyright.PENANAsRuW5nZwYb
“Hahaha buat apa lagi kujaga hah? Memang kamu udah kangen sama kontol mereka kan? Sampai-sampai saking nggak tahannya kamu nemuin si pelacur Nada ini? Mau ngapain? Ngajakin pelacur ini buat ngentot bareng-bareng sama mereka?”7061Please respect copyright.PENANABdEFvjrWR2
7061Please respect copyright.PENANAchLtIhpzRs
7061Please respect copyright.PENANANqlcpd47JC
Mendengar ucapan kasar Andi itu, Cita dan Nadapun terlihat sangat emosi. Namun, belum sempat mereka mengatakan apapun, tiba-tiba pintu salah satu kamar terbuka dan muncul suami Nada dengan penuh emosi.7061Please respect copyright.PENANAwnwsTXhuFZ
7061Please respect copyright.PENANAB3kPW1htEy
7061Please respect copyright.PENANAdiNBYAc1eI
“Bangsat!!!” buuughhh.7061Please respect copyright.PENANA0atVGSsxJE
7061Please respect copyright.PENANA2u00z5uNv3
7061Please respect copyright.PENANA9yqB5Ch2Br
Sebuah pukulan telak mendarat diwajah Andi yang tak siap menerima serangan. Andi bahkan sampai terjerembab tersungkur kebelakang saking kuatnya pukulan suami Nada.7061Please respect copyright.PENANAE1Jy1ZvHwk
7061Please respect copyright.PENANAqLsZLQQR5C
7061Please respect copyright.PENANA5lybck8YDv
“Berani-beraninya bilang istriku pelacur, mau mati kamu hah?!” ucap suami Nada penuh emosi dan bersiap untuk memukul Andi lagi.7061Please respect copyright.PENANAIkswl02tAz
7061Please respect copyright.PENANAkjSchGZKgH
“Pah udah pah” ucap Nada seraya menahan suaminya.7061Please respect copyright.PENANAmasgujFKhO
7061Please respect copyright.PENANAhE4gCILGd7
“Udah apaan mah? Dia udah ngehina kamu. Cowok ini kudu diajarin tata krama, mulutnya harus dikasih pelajaran!” jawab suaminya masih dengan penuh emosi, tapi tubuhnya terus ditahan Nada sekuat tenaga.7061Please respect copyright.PENANApsL6cZRH57
7061Please respect copyright.PENANAMblJf0DEml
7061Please respect copyright.PENANAIXgWLePI96
Melihat itu Andi segera bangkit sambil memegangi wajahnya yang terkena pukulan tadi. Tapi dia malah tersenyum, menyeringai.7061Please respect copyright.PENANAXFNiOFegsD
7061Please respect copyright.PENANA3I125FPaWS
7061Please respect copyright.PENANAebZNBFjK3Z
“Hahaha, kenapa marah? Apa kamu nggak tahu, kalau selama ini dibelakangmu, istrimu itu…”7061Please respect copyright.PENANAyYG7UbKy5b
7061Please respect copyright.PENANArSobi3ZAej
“Cukup!” bentak Cita memotong ucapan Andi. Dia lalu berdiri sambil memegang hpnya, lalu menghampiri Andi.7061Please respect copyright.PENANAQ5I40lHNeS
7061Please respect copyright.PENANAgy4P5qVk2X
“Jadi, dengan aku ketemu mbak Nada kamu mau bilang kalau aku selingkuh?”7061Please respect copyright.PENANAH0u7whGYFM
7061Please respect copyright.PENANANhS9PHPXiJ
“Hahaha, udah jelas kan semuanya?”7061Please respect copyright.PENANACE1kue0Idx
7061Please respect copyright.PENANAquK4UlkVtg
“Kalau hanya dengan aku nemuin mbak Nada kamu bisa bilang kalau aku selingkuh, lalu ini apa?”7061Please respect copyright.PENANAuUmsdfpgn9
7061Please respect copyright.PENANAA036pGGzkN
7061Please respect copyright.PENANAJCzJvMlDcf
Cita kemudian menunjukan hpnya didepan muka Andi dengan tangan yang agak gemetar karena menahan emosi. Andi yang tadi tersenyum penuh kemenangan mendadak mukanya berubah keruh. Dia sangat terkejut, matanya terbelalak dengan apa yang dia lihat dari hp Cita. Sebuah foto yang memperlihatkan dirinya sedang bersama Isna. Foto itu adalah foto tadi siang, didepan rumah Isna.7061Please respect copyright.PENANAZdLaTKf8lh
7061Please respect copyright.PENANAsH3TbThn1D
7061Please respect copyright.PENANARH2KAIdaEi
“Terus, ini juga. Ini apa namanya?”7061Please respect copyright.PENANAW4tmEefisU
7061Please respect copyright.PENANAW9U5R5Oys4
7061Please respect copyright.PENANAPL5bzNaqym
Cita menggeser layar dihpnya, menampilkan foto lainnya. Dan Andi makin terkejut melihat foto itu. Jelas-jelas difoto itu, terlihat dirinya sedang berciuman bibir dengan Isna. Masih ditempat yang sama, rumah Isna. Itu adalah momen sesaat sebelum mereka masuk kedalam rumah Isna.7061Please respect copyright.PENANAJVUn8Q8JXi
7061Please respect copyright.PENANAEFawarDHas
7061Please respect copyright.PENANAQgnm5FyG5X
“Ka.. kamu dapat foto itu darimana?” tanya Andi. Nadanya sudah benar-benar berbeda, dari yang tadi penuh kesombongan, menjadi begitu ketakutan.7061Please respect copyright.PENANAkoJH4D6gAY
7061Please respect copyright.PENANAap3lXCikSQ
“Darimana? Aku ambil sendiri foto-foto ini. Aku lihat dengan mata kepalaku sendiri. Bukan kata orang lain, bukan dari orang lain. Aku lihat sendiri” ucap Cita penuh emosi.7061Please respect copyright.PENANAzCZBfuf2sj
7061Please respect copyright.PENANAsmzZvIFyiQ
“Aku lihat semuanya, sejak dari mall, sampai kedepan rumah perempuan itu. Sampai kalian berdua masuk, berjam-jam aku tunggu dan kalian tidak keluar juga. Semua itu, apa namanya?” kembali pertanyaan retoris Cita tak bisa dijawab oleh Andi.7061Please respect copyright.PENANALe3RiSWy8i
7061Please respect copyright.PENANAsq9PHSj4fG
7061Please respect copyright.PENANAkRZETjg2lX
Andi benar-benar tak menyangka akan jadi seperti ini. Padahal dia datang kesini untuk membuktikan bahwa Cita sudah selingkuh. Dia datang kesini untuk menyalahkan Cita, untuk menyudutkannya, tapi kenyataannya berbanding 180 derajat. Hanya dalam hitungan menit, dia kini berubah jadi pesakitan, jadi pihak yang bersalah, dengan bukti yang sudah tak terbantahkan lagi.7061Please respect copyright.PENANAdnh8jvmb6H
7061Please respect copyright.PENANAyNgpmWNG5E
7061Please respect copyright.PENANAzCVt7UPWt9
“Selama ini kamu nuduh aku udah selingkuh. Kamu bahkan berkali-kali nampar aku biar aku ngaku. Kamu ngelarang aku buat ketemu mbak Nada, yang kamu pikir udah bikin aku selingkuh dari kamu. Tapi nyatanya apa? Sekarang siapa yang sebenarnya selingkuh?” ucap Cita keluar dengan lancar dari mulutnya. Seolah-olah dia sedang melontarkan semua kekesalan dan amarah yang dia pendam selama ini.7061Please respect copyright.PENANAx8y3fGq3md
7061Please respect copyright.PENANASuiJU3CHYv
“Kamu ngelakuin itu semua untuk apa? Untuk nutupin perbuatan kamu sendiri kan? Kamu nyalahin aku, nyiksa aku, ngekang aku, supaya aku nggak sempat tahu kalau kamu selingkuh, gitu kan?”7061Please respect copyright.PENANASE9qm8sFgm
7061Please respect copyright.PENANAXfDR3F8PbA
7061Please respect copyright.PENANAmdyHdQKU98
Kembali Andi hanya terdiam. Dia kehabisan kata-kata. Tidak semua yang dikatakan oleh Cita kepadanya itu benar. Andi tidak menuduh Cita selingkuh demi menutupi perselingkuhannya. Semua itu bermula dari semua prasangka buruk Andi pada Cita. Dan nyatanya, dia baru benar-benar selingkuh dengan Isna setelah yakin kalau Cita bena-benar selingkuh dibelakangnya, meskipun itu masih sebuah prasangka tanpa adanya bukti.7061Please respect copyright.PENANAEWQDcd9QaI
7061Please respect copyright.PENANAbObXZo0bUJ
Tapi tetap saja, posisi Andi sekarang tidak punya nilai tawar. Tidak punya pembelaan sama sekali. Karena nyatanya, dia memang benar-benar berselingkuh dengan Isna. Bukti yang dimiliki oleh Cita terlalu kuat untuk bisa dia bantah. Foto-foto yang sangat jelas memperlihatkan apa yang dia lakukan dengan Isna. Dan itu benar-benar mereka, Andi dan Isna, bukan foto editan.7061Please respect copyright.PENANAXtJa3edbYQ
7061Please respect copyright.PENANAXb56xoQQ07
7061Please respect copyright.PENANA58DbTJRrSr
“Kalaupun memang benar aku selingkuh, lalu kamu mau apa? Menuntut cerai? Dengan menuduhku selingkuh? Silahkan! Tunjukin semua bukti yang kamu punya, karena aku punya bukti yang jauh lebih kuat, untuk memperlihatkan siapa yang sebenarnya salah diantara kita!”7061Please respect copyright.PENANARKn9EV2J0F
7061Please respect copyright.PENANAEdjWTt2W5K
7061Please respect copyright.PENANASacVScX7ZN
Kembali Andi terdiam. Nyatanya, dia memang tidak memiliki bukti sekuat yang dimiliki Cita. Jangankan yang sekuat itu, dia bahkan tidak punya bukti apapun. Hanya bermodalkan cerita bahwa Cita selingkuh karena telah melanggar janjinya agar tidak ketemu dengan Nada, siapa yang bakal percaya? Yang ada orang-orang akan menertawakannya dan menganggapnya gila.7061Please respect copyright.PENANA7Nfn2A6LwM
7061Please respect copyright.PENANAXzgiQHSXHK
Dan lagi, Andi baru sadar satu hal. Kalau memang Cita benar telah berselingkuh dibelakangnya, lalu selanjutnya apa? Cerai? Bahkan Andi belum memikirkan sampai kesana. Yang dia pikirkan hanyalah bagaimana membuktikan kalau Cita selingkuh. Lebih jauh dari itu, dia belum benar-benar memikirkannya.7061Please respect copyright.PENANAh9iBTU1uzd
7061Please respect copyright.PENANAMeSuJ4SqlM
7061Please respect copyright.PENANA9JhCYBx6JC
“Sekarang lebih baik kamu pergi dari sini. Aku sudah muak sama kamu. Aku nggak mau melihatmu lagi!”7061Please respect copyright.PENANAxl52rMRVen
7061Please respect copyright.PENANAE10BuYplwh
7061Please respect copyright.PENANAonioFI5ukw
Andi masih terpaku. Tak bisa bicara apapun. Tak bisa menjawab semua omongan Cita. Dia sudah kalah. Kalah oleh dirinya sendiri. Kalah oleh prasangkanya sendiri. Dan bahkan, posisinya sekarang sudah berbalik. Dia yang salah. Dia yang sudah berselingkuh. Dan semua itu terbukti.7061Please respect copyright.PENANAVU9speGMlE
7061Please respect copyright.PENANA8D4SlNBQbG
Tanpa sempat mengatakan apapun, Andi berbalik. Berjalan dengan tatapan kosong, penuh dengan keputus-asaan.7061Please respect copyright.PENANA1mdlurhWgd
7061Please respect copyright.PENANAiqiD8pM9rZ
Nada dan suaminya yang sedari tadi melihat itu juga hanya terdiam saja. Emosi suami Nada sebenarnya masih ada, bahkan bertambah. Bukan hanya karena Andi sudah menyebut istrinya pelacur. Tapi suami Nada ikut kesal kepada Andi setelah mendengar semua ucapan Cita. Dia kesal dengan semua kebodohan Andi, yang menurutnya sangatlah konyol. Meskipun dia belum tahu cerita selengkapnya, tapi sudah tergambar olehnya tentang masalah itu.7061Please respect copyright.PENANAJcsej7qrCz
7061Please respect copyright.PENANAouvdKFKDeD
Sepenginggal Andi, Cita langsung ambruk duduk bersimpuh. Dan kembali tangisnya pecah. Nada yang sedari tadi memegangi suaminya, langsung menghampiri Cita dan memeluknya. Dia menatap suaminya, meminta pertolongan, dan kemudian mereka berdua mengangkat tubuh Cita untuk didudukan di sofa lagi. Nada memeluk Cita yang masih menangis, sedangkan suaminya duduk tak jauh dari mereka.7061Please respect copyright.PENANARyTP9wDGya
7061Please respect copyright.PENANAyz1mWF7Ymh
7061Please respect copyright.PENANANd6py2txGM
“Mbak Nada, mas Gunawan, maafin Cita, hiks…”7061Please respect copyright.PENANAwfDP7lv531
7061Please respect copyright.PENANAWPy4h6Qlig
“Ssttt, udah Cit, udah…” ucap Nada. Dia sendiri masih bingung bagaimana harus menghibur Cita, dia hanya terus memeluk dan membelai punggung Cita untuk sedikit menenangkannya.7061Please respect copyright.PENANAL5zobcRoJF
7061Please respect copyright.PENANAVzR83JCOFZ
*7061Please respect copyright.PENANAWEIJtehPWt
*7061Please respect copyright.PENANAO5M7eG4ASj
*7061Please respect copyright.PENANA5uwk5WCcRo
*7061Please respect copyright.PENANAEbQJVdYcbQ
7061Please respect copyright.PENANAm7uTs33whH
Dengan pikiran yang kacau, Andi mengemudikan mobilnya tak tentu arah. Rasa sakit diwajahnya akibat dipukul Gunawan tadi sudah tak lagi dia rasakan. Kini dia benar-benar merasa menjadi seorang pecundang. Dia tadinya sudah begitu bahagia, merasa detik-detik kemenangan akan segera dia dapatkan. Tapi nyatanya, semua berbalik telak memukul mundur dirinya. Ibaratnya kalau dalam sepak bola, sudah unggul 1-0 dari awal babak 1, tapi masuk injury time babak 2 malah kebobolan 2 gol. Sakit.7061Please respect copyright.PENANAUHpb2LMAg5
7061Please respect copyright.PENANAmBP5I2o7Hu
Andi mulai berpikir, dari awal mula yang membuat semuanya kini berubah. Berawal dari tanpa sengaja dia mendengar pak Bowo bergumam membayangkan istrinya. Sejak itu muncul pikiran aneh dikepalanya. Dia justru membayangkan bagaimana kalau pak Bowo benar-benar akan merebut istrinya. Itu yang kemudian membuat Andi merasa terancam, dan menyetubuhi Cita dengan kasar, demi menandai kalau Cita adalah miliknya, hanya miliknya.7061Please respect copyright.PENANAbR9fmJ0r2Y
7061Please respect copyright.PENANAYwuNHeFLAp
Tapi apa benar kalau aku menyalahkan pak Bowo? Buktinya sampai sekarang pak Bowo nggak pernah menyentuh Cita, bahkan untuk sekedar menemui dan bicara sama Cita saja kayaknya juga nggak pernah. Kayaknya apa yang dilakukan pak Bowo itu masih terbilang wajar. Mungkin banyak cowok lain diluar sana yang mikir sama kayak pak Bowo waktu lihat fotonya Cita. Batin Andi.7061Please respect copyright.PENANAVTIpZ2Ugfv
7061Please respect copyright.PENANAqbWdW9B78J
Dia kemudian memikirkan soal Nada, Robi dan Salim. Andi begitu membabi buta mencurigai mereka bertiga. Dia mencurigai Robi dan Salim sudah menikmati tubuh istrinya, dengan Nada yang menjadi orang yang menjerumuskan Cita. Tapi Cita benar, dia tak pernah bisa membuktikan kalau mereka sudah menjerumuskan Cita.7061Please respect copyright.PENANA8sV96tPHoA
7061Please respect copyright.PENANAzOMggA2wkv
Aku memang nggak punya bukti apapun. Waktu Cita pergi sama mereka, mungkin aja sih disitu mereka ngentotin Cita. Tapi aku sama sekali nggak ada bukti. Kalau aku lihat dari IG nya si Robi dan Nada, memang ada acara foto-foto disana, dan itu dengan banyak banget orang. Apa iya orang sebanyak itu pesta sex? Batin Andi.7061Please respect copyright.PENANA49qHnpdz4k
7061Please respect copyright.PENANArvfcyXIr2o
Meskipun kemungkinan itu tetap ada, tapi Andi menepisnya untuk saat ini, karena dia memang tak punya bukti apapun. Semua hanya prasangkanya. Ketika tahu kalau Cita pergi dengan mereka bertiga, Andi sudah langsung berpikir kalau Cita selingkuh. Dan rasa kesal dan amarahnya itu dia lampiaskan dengan Isna.7061Please respect copyright.PENANAcuysitb2d2
7061Please respect copyright.PENANAEX4v4iOSEG
Isna. Iya, Isna. Kalau aja aku nggak pernah cerita semaunya sama Isna. Kalau aja dia nggak merayuku, aku nggak akan pernah selingkuh sama Isna. Benar. Dia yang merayuku. Aku nggak pernah punya pikiran apa-apa ke dia sebelumnya. Tapi dia yang udah ngebuat aku selingkuh. Benar, ini semua salah Isna. Batin Andi lagi.7061Please respect copyright.PENANAr3DKdgzMO5
7061Please respect copyright.PENANAi2XDdUQQPA
Amarahnya kini berganti sasaran. Dia kembali teringat waktu mengamuk dirumah Isna saat tahu Cita pergi dengan Nada dan yang lainnya. Dia mencoba mengingat dengan rinci kejadian saat itu. Dan memang benar, dia ingat betul Isnalah yang membujuknya untuk berselingkuh, demi membalas perbuatan Cita, yang bahkan sampai sekarang tidak bisa dia buktikan sama sekali. Isnalah yang telah menghasutnya agar berselingkuh, hingga akhirnya hubungan badan mereka berlanjut hingga tadi siang.7061Please respect copyright.PENANA0xfla8F8YG
7061Please respect copyright.PENANAftxdixhnkz
Iya, benar. Semua ini salah Isna. Aku harus kesana sekarang. Batin Andi.7061Please respect copyright.PENANAtSRPje2zPy
7061Please respect copyright.PENANAGIDH54W9gR
Setelah berputar-putar dengan segala pemikirannya, diapun mengarahkan mobilnya kerumah Isna. Dia ingin membuat perhitungan dengan Isna yang telah membuatnya berselingkuh. Dia tak tahu apa yang akan dilakukannya pada Isna nanti. Tapi dia hanya ingin melepaskan beban atas kesalahan yang dia lakukan. Dia ingin melempar bola panas ini pada Isna, yang dia anggap sebagai sebab utama semua kejadian ini. Mulai dari pada akhirnya justru dia yang berselingkuh, juga termasuk kejadian hari ini, dimana akhirnya Cita mendapatkan bukti kongkret foto-foto perselingkuhannya dengan Isna tanpa bisa dia bantah sedikitpun.7061Please respect copyright.PENANAOfAA30j7lf
7061Please respect copyright.PENANANqfYhAJeYK
Sampai didepan rumah Isna, Andipun segera turun. Dengan penuh emosi dia menggedor-gedor rumah Isna. Dia tak peduli jika kegaduhan yang dia buat ini akan menarik perhatian orang-orang disekitar rumah Isna. Dia hanya ingin segera menemui Isna, menumpahkan segala kesalahan pada wanita selingkuhannya itu.7061Please respect copyright.PENANAxmueL5ZEC2
7061Please respect copyright.PENANA2HQQpsk7YF
7061Please respect copyright.PENANA7g6Y9mvIHN
“Mas Andi? Ngapain sih malem-malem gedor-gedor kayak gitu? Masih kurang yang tadi? Isna capek mas” ucap Isna begitu membuka pintu dan mengetahui Andi yang ada disitu. Dia kesal karena tadi sudah sempat tertidur, tapi terganggu oleh suara gaduh yang dibuat Andi.7061Please respect copyright.PENANAFkRwUlriJX
7061Please respect copyright.PENANA3QrApHHXjZ
“Ini semua salah kamu Is, salah kamu!” bentak Andi memaki Isna, membuat Isna terkejut tak mengerti apa maksud Andi.7061Please respect copyright.PENANA4AJmFGGLwo
7061Please respect copyright.PENANAWaofgb8AJx
“Kamu ngomong apa sih? Salah apaan? Emang aku bikin salah apa?” sahut Isna tak kalah keras dengan suara Andi tadi. Dia tersulut emosinya, karena selain Andi mengganggu ketenangan tidurnya, tahu-tahu Andi melayangkan tuduhan kepadanya.7061Please respect copyright.PENANApG3OqsP68T
7061Please respect copyright.PENANAmOA1awoReR
“Cita tahu kalau kita selingkuh. Ini semua gara-gara kamu!”7061Please respect copyright.PENANApS0qm0wzwj
7061Please respect copyright.PENANAnzYTqlJh3p
“Loh, kok gara-gara aku?”7061Please respect copyright.PENANAyvtf9Ul4ka
7061Please respect copyright.PENANAIKvyo16J7e
“Iya! Jelas ini semua gara-gara kamu! Kalau kamu nggak ngerayu aku, kalau kamu nggak ngehasut aku waktu itu, aku nggak bakal selingkuh sama kamu. Aku nggak bakal ketahuan oleh Cita. Semua ini gara-gar…”7061Please respect copyright.PENANAvCjivQy6gC
7061Please respect copyright.PENANA4BoQ8EnceU
“Heh! Seenaknya kamu nuduh aku! Siapa juga yang…”7061Please respect copyright.PENANA1uEPMGh25g
7061Please respect copyright.PENANAnngdJ6GuOh
“Jelas ini salah kamu! Kamu nggak inget, dulu kamu yang udah ngerayu aku buat ngentot sama kamu?! Setelah kamu puas, kamu ketagihan, dan minta terus supaya aku ngentotin kamu! Semua ini gara-gara kamu! Semua salah kamu!” maki Andi makin membabi buta.7061Please respect copyright.PENANAZeAWtoL0pg
7061Please respect copyright.PENANApgwmzE8kRA
“Apa? Dasar laki-laki nggak berguna!”7061Please respect copyright.PENANAnd1fFEnlyE
7061Please respect copyright.PENANA9L6M2UrRai
“Apa katamu! Kamu yang nggak berguna! Kamu ngerayu laki-laki lain karena kamu ditinggal terus sama suamimu! Kamu jablay. Kamu pelacur, wanita jalang, wanita murahan yang ngerayu cowok lain, yang ngasihin memeknya gitu aja demi kepuasan kamu!”7061Please respect copyright.PENANAbPN2rNkGaT
7061Please respect copyright.PENANA8l4LlH4gUj
“Bangsat kamu Di! Kamu nggak nyadar kalau kamu itu lemah? Kamu itu pecundang! Asal kamu tahu ya, aku nggak pernah puas sama kamu! Kontolmu kecil! Goyang dikit udah keluar! Aku sama sekali nggak pernah puas sama kamu, nggak pernah!”7061Please respect copyright.PENANApluRqAZxDy
7061Please respect copyright.PENANAmqQeUcYbzW
“Apa kamu bilang?!”7061Please respect copyright.PENANAi0tGwsgmd8
7061Please respect copyright.PENANAOzESAQHHmY
“Asal kamu tahu, apa yang aku kasih ke kamu itu kemarin bukan pelumas, itu obat pembesar kontol! Kontolmu itu nggak guna sama sekali. Kalau aku jadi Cita, udah dari dulu aku nyari kontol lain yang bisa muasin aku! Sekarang kamu tahu kan, kenapa Cita selingkuh dari kamu? Karena kamu nggak bisa muasin perempuan! Kamu lemah! Kamu pencundang Di!”7061Please respect copyright.PENANAIGrEQw7cSn
7061Please respect copyright.PENANAhA8pCB8Jl2
“Bangsat kamu Is!”7061Please respect copyright.PENANA7BTHopag7C
7061Please respect copyright.PENANApxLfUz5PHr
7061Please respect copyright.PENANA8zqZ2rJ4CD
Buuuggghhh… sebuah pukulan telak mendarat diwajah Isna hingga membuatnya tersungkur dilantai. Bukan tamparan, tapi benar-benar sebuah pukulan yang penuh dengan emosi.7061Please respect copyright.PENANA7KRfGATnvc
7061Please respect copyright.PENANAV8p5bfznDa
Melihat Isna yang tersungkur, bukannya membuat Andi kasihan, dia malah menghampiri dan menduduki tubuh Isna. Dia jambak rambut Isna, lalu diangkat hingga wajah mereka cukup dekat.7061Please respect copyright.PENANAGdmvPNh3xE
7061Please respect copyright.PENANA8n2LAxSncp
7061Please respect copyright.PENANAdXPpFceBfe
“Lihat sendiri kan! Kamu itu benar-benar nggak berguna Di! Kontolmu nggak berguna, nggak bisa muasin perempuan manapun! Dan kamu baru aja mukul aku, kamu itu pecundang! Mana ada lelaki sejati yang mukul perempuan!”7061Please respect copyright.PENANABtYV0x60Xk
7061Please respect copyright.PENANAYBVjrxRU4u
“Aku bukan pecundang!”7061Please respect copyright.PENANA927RyIrQpp
7061Please respect copyright.PENANA2BS9MTUwsJ
7061Please respect copyright.PENANAD3pXLo74NW
Buuuggghhh… sebuah pukulan mendarat lagi diwajah Isna.7061Please respect copyright.PENANAFPrTWdLliA
7061Please respect copyright.PENANAG3y0ipY7Ye
7061Please respect copyright.PENANAIFFC4SisaF
“Kamu pecundang paling menyedihkan yang pernah aku tahu” ucap Isna dengan lirih, karena rasa sakit yang dia rasakan akibat 2 kali pukulan Andi diwajahnya, hingga diujung bibirnya terlihat berdarah.7061Please respect copyright.PENANAAPTocrwxDd
7061Please respect copyright.PENANAYA3mVKBgyD
“Bangsat! Aku bukan pecundang! Aku laki-laki sejati!”7061Please respect copyright.PENANA9fKEDgaOm4
7061Please respect copyright.PENANAHDj6mNc3oq
7061Please respect copyright.PENANAvmc2l352cP
Buuuggghhh… kembali sebuah pukulan mendatar telak diwajah Isna tanpa sedikitpun perlawanan, membuat Isna tak berdaya, bahkan terlihat kesadarannya mulai menipis.7061Please respect copyright.PENANAWyojwL050t
7061Please respect copyright.PENANAubR0BM3gqQ
7061Please respect copyright.PENANAiJQmTpAubg
“Woy apa-apaan ini!!! Lepasin dia!!!”7061Please respect copyright.PENANAYlYkijjUu0
7061Please respect copyright.PENANAe1d0BDE5Mj
7061Please respect copyright.PENANATz1yOKDbaH
Tiba-tiba terdengar suara teriakan dari arah jalan. Andi menoleh, ternyata ada 2 orang sekuriti yang berlari kearahnya. Kedua sekuriti komplek itu tadinya sedang patroli keliling. Saat dekat dengan rumah Isna, mereka mendengar keributan akibat pertengkaran Andi dan Isna. Tadinya mereka sempat tertawa mendengar ucapan Isna yang menghina kejantanan Andi. Tapi kemudian begitu sampai didepan rumah Isna, mereka terkejut karena Andi sudah dalam posisi menduduki Isna dan memukulnya.7061Please respect copyright.PENANADUwAxskA9d
7061Please respect copyright.PENANApk9A2298Bn
7061Please respect copyright.PENANANG5l1LkvDL
“Bangsat! Beraninya sama perempuan! Nih terima!”7061Please respect copyright.PENANA5O5Y1BGHQf
7061Please respect copyright.PENANAMcvdRL6wg6
7061Please respect copyright.PENANArvWlc7x2qx
Seorang dari sekuriti itu menarik kerah baju belakang Andi hingga tubuh Isna terlepas dari cengkramannya. Tanpa banyak bicara kedua sekuriti itu menghujani Andi dengan pukulan. Andi tak bisa melawan, bahkan untuk melindungi diri sudah terlambat. Pukulan dari kedua sekuriti itu terlalu kuat untuk ditahan oleh Andi, hingga akhirnya berkali-kali pukulan dan tendangan mendarat disekujur tubuh dan wajah Andi.7061Please respect copyright.PENANAojUkhyqk3K
7061Please respect copyright.PENANAvvgey6euY6
7061Please respect copyright.PENANAkmJRxafM0M
“Jo udah Jo, bisa mampus nih orang nanti”7061Please respect copyright.PENANAo1FfMldba7
7061Please respect copyright.PENANAlpoCS730XY
“Haash haash entar dulu Ton, belum puas aku”7061Please respect copyright.PENANA0nm6OJMLM5
7061Please respect copyright.PENANAYeNMQgobww
“Udah, dia udah babak belur. Mending kita tolongin mbak Isna dulu”7061Please respect copyright.PENANAXfIFbVl7Qs
7061Please respect copyright.PENANAduOIYDScgN
7061Please respect copyright.PENANABdlZFP5Y9W
Mereka berduapun melihat Isna yang kondisinya sudah hampir tak sadarkan diri. Merekapun cepat-cepat menolong Isna. Mereka menghubungi teman mereka dulu untuk datang kerumah ini mengurus Andi. Setelah teman mereka datang, mereka segera membawa Isna ke rumah sakit, sedangkan temannya tadi membawa Andi ke kantor polisi.7061Please respect copyright.PENANA0X9CsZo4Hp
7061Please respect copyright.PENANA1k0SjEb8qg
*7061Please respect copyright.PENANA0kGPpZzSZO
*7061Please respect copyright.PENANADfGvR6ne8z
*7061Please respect copyright.PENANAZn29ys71eg
*7061Please respect copyright.PENANAFvsjkX7qvG
7061Please respect copyright.PENANAMya4Dp5Zvg
Tak jauh dari rumah Isna, didalam sebuah mobil yang diparkirkan dipinggir jalan komplek, pak Bowo terlihat tertawa puas dengan apa yang dia lihat. Bukan hanya saat ini, tapi sejak tadi ketika dirumah Nada.7061Please respect copyright.PENANAjG9vJzunKT
7061Please respect copyright.PENANAMs2p7VWaWi
Dari tadi siang, pak Bowo memang sudah mengikuti Cita. Dia tahu kalau Cita berada disekitar rumah Isna untuk membuntuti Andi. Dia sudah bisa menebak kemana Andi dan Isna akan pergi setelah dari mall tadi. Setelah cukup lama menunggu Cita yang hanya terdiam saja ditempatnya, kemudian dia ikuti ketika Cita pulang kerumahnya, lalu pergi kerumah Nada. Pak Bowo menunggu didekat rumah Nada, dia memarkirkan mobilnya didepan rumah sebelah rumah Nada. Dia menunggu kedatangan Andi.7061Please respect copyright.PENANA2f64LqoX68
7061Please respect copyright.PENANAGkNv5x1ZuB
Sebelumnya, dari Isna dia tahu tentang perjanjian Andi dengan Cita yang melarang untuk menemui Nada. Dia yakin sekali kalau Andi tahu Cita ada dirumah Nada, Andi pasti mendatanginya. Dan rupanya dugaannya tepat sekali. Andi datang kerumah Nada, lalu terjadilah keributan tadi.7061Please respect copyright.PENANASmb8VzHE9P
7061Please respect copyright.PENANAnFMn0XGoYy
Pak Bowo yang berada tak jauh dari rumah itu, bisa mendengar dengan jelas keributan antara Andi dengan Cita, meski keributan itu terjadi didalam rumah. Dia tertawa terbahak-bahak mendengar semuanya. Lebih puas lagi ketika melihat Andi tak bisa apa-apa waktu Cita memperlihatkan bukti foto yang Cita ambil tadi kepada Andi. Melihat wajah Andi yang seperti orang bodoh ketika berjalan meninggalkan rumah Nada, membuat kepuasannya berlipat-lipat.7061Please respect copyright.PENANA8Y8kUD9UrC
7061Please respect copyright.PENANAfH1MdHEJYl
Setelah itu dia mengikuti kemana Andi pergi. Tadinya dia sudah jengkel dan berniat pulang saja karena Andi hanya berputar-putar tak jelas. Tapi saat mobil Andi mengarah kerumah Isna, pak Bowo kembali mengikutinya.7061Please respect copyright.PENANAHBZXE8Mc8L
7061Please respect copyright.PENANAm2EOfqWQkF
Tadinya pak Bowo pikir kalau Andi kerumah Isna untuk melampiaskan rasa frustasinya. Dia menyangka malam ini Andi akan bercinta lagi dengan Isna, karena itulah dia sudah menyiapkan hpnya untuk memfoto kedatangan Andi kerumah Isna. Bisa dia buat jadi bahan untuk mengajak Cita bertemu, lalu makin mempengaruhi Cita, agar Andi bisa makin buruk dimata Cita.7061Please respect copyright.PENANAphNnS8Rp1W
7061Please respect copyright.PENANAbk2MPnv6W5
Tapi ternyata yang terjadi diluar malah perkiraannya. Andi justru marah-marah ke Isna, bahkan sampai memukulinya. Pak Bowo sempat mau turun dari mobil karena khawatir Isna kenapa kenapa, apalagi Andi terlihat begitu kalap memukul Isna. Tapi dia mengurungkan niatnya ketika melihat 2 orang sekuriti berjalan mendekati rumah Isna.7061Please respect copyright.PENANAs6MCOyZeiX
7061Please respect copyright.PENANAjbKcxBtIb0
Dan akhirnya diapun hanya menjadi penonton ketika Andi gantian dihajar habis-habisan oleh kedua orang sekuriti itu. Dia tersenyum, semakin puas dengan apa yang terjadi hari ini. Semua benar-benar terjadi diluar rencananya. Tapi bagi pak Bowo itu adalah hal yang sangat bagus. Dia merasa bahwa rencananya telah berjalan beberapa langkah lebih maju daripada yang seharusnya. Terlebih lagi tadi dia mendengar sekuriti akan membawa Andi ke kantor polisi. Makin besarlah peluangnya untuk segera mendapatkan Cita.7061Please respect copyright.PENANA3G9DNyFtrh
7061Please respect copyright.PENANAqG16vrRcmn
Hahaha, Andi Andi. Memang benar kata Isna, kamu itu pecundang Di. Pecundang sejati. Kamu benar-benar bodoh dan tidak berguna. Sekarang, istirahatlah dengan tenang di penjara. Biar aku yang menggantikan posisimu untuk sementara ini. Dan aku janji sama kamu, aku akan memuaskan istrimu itu. Dan aku akan membuat Cita nggak akan pernah bisa lepas dariku, dan membuang kamu untuk selama-lamanya, hahaha.7061Please respect copyright.PENANA79rfOXI7d3
7061Please respect copyright.PENANAi8FiMKdLIE
*7061Please respect copyright.PENANAcc4gbESFpU
*7061Please respect copyright.PENANAoVFDvnsuLH
*7061Please respect copyright.PENANAnMqsEQJEaw
*7061Please respect copyright.PENANAeb1wD3Yk7A
7061Please respect copyright.PENANA2jRvGQrzdU
Sementara itu dirumah Nada, dia baru saja melepas kepergian suaminya. Malam ini suaminya harus mengejar kereta karena harus berangkat lagi ketempat kerjanya di Jakarta. Tadi waktu Andi datang, Gunawan memang sedang bersiap-siap dikamarnya sambil membiarkan Cita ditenangkan oleh Nada. Tapi persiapannya terganggu dengan kedatangan Andi, yang juga membuatnya emosi karena telah menyebut istrinya sebagai pelacur.7061Please respect copyright.PENANAyZ4oWCTwtQ
7061Please respect copyright.PENANAHGr2SakLRw
Sepeninggal Andi tadi, setelah tangisan Cita cukup mereda, Cita akhirnya menceritakan semuanya. Mulai dari kenapa dia sampai menjauhi Nada, Robi dan Salim yang merupakan permintaan Andi. Kelakuan kasar Andi ketika memaksanya mengaku kalau dia sudah selingkuh. Juga ancaman Andi bahwa jika dia menemui Nada dan yang lainnya, itu membuktikan bahwa dirinya itu selingkuh.7061Please respect copyright.PENANA7d8fHNzDhy
7061Please respect copyright.PENANArtuwk2v6A3
Lalu Cita juga cerita tentang apa yang terjadi hari ini, dimana dia memergoki Andi jalan dengan Isna. Lalu bagaimana dia mengikuti Andi hingga berhasil mengetahui kalau Andi ternyata yang sebenarnya selingkuh, dan dia sempat mengambil beberapa foto sebagai bukti perselingkuhan Andi dan Isna, hingga bagaimana dia sampai terpikir untuk menemui Nada malam ini.7061Please respect copyright.PENANAX8wB3feTVi
7061Please respect copyright.PENANAAY18aO6YKW
Nada yang sebenarnya sudah mengetahui tentang peristiwa hari ini tidak terlalu kaget. Tapi dia tetap berusaha bersikap biasa, dan berpura-pura kaget seperti halnya Gunawan.7061Please respect copyright.PENANAArXvASGAen
7061Please respect copyright.PENANAypwkcVr3Vf
Mendengar semua itu, Nada dan Gunawan hanya bisa bersimpati pada Cita. Mereka berusaha menghibur Cita sebisanya. Bahkan Gunawan sempat ragu untuk berangkat ke Jakarta, karena dia jadi ikut khawatir dengan kondisi Cita. Tapi karena ada pekerjaan penting yang harus dikerjakan Gunawan, mau tak mau dia harus berangkat malam ini juga. Apalagi Nada juga sudah meyakinkannya kalau dia baik-baik saja.7061Please respect copyright.PENANAbhSkSzHVPj
7061Please respect copyright.PENANAaZr8KJPOog
7061Please respect copyright.PENANAj4zhH87a70
“Nanti aku hubungi Robi dan mas Salim kalau butuh apa-apa. Papa tenang aja, aku nggak papa kok, papa tetep berangkat aja” ucap Nada tadi. Akhirnya Gunawan tetap berangkat meskipun Nada tak jadi mengantarnya meningat kondisi Cita yang seperti itu.7061Please respect copyright.PENANA0US8O5sIwT
7061Please respect copyright.PENANATyk54NFYQo
7061Please respect copyright.PENANAvRdZYdALge
Dan kini, Nada masih terus berusaha menghibur Cita. Dia sama sekali tak memikirkan soal Cita yang mengacuhkannya beberapa waktu belakangan ini. Dia memang sempat khawatir dan berpikir macam-macam karena Cita tak pernah sekalipun membalas pesannya ataupun mengangkat telponnya. Tapi setelah mendengar semua penjelasan Cita, dia maklum, bahkan menyalahkan Andi atas semua yang terjadi.7061Please respect copyright.PENANAPXVqMeP6EQ
7061Please respect copyright.PENANAap75MggPx4
Tak berapa lama kemudian terdengar hp Nada berdering. Dilihatnya, ternyata ada telpon dari pak Bowo.7061Please respect copyright.PENANAqpXg7SYRmU
7061Please respect copyright.PENANAXgVkilG1lM
7061Please respect copyright.PENANA2ekQSubz2u
“Cit, sebentar ya, aku angkat telpon dulu” ucap Nada, dan hanya dijawab dengan anggukan oleh Cita.7061Please respect copyright.PENANATJhSehnoia
7061Please respect copyright.PENANA7YumjwM3Ga
7061Please respect copyright.PENANAxefEAekl9s
Nada mengambil hpnya dan berjalan keluar, ke teras rumah. Dia tak ingin Cita tahu kalau yang menelpon adalah pak Bowo.7061Please respect copyright.PENANACuywhShzWS
7061Please respect copyright.PENANAq0ogitUmDU
7061Please respect copyright.PENANAoxa9GUk3QR
“Halo pak”7061Please respect copyright.PENANAHhudus4u0l
7061Please respect copyright.PENANARkDNphmsRp
“Halo sayang. Suami kamu udah berangkat kan?”7061Please respect copyright.PENANANIP6Qci0ou
7061Please respect copyright.PENANAPJhvAud2Iy
“Hmm, iya pak”7061Please respect copyright.PENANAJ77w1mTMrn
7061Please respect copyright.PENANAzF23q1wa7w
“Kalau gitu aku jemput kerumahmu ya. Aku lagi sange nih sayang. Lumayan kan malem minggu bisa kita habiskan bareng-bareng, hehehe”7061Please respect copyright.PENANA9M60zyNB6v
7061Please respect copyright.PENANAliCsOQIVRz
“Aduh pak, jangan malam ini deh”7061Please respect copyright.PENANAR8NB2H3727
7061Please respect copyright.PENANAWMv4AI7YoW
“Loh kenapa? Kan suami kamu udah berangkat, bebas dong kita? Kamu juga nggak lagi halangan kan?”7061Please respect copyright.PENANAgCnNx2JnT5
7061Please respect copyright.PENANAomvCiXmYqW
“Iya pak, tapi dirumahku, lagi ada, saudaraku pak”7061Please respect copyright.PENANAUegtdxzBVF
7061Please respect copyright.PENANAjTJU7wLnUu
“Saudara?”7061Please respect copyright.PENANAfm6Z77RQfp
7061Please respect copyright.PENANA7nNMXYBneb
“Iya pak, hmm, sepupuku lagi disini. Dia mau nginap disini. Nggak mungkin aku tinggalin dia pak. Lagian aku nggak mau dia curiga kalau pak Bowo nanti dateng kesini”7061Please respect copyright.PENANAUeWEtNfahW
7061Please respect copyright.PENANAwuL7GkLSwD
“Aduuh, tapi gimana dong Nad? Aku udah sange berat nih”7061Please respect copyright.PENANAS7j2gr3muF
7061Please respect copyright.PENANArQf00xdk0n
“Pak, pliss, aku mohon pak, aku nggak bisa malam ini. Pak Bowo kan bisa ngajak yang lain”7061Please respect copyright.PENANA56iSDADjfJ
7061Please respect copyright.PENANAGjzPuFu6HZ
“Tapi aku maunya sama kamu Nad, aku udah kangen sama memek kamu”7061Please respect copyright.PENANAV9SikRoAFO
7061Please respect copyright.PENANAfQoD8ri9Fe
“Pak, pliss jangan malem ini”7061Please respect copyright.PENANAsqtlSpGygz
7061Please respect copyright.PENANAPDlxe43vRB
“Emang kamu nggak kangen kontolku Nad?”7061Please respect copyright.PENANAohddUH1XoV
7061Please respect copyright.PENANApWiNPjmYSM
“Ii.. iya kangen.. tapi nggak malam ini pak, aku bener-bener nggak bisa”7061Please respect copyright.PENANA5LMLdCXyk6
7061Please respect copyright.PENANAQ6nef2yliL
“Hhmm, ya udah deh, kalau gitu aku sama Gina aja”7061Please respect copyright.PENANAb0oVC6yACC
7061Please respect copyright.PENANAgshOazg4y2
“Iya pak, makasih udah mau ngerti. Lain kali aku pasti layanin pak Bowo, tapi malem ini aku bener-bener nggak bisa”7061Please respect copyright.PENANAe9DfTSf8eK
7061Please respect copyright.PENANAfD14TCAQ9S
“Iya iya. Eh, ngomong-ngomong sepupu kamu itu cowok apa cewek? Udah umur berapa dia? Udah nikah belum? Apa masih perawan?”7061Please respect copyright.PENANAXYa1oQZG32
7061Please respect copyright.PENANAtqonvezQ3q
“Emang kenapa pak?”7061Please respect copyright.PENANAyRQoDEgNcY
7061Please respect copyright.PENANAoHGdmkz0Su
“Ya siapa tahu bisa bantuin kamu”7061Please respect copyright.PENANAYUpobMXkwx
7061Please respect copyright.PENANAr0ztkJbkCq
“Maksudnya?”7061Please respect copyright.PENANApJdutkEPkc
7061Please respect copyright.PENANAIoTIaaspjC
“Ya bantuin kamu buat muasin kontolku. Bukannya kamu selama ini kewalahan ngelayanin aku? Hahaha”7061Please respect copyright.PENANAxPbLEQ99TM
7061Please respect copyright.PENANA0Ht2WVDN0c
“Paak, pliss jangan macem-macem deh pak”7061Please respect copyright.PENANAIF5OguABgw
7061Please respect copyright.PENANA7rKRUXQ2Vh
“Loh kenapa emang? Kamu keberatan kalau aku pengen ngentot sama sepupumu juga? Emang kamu mau ngelawan aku? Udah siap sama resikonya?”7061Please respect copyright.PENANAVxoleYiHfv
7061Please respect copyright.PENANAlQ9XGK50rV
“Pak, jangan gitu lah pak. Pak Bowo kan udah dapetin aku, apa masih kurang?”7061Please respect copyright.PENANALu131NE367
7061Please respect copyright.PENANAAaE9jBowUq
7061Please respect copyright.PENANApfTeAZMwGO
“Jelas lah, kamu aja selalu kepayahan gitu ngadepin aku”7061Please respect copyright.PENANA8u3SFJy2pu
7061Please respect copyright.PENANAcOjREPWYR8
“Pak jangan lah pak, lagian, hmm, sepupuku ini cowok pak”7061Please respect copyright.PENANAelnaS0ThXU
7061Please respect copyright.PENANA2f9CuMkh4u
“Cowok? Wah, jangan-jangan kamu mau ngentot sama sepupumu ya malam ini? Sampai nggak mau nemenin aku?”7061Please respect copyright.PENANAxhPcBgiscW
7061Please respect copyright.PENANA4uA7qK9s4b
“Pak. Iih, yaa nggak gitu juga”7061Please respect copyright.PENANAEsJjNmP74e
7061Please respect copyright.PENANAHdNlfGdEGC
“Hahaha Nada Nada. Ya udah, kamu nikmatin aja waktumu sama sepupumu itu sekarang. Tapi lain kali, aku nggak mau tahu ya, kalau suamimu udah nggak dirumah, aku tetap bakal jemput kamu, mau ada orang tuamu sekalipun. Lain kali kamu harus mau layanin aku, nggak ada kata nggak bisa. Ini terakhir kali aku kasih kamu kelonggaran”7061Please respect copyright.PENANApJEYNn4yhh
7061Please respect copyright.PENANA2pH1HKm0L9
“Ii.. iya pak”7061Please respect copyright.PENANA0yJEsuWC2Z
7061Please respect copyright.PENANAuyXBWJUGk2
7061Please respect copyright.PENANAiOTq4LcuRK
Tanpa menjawab lagi pak Bowo memutus sambungan telpon. Nada bernafas lega, karena pak Bowo tak sampai memaksanya malam ini. Bisa kacau kalau sampai pak Bowo datang kesini sementara disini masih ada Cita. Nada masih tidak siap kalau skandalnya ini diketahui oleh orang lain, selain Gina. Apalagi pak Bowo juga mengincar Cita. Dengan kondisi Cita yang sedang rapuh seperti ini, dia akan sangat yakin pak Bowo tanpa kesulitan bisa mendapatkan Cita. Karena itulah, dia berupaya keras agar pak Bowo tidak sampai kesini. Dan dia sangat lega upayanya berhasil.7061Please respect copyright.PENANAa8WOPHdsJu
7061Please respect copyright.PENANAPEbZh4Q9Gv
Sementara itu, pak Bowo hanya tertawa setelah menutup telponnya. Dia tentu tahu kalau Nada berbohong, karena dia tahu kalau yang ada dirumah Nada sekarang adalah Cita. Padahal bisa saja dia memaksa untuk tetap kesana, sekaligus menjerat Cita malam ini juga. Tapi pak Bowo tidak ingin buru-buru. Dia ingin melakukan sesuatu yang lain untuk bisa mendapatkan Cita.7061Please respect copyright.PENANAsSDTc8FGCJ
7061Please respect copyright.PENANABf9HRYZWIT
Dia hanya harus bersabar sedikit untuk bisa benar-benar mendapatkan Cita seutuhnya. Semua kondisi yang ada sekarang sudah sangat mendukung rencana jahatnya pada Cita. Lagipula, malam ini memang bukan jatah Nada untuk menemani malam minggu birahinya. Sebelumnya, dia mendapatkan telpon dari seseorang yang sudah menunggu dirumahnya. Kini dengan senyum terkembang, pak Bowo mengarahkan mobilnya untuk pulang. Kepuasan yang dia dapatkan seharian ini, akan membuatnya makin bersemangat melewati malam ini dengan wanita yang sudah menunggu di rumahnya.7061Please respect copyright.PENANA4PzwN22BfP
7061Please respect copyright.PENANAXQxv8LiPI0
*7061Please respect copyright.PENANAiEZWlAA4db
*7061Please respect copyright.PENANA5mUxaB6h5i
*7061Please respect copyright.PENANAWnQSfalrJq
*7061Please respect copyright.PENANAf71aCJujDD
*7061Please respect copyright.PENANALl8skoLulx