
Saat ini aku sedang memeluk Papa di atas ranjang. Dengan kepalaku berada di atas dada Papa. Kita sama-sama telanjang, hanya ditutupi oleh selimut saja.
661Please respect copyright.PENANADEa9txmlia
"Kemarin aku pingsan lama ya, Pa? tanyaku pada Papa sambil menggelendot manja.
661Please respect copyright.PENANAaDFhHu1ksQ
"Iya, Papa khawatir banget kemarin..." kata Papa sambil mengusap-usap punggungku.
661Please respect copyright.PENANA3oVjY4Ckpm
"Tapi Papa seneng kan, liat aku digilir dewan direksi?"
661Please respect copyright.PENANAmWpZOAoLso
Papa mengembuskan nafas panjang, "Nggak. Papa nyesel..." kata Papa dengan wajah sendu.
661Please respect copyright.PENANA1ZJWwokI7Z
Kuangkat wajahku untuk menatap wajah Papa, "Kenapa? Bukannya itu maunya, Papa?" tanyaku dengan tersenyum.
661Please respect copyright.PENANAir4Lwu0G6A
Papa memelukku dengan erat. Suaranya terdengar seperti sedang terisak.
661Please respect copyright.PENANAisqLxwYyzS
"Kok nangis? Papa nggak salah kok" tanyaku sambil berusaha lepas dari pelukan Papa. Setelah terlepas, kutatap mata Papa yang berkaca-kaca.
661Please respect copyright.PENANAtj2H5Wtoq5
"Seharusnya Papa hentiin kamu, Fa. Papa benar-benar hancur, saat orang ke 7 menggilirmu sampai pingsan," kata Papa dengan terisak, lalu air matanya menetes dari pelupuk matanya.
661Please respect copyright.PENANA5WYEnjguCI
Kuusap air mata Papa, "Papa nggak salah," kataku sambil mengusap air matanya yang menetes.
661Please respect copyright.PENANAFUaQYWWX7s
Tanganku dipegang oleh Papa, "Jangan lagi ya!" kata Papa sambil mengecup punggung tanganku.
661Please respect copyright.PENANA9feYt2A68m
"Kenapa?" tanyaku sambil membungkuk dengan wajahku yang mendekat di depan wajah Papa.
661Please respect copyright.PENANAP192cbdCE4
Papa menarik tubuhku sampai aku rebah di atas tubuhnya. "Kamu cuma milikku, Fa," kata Papa sambil merapikan rambutku ke telinga.
661Please respect copyright.PENANAJ5ZxAv1C0X
"Aku nggak mau," kataku dengan membuang muka.
661Please respect copyright.PENANAIE7WPNoTlJ
Wajah Papa pun berubah murung, "Kenapa?" tanya Papa.
661Please respect copyright.PENANAoCCV7ck6Ab
"Kamu udah janji, Jo," kataku.
661Please respect copyright.PENANAENieVvlnuy
"Iya aku tau..." Kata Papa dengan wajah murung.
661Please respect copyright.PENANAhTAVhpFrMR
Lalu Papa melepas pelukannya pada tubuhku. Aku pun bangkit dari pelukan Papa, duduk sambil menatap kosong ke depan. Papa pun ikut duduk di sampingku.
661Please respect copyright.PENANA7c7toHMSpc
"Apa yang bakal kamu lakuin kalo aku beneran hamil, Jo?" tanyaku sambil mengusap perutku.
661Please respect copyright.PENANAEJJ2UdmFid
"Aku bakal menyayanginya, karena anakmu adalah cucuku," kata Papa.
661Please respect copyright.PENANAwzYDgvUIp8
"Meski itu anak hasil zina?" tanyaku.
661Please respect copyright.PENANAsH4NISGlCX
Papa menoleh ke samping, menatapku. "Apa bedanya?" kata Papa.
661Please respect copyright.PENANAY2AFh4nVjM
"Kamu tau kan? Anak diluar nikah itu stigmanya buruk. Nggak cuma terputus nasabnya sama ayah kandungnya. Tapi juga nggak berhak mendapat warisan. Ayah biologisnya pun nggak berhak menjadi wali," kataku.
661Please respect copyright.PENANAKqVB8uP4Jn
"Tapi kamu bakal menjadi ibu, Fa bukan ayah. Jadi nggak masalah kalo anakmu nanti terputus nasabnya dari ayah kandungnya," kata Papa.
661Please respect copyright.PENANAWk5IL8cJB1
"Itu jahat, Jo..." kataku kesal lalu berdiri.
661Please respect copyright.PENANArGl3jBNrzF
"Kamu mau kemana?" tanya Papa yang memegang tanganku.
661Please respect copyright.PENANAbju7M3n4g7
"Lepasin!" kataku berusaha lepas dari pegangan tangan Papa.
661Please respect copyright.PENANA17CnkSz1sc
Entah kenapa aku terisak, air mataku tak mampu kubendung.
661Please respect copyright.PENANAA4qMASS8tA
Papa pun berdiri, memelukku dari belakang. "Maafin aku, Fa."
661Please respect copyright.PENANAbx7b2fEbXH
"Pak Salim ayah dari anakku, Jo..." kataku terisak-isak.
661Please respect copyright.PENANAWwnt0L7HQ6
"Iya, aku tau. Fakta itu nggak bisa diubah," kata Papa.
661Please respect copyright.PENANA2YQBuGokA4
"Jangan pandang rendah anakku, Jo!" kataku masih terisak.
661Please respect copyright.PENANA7Qljx0bdyh
"Nggak akan pernah, Fa. Kalo kamu beneran hamil, anakmu adalah cucuku. Aku bakal menyayanginya, sama kayak aku menyayangi kamu," kata Papa.
661Please respect copyright.PENANAaYqmj1fKWH
"Janji?" tanyaku dengan mengusap air mataku.
661Please respect copyright.PENANAsOflECaelT
"Aku janji..." kata Papa.
661Please respect copyright.PENANA3x6ViiILix
"Jo? Kenapa aku cemas ya, karena besok hari pernikahanku?" tanyaku.
661Please respect copyright.PENANAN15yDNtHJz
"Mungkin karena kamu nggak suka Akbar, Fa," kata Papa.
661Please respect copyright.PENANAT980g63stW
"Iya, Jo. Padahal aku belum pernah ngobrol sekalipun sama dia, tapi udah benci banget. Ya meski faktanya Akbar dan keluarganya emang jahat sih," kataku.
661Please respect copyright.PENANAUPNIGVupBT
"Itu wajar, Fa kalo kamu benci sama orang yang ikut andil merusak keluargamu," kata Papa yang sekarang duduk di tepi ranjang.
661Please respect copyright.PENANAqgeZ9oUEJN
"Tapi Mama berpikir, kalo aku yang menjadi perusak keluarga kita, Pa," kataku dengan mengembuskan nafas panjang.
661Please respect copyright.PENANA9cbbS60FEF
"Kamu ketemu sama Mama kamu?" tanya Papa.
661Please respect copyright.PENANAQkRm9sUsbh
"Iya, Jo. Saat di villa," kataku tertunduk lesu.
661Please respect copyright.PENANAlES67RdVor
"Mama kamu bilang apa aja?" tanya Papa.
661Please respect copyright.PENANA6m9CJTdkoR
"Dia bilang, aku merebut cintanya sejak pertamakali aku lahir, Jo," kataku yang tiba-tiba sedih.
661Please respect copyright.PENANA3X1FPyshU5
"Mama kamu bo'ong. Dia benci sama kamu sejak kamu masih remaja, Fa," kata Papa.
661Please respect copyright.PENANAIPBcuQVsG7
"Kenapa bisa begitu, Jo? Kenapa Mama benci sama aku?" tanyaku tak mengerti.
661Please respect copyright.PENANAy6BfBSFies
"Dia merasa tersaingi, karena kamu tumbuh menjadi gadis yang cantik, cerdas. Dan Mama kamu merasa terancam," kata Papa.
661Please respect copyright.PENANAUXMCQujbqr
"Aku benar-benar nggak ngerti, Jo. Padahal aku anak kandungnya sendiri," kataku sedih.
661Please respect copyright.PENANArdbpOGDZZ2
"Mama kamu cinta banget sama aku, Fa. Dia nggak mau siapa pun dekat sama aku, termasuk anaknya sendiri," kata Papa.
661Please respect copyright.PENANAhy5bBSo096
"Tapi itu gila, Jo. Gimana bisa Mama cemburu sama anak gadisnya sendiri?" tanyaku masih tak mengerti.
661Please respect copyright.PENANAwvmFcQtOpi
"Entahlah, bahkan Mama kamu yang memintaku buat fantasiin kamu saat have sex sama dia," kata Papa.
661Please respect copyright.PENANARyqybPFXJt
"Apa kesalahanku sih, Jo?" tanyaku terisak.
661Please respect copyright.PENANArJkhEOtZ53
"Nggak tau, Fa. Mama kamu yang bikin aku terjebak skenarionya. Yang bikin aku melanggar tabu," kata Papa dengan wajah murung.
661Please respect copyright.PENANAXXx0Nhm52g
"Kamu menyesal, Jo? Kamu menyesal udah mencintai anakmu sendiri?" tanyaku dengan memegang tangan Papa.
661Please respect copyright.PENANA6D4bl86ySR
"Nggak, sama sekali nggak," kata Papa.
661Please respect copyright.PENANAMDNRaz9Xug
"Pa..." kataku.
661Please respect copyright.PENANApKSgcbSz5N
"Iya, Fa?" tanya Papa.
661Please respect copyright.PENANALDXInwLMna
"Aku mau, Papa tetap di rumah ini!" kataku.
661Please respect copyright.PENANAXxeIoEb8ba
"Nggak mungkin, Fa..." kata Papa lesu.
661Please respect copyright.PENANAE1N7P0JgRR
"Kenapa?" tanyaku sambil menatap Papa.
661Please respect copyright.PENANAsVg6CdfYpR
"Karena perjanjian sama keluarga Akbar, Fa. Saat kamu menikah sama Akbar, aku harus keluar dari rumah ini. Kalo aku bisa, pasti aku bakal bertahan. Tapi aku takut sama ancaman Aziz, yang bakal jadiin kamu gundik," kata Papa.
661Please respect copyright.PENANARX4V8MA30M
"Apa bener Mama dijadiin gundik? Aku liat, Mama terlihat bahagia," kataku.
661Please respect copyright.PENANAG3Q5stAajR
"Ya, karena Mama kamu tau, aku bakal terikat sama kamu, Fa. Saat aku nggak menjauh dari kamu, Aziz bakal jadiin kamu gundik. Dan Mama kamu terbebas," kata Papa.
661Please respect copyright.PENANAh55OkZKsaR
"Mama kok tega sih, Jo sama aku?" tanyaku sambil terisak.
661Please respect copyright.PENANAesTEto608k
"Mama kamu benci sama kamu, Fa. Dendam sama kamu," kata Papa.
661Please respect copyright.PENANAVXfumo9TEp
"Dendam karena aku menjadi saingannya? Itu nggak logis, Jo," kataku sambil mengusap air mataku.
661Please respect copyright.PENANACfWfgxWPsh
"Tapi kenyataannya kayak gitu, Fa..." kata Papa.
661Please respect copyright.PENANAwvQDzqsrGH
"Aku nggak habis pikir, Mama tega mengumpankan aku ke Aziz cuma gara-gara dia pengen bebas dari Aziz. Mama egois," kataku kembali terisak.
661Please respect copyright.PENANAWLLySMonJr
"Apa kamu nggak sadar, Fa? Kalo kamu mirip sama Mama kamu?" tanya Papa.
661Please respect copyright.PENANAue1kGDCsc5
"Beda, aku nggak bakal mengorbankan anakku sendiri," kataku berusaha menyangkal.
661Please respect copyright.PENANA9Hx03SmUHK
"Tapi kamu juga egois, Fa..." kata Papa.
661Please respect copyright.PENANAjiz9hUDBvM
"Kamu salah, Jo. Aku nggak egois," kataku.
661Please respect copyright.PENANAB7mBr0soh8
"Ya karena kamu nggak sepenuhnya cerminan Mama kamu. Tapi juga cerminanku," kata Papa.
661Please respect copyright.PENANAtnTD2H6rqk
"Bagian mana? Bagian slut kah?" tanyaku.
661Please respect copyright.PENANAaW2lv48jow
Papa merangkulku, "Iya..."
661Please respect copyright.PENANAFv8DzaAoNs
"Berarti kamu menyukai diri kamu sendiri dong, Jo?" tanyaku dengan mata menyelidik.
661Please respect copyright.PENANA6i2T26ByhG
"Kok bisa?" tanya Papa.
661Please respect copyright.PENANAeZ9sdoSs6Y
"Bukankah kamu menyukaiku karena aku slut?" tanyaku dengan tersenyum genit sambil memeluk Papa yang duduk di sampingku.
661Please respect copyright.PENANAb1IZUHGkOD
Kulihat penis Papa menegang, "Tuh kan..." kataku yang berlutut di depan selangkangan Papa, sambil memegang penis yang menegang dengan senyum genit menatapnya.
661Please respect copyright.PENANAgsC6wokc1u
"Kamu mau ngapain?" tanya Papa.
661Please respect copyright.PENANAgT7KG0Mm0m
Kujilat kepala penis Papa yang seperti jamur. Kulumasi permukaannya dengan ludahku.
661Please respect copyright.PENANAUFgkYy2Bdv
"Enak, Jo. Suka?" tanyaku sambil menatap Mata Papa dengan tatapan genit.
661Please respect copyright.PENANArVfG8BlK5Z
"Ssssh, aaah. Suka, Fa," kata Papa mendongakkan wajahnya sambil memejamkan mata.
661Please respect copyright.PENANAXctipL4DJm
"Hihi, tuh kan. Kamu suka sama aku karena aku slut..." kataku sambil menghentikan jilatanku ke kepala penis Papa.
661Please respect copyright.PENANAWLvXDDkkEK
"Ya udah, aku mau siap-siap ke kantor dulu, Fa," kata Papa masih dalam kondisi penis menegang.
661Please respect copyright.PENANAgnDtj2IPYv
"Nggak mau dibikin keluar?" tanyaku genit.
661Please respect copyright.PENANAco0dbL879P
"Ah siyal, ya udah deh," kata Papa duduk lagi di tepi ranjang.
661Please respect copyright.PENANAdsPjpDCd8q
"Hihi, sini-sini Johny!" kataku genit.
661Please respect copyright.PENANAf23H5JZxm6
Kupegang penis Papa. Perlahan kumasukkan kepala penis Papa yang seperti jamur ke dalam mulutku. Tak langsung aku lesakkan, namun aku kulum kepala penisnya yang seperti jamur mengembang. Kuhisap kuat, kadang kumainkan dengan lidahku.
661Please respect copyright.PENANAovtZzGMLFy
"Enak Pa?" tanyaku dengan tatapan genit.
661Please respect copyright.PENANAbKxaSsVl1V
"Banget, Fa..." kata Papa sambil memejamkan matanya.
661Please respect copyright.PENANAhC8buhQOak
Sebelum kulesakkan ke dalam mulutku, kukocok penis Papa.
661Please respect copyright.PENANASnAYIOv9VG
"John, gede banget sih kamu, tanganku sampe penuh gini?" tanyaku mencoba ngobrol sama penis Papa yang semakin besar.
661Please respect copyright.PENANAdwtDkR9uqL
"Ssssh, aaaah, Fa," kata Papa yang masih mendongakkan wajahnya ke atas.
661Please respect copyright.PENANACJI6KZQPBq
Kuludahin penis Papa, lalu kukocok lagi cepat.
661Please respect copyright.PENANAHbtDGtX6eF
"Ah ah ah, Fa."
661Please respect copyright.PENANA8S9QkvTrJN
"Keras banget sih, Jo? Tebel..." kataku mengajak ngobrol penis Papa lagi.
661Please respect copyright.PENANAzquH2IH0vM
"Kulum, Fa!"
661Please respect copyright.PENANAIXMU7xGdNJ
"Hihi, kamu mau aku kulum juga, John?" tanyaku pada penis Papa.
661Please respect copyright.PENANArjV1QNz87G
"Fa, jangan ajak ngobrol Johny terus!" kata Papa mendesah tak karuan.
661Please respect copyright.PENANA0zZuxuPw58
"Hihi, tuh liat John! Johan minta aku kulum kamu..." kataku sambil mengocok lebih cepat.
661Please respect copyright.PENANAVG4FpGP44r
"Ah ah ah, Fa... kulum!"
661Please respect copyright.PENANAsK2LOlqJCo
"Ya udah, aku kulum ya John?" tanyaku pada penis Papa.
661Please respect copyright.PENANA6cTTFLmMMd
Tangan Papa mencengkeram kepalaku, menekannya sampai penis Papa yang jumbo masuk sampai ke tenggorokanku. Saking penuhnya mengisi mulutku, aku susah untuk bernafas. Kudorong paha Papa agar penis Papa terlepas, namun Papa memegang kepala belakangku. Menekannya agar masuk lebih dalam ke dalam mulutku.
661Please respect copyright.PENANAKbOgZbColw
"Aaaah, aku keluar, Fa..."
661Please respect copyright.PENANAfyhtmLbopG
Papa mencabut penisnya dari mulutku. Sperma yang menyembur ke dalam mulutku berleleran. Membentuk untaian, menyambung dengan penis Papa yang setengah layu.
661Please respect copyright.PENANAXUtwtrt87b
Aku jilat bibirku dengan lidah, lalu kutelan sperma Papa. Kubuka mulutku, kutunjukkan ke Papa jika sperma Papa kutelan habis sampai tak bersisa.
661Please respect copyright.PENANAXhU6lpI642
"Kenapa senyum-senyum gitu, Jo?" tanyaku sambil mengusap bekas leleran sperma di mulutku.
661Please respect copyright.PENANAawPUPq28iG
"Hot banget kamu, Fa, hehe..." kata Papa.
661Please respect copyright.PENANAfB16C8SeS2
"Puas kan?" tanyaku sambil bangkit berdiri. Lalu mengecup bibir Papa.
661Please respect copyright.PENANAu1ovDaJSa4
"Ya udah aku mandi dulu ya, Fa," kata Papa.
661Please respect copyright.PENANAJOFexzVEz8
"Iya, Jo. Kalo begitu aku balik ke kamar ya?" tanyaku sambil memakai outer tanpa gaun tidur.
661Please respect copyright.PENANArAGqq2w5mo
Setelah aku keluar dari kamar, aku berpapasan dengan Pak Sukri. Pak Sukri menundukkan pandangannya malu-malu lalu menatapku dengan senyum tertahan.
661Please respect copyright.PENANAruMX3rKSZR
"Koh Johan udah siap, Ci?" tanya Pak Sukri.
661Please respect copyright.PENANAmEBwnABlxf
"Oh, Papa masih mandi, Pak..." kataku sambil merapikan rambutku yang terurai ke depan.
661Please respect copyright.PENANAg6QTdgp3Rf
"Ya udah, Ci. Biar saya tunggu aja," kata Pak Sukri yang terlihat kikuk meninggalkanku.
661Please respect copyright.PENANAZQqtnnEHuC
Kuikuti Pak Sukri dari belakang, Pak Sukri berjalan ke arah garasi. Saat aku mengikutinya dari belakang, Pak Sukri menoleh ke belakang.
661Please respect copyright.PENANAnMiZgpiSww
"Eh, Cici..." kata Pak Sukri kikuk sambil menggaruk-garuk kepalanya.
661Please respect copyright.PENANAw7al27NjKy
Lalu aku mengiringi Pak Sukri, berjalan di sampingnya.
661Please respect copyright.PENANAHRM31QEKJM
"Mobilnya udah dicuci kan, Pak?" tanyaku basa-basi.
661Please respect copyright.PENANAHmqpgdeI7Y
"Udah, Ci. Kemarin," kata Pak Sukri.
661Please respect copyright.PENANACbENnWQnP9
Di dalam garasi, Papa tak hanya memiliki satu koleksi mobil saja. Entah, saat rumah ini menjadi milik Akbar, apakah koleksi Papa yang jumlahnya belasan juga akan jadi milik Akbar, aku tidak tahu. Bahkan aku belum sempat menanyakan itu pada Papa. Geram juga jika mobil-mobil Papa, juga akan jadi miliknya.
661Please respect copyright.PENANAQfzeWX9DhC
"Boleh aku temenin ngobrol, Pak?" tanyaku.
661Please respect copyright.PENANAIbJsfKdCjF
"Eh, boleh, Ci..." kata Pak Sukri kikuk.
661Please respect copyright.PENANAuIRPOdAVwv
"Duduk disini aja ya, Pak!" kataku sambil duduk di atas lantai.
661Please respect copyright.PENANAk7iinyMBBH
"Iya, Ci..." Pak Sukri ikut duduk di sampingku.
661Please respect copyright.PENANApWPyIgC7io
Kucoba membuka obrolan lebih serius lagi. "Pak Sukri udah denger belum kalo rumah ini bakal jadi milik Akbar calon suamiku?" tanyaku.
661Please respect copyright.PENANAUVP4q8m190
"Saya udah denger, Ci..." kata Pak Sukri dengan kepala masih menunduk.
661Please respect copyright.PENANAsZshGUNbd8
"Gimana menurut Pak Sukri soal Papa yang bakal ninggalin rumah ini?" tanyaku mencoba menelisik kesetiaan Pak Sukri ke Papa.
661Please respect copyright.PENANAmbsHnf78b5
"Kalo Koh Johan, keluar dari rumah ini, saya juga ikut keluar dari rumah ini, Ci..." kata Pak Sukri tertunduk lesu.
661Please respect copyright.PENANAm8Q4SFJXtl
"Gitu ya Pak? Cari kerjaan sekarang susah lho, Pak," kataku.
661Please respect copyright.PENANA8WFhuZjgBy
"Saya ikut Koh Johan, nggak sehari dua hari Ci. Udah belasan taun, saya kerja disini sejak Cici masih kecil. Jadi saya nggak bisa kalo mesti ganti bos. Saya bakal ikut Koh Johan kemana pun," kata Pak Sukri tertunduk lesu.
661Please respect copyright.PENANAehuCcuPWDW
"Tapi Pak Sukri kan udah janji buat jagain saya, Pak," kataku.
661Please respect copyright.PENANAg2uBJndXFb
Pak Sukri menghembuskan nafas panjang. "Saya bisa jagain, Cici. Tapi buat ngelakuin kayak beberapa hari yang lalu, saya nggak mau Ci. Maafin saya udah kurang ajar sama Cici," kata Pak Sukri tertunduk lesu.
661Please respect copyright.PENANA5I7rGwKxkA
Kupegang tangan Pak Sukri, "Terima kasih ya Pak."
661Please respect copyright.PENANA6T4ygDYf8G
Pak Sukri mengangkat wajahnya untuk menatapku. "Buat apa Ci?" tanya Pak Sukri.
661Please respect copyright.PENANAJlFlQTBvb4
"Udah setia sama Papa," kataku tersenyum.
661Please respect copyright.PENANAxl0GPJUZhi
"Udah sewajarnya, Ci," kata Pak Sukri.
661Please respect copyright.PENANABPFYnA8OL8
"Tapi kalo aku minta Pak Sukri tetap kerja disini. Apakah Pak Sukri tetap menolak?" tanyaku.
661Please respect copyright.PENANAvEG24kGfuW
"Saya nggak bisa, Ci. Maaf," kata Pak Sukri.
661Please respect copyright.PENANAi4DGjam6G6
"Saya mau, Pak Sukri tetap disini jaga, Farisha!" kata Papa yang tiba-tiba muncul dengan pakaian rapi.
661Please respect copyright.PENANAAgOK2lBnu3
"Baik kalo itu perintah, Koh Johan," kata Pak Sukri.
661Please respect copyright.PENANANwULE8dSKY
"Saya tambah gaji Pak Sukri dua kali lipat," kata Papa.
661Please respect copyright.PENANAeB4pol85z6
"Terima kasih, Koh," kata Pak Sukri sambil membuka pintu mobil untuk Papa.
661Please respect copyright.PENANAn7QcSwE2TK
"Papa berangkat dulu ya!" kata Papa.
661Please respect copyright.PENANAJ2lFxt0VVX
"Iya Pa," kataku sambil mengecup punggung tangan Papa.
661Please respect copyright.PENANAlgIqOafAdB
Setelah kepergian Papa dan Pak Sukri, pikiranku mengawang-awang. Dengan banyak pertanyaan berseliweran. Dari kesetiaan sampai integritas Pak Sukri sebagai pegawai.
661Please respect copyright.PENANAYDWc15kn8t
Lalu dengan senyum tersungging di bibirku, aku berjalan ke arah taman di pekarangan rumahku. Kulihat Pak Dirman sedang membersihkan dedaunan yang jatuh ke bawah.
661Please respect copyright.PENANAbk1pzUiSzO
"Pagi Pak..." kataku menyapa Pak Dirman.
661Please respect copyright.PENANATO4xAUivJ7
"Eh, Cici..." kata Pak Dirman kaget.
661Please respect copyright.PENANARAwPwsWag6
"Udah minum kopi, Pak?" tanyaku ramah.
661Please respect copyright.PENANAWSONQsK7NP
"Belum Ci..." kata Pak Dirman sambil membungkuk-bungkuk.
661Please respect copyright.PENANAFPIbmISJU4
"Tunggu sebentar ya, Pak!" kataku kembali masuk ke dalam rumah.
661Please respect copyright.PENANApnZw5nx3fe
Sesampainya di dalam rumah, aku berjalan ke arah dapur. Kupeluk Mbok Darmi dari belakang yang sedang memasak.
661Please respect copyright.PENANANDHPYhHpYF
"Hmm, harum banget. Masak apa sih Mbok?" tanyaku.
661Please respect copyright.PENANAr3ZFRhFeK5
"Eh, Non Farisha, Mbok sampai kaget. Ini Non, lagi masak semur," kata Mbok Darmi.
661Please respect copyright.PENANAMrtk51tHqp
"Pasti enak deh," kataku.
661Please respect copyright.PENANAfMLlxXvNk3
"Kesukaan papanya, Non," kata Mbok Darmi.
661Please respect copyright.PENANAN3o5KowOxn
"Papa udah sarapan kan tadi Mbok?" tanyaku.
661Please respect copyright.PENANA9o9kf7LR5v
"Papanya Non nggak mau sarapan, Non. Jadi Mbok bawain bekal," kata Mbok Darmi.
661Please respect copyright.PENANAC1FPCgGpx1
"Oh nggak apa-apa, Mbok. Eh, aku mau bikin kopi nih Mbok. Gimana caranya? hehe," tanyaku.
661Please respect copyright.PENANAgqqupu3OvS
"Non minum kopi?" tanya Mbok Darmi heran.
661Please respect copyright.PENANAIMsOhyZjY8
"Hehe, nggak sih Mbok. Mau bikinin Pak Dirman aja sih Mbok," kataku.
661Please respect copyright.PENANAvsMee84HvI
"Aduh, Non. Jangan! Biar Mbok aja yang bikinin kopi," kata Mbok Darmi.
661Please respect copyright.PENANAtWyIeCbNra
"Udah Mbok, nggak apa-apa," kataku tetap memaksa.
661Please respect copyright.PENANAZvLsEdalWF
"Ya udah, kalo Non maksain, Mbok bisa apa," kata Mbok Darmi yang mulai mengajariku bikin kopi.
661Please respect copyright.PENANAmDLm16w49J
"Gini doang, Mbok?" tanyaku.
661Please respect copyright.PENANA34vm83rILo
"Iya, Non..." kata Mbok Darmi.
661Please respect copyright.PENANAqF3T3gDSmQ
Lalu aku membawa kopi ke taman di pekarangan rumahku.
661Please respect copyright.PENANAyA0d1fE4jW
"Pak Dirman..." kataku memanggil.
661Please respect copyright.PENANAfYnT1ehUBx
"Eh iya, Ci..." kata Pak Dirman yang sedang membersihkan rumput, sambil bangkit berdiri.
661Please respect copyright.PENANA5IJdAPBUL3
"Ini kopinya, Pak!" kataku tersenyum.
661Please respect copyright.PENANAfXb9LG8PH0
"Duh, Ci. Kok repot-repot sih?" tanya Pak Dirman.
661Please respect copyright.PENANASWKkXKEDz0
"Nggak apa-apa, Pak..." kataku.
661Please respect copyright.PENANA8qra9DGiMO
Dengan malu-malu Pak Dirman jongkok, untuk meminum kopinya. Aku pun ikut duduk di atas rumput.
661Please respect copyright.PENANAXDzv6NDYjk
"Besok aku menikah, Pak!" kataku membuka obrolan.
661Please respect copyright.PENANAVAmqKqsIOY
Pak Dirman menaruh kopinya di sampingnya. Lalu Pak Dirman ikut duduk di atas rumput. "Iya, Ci saya tau," kata Pak Dirman.
661Please respect copyright.PENANA4RYdLNCeKL
"Saat aku menikah nanti, Papa nggak lagi tinggal disini," kataku menatap kosong ke arah depan.
661Please respect copyright.PENANA48FmUDL168
"Saya nggak rela, Ci," kata Pak Dirman dengan wajah menunduk.
661Please respect copyright.PENANABFMJsiMyVz
"Kenapa Pak?" tanyaku dengan menoleh ke samping.
661Please respect copyright.PENANAzeBudzute4
"Saya udah dengar Ci, dari Mbok Darmi," kata Pak Dirman dengan nafas berat.
661Please respect copyright.PENANADoPCgozWFy
"Apa yang Pak Dirman tau?" tanyaku menyelidik.
661Please respect copyright.PENANAZxIdkNo0Ww
"Papa Cici bakal ninggalin rumah ini, saat Cici menikah nanti. Saya tau, masalah Cici sekeluarga," kata Pak Dirman dengan wajah murung.
661Please respect copyright.PENANAZpW1u5VdQP
"Pak Dirman tetap kerja disini kan?" tanyaku.
661Please respect copyright.PENANAuJ8pA2Rtgq
"Iya, Ci. Saya udah janji. Tapi saya nggak bisa nepatin yang itu..." kata Pak Dirman.
661Please respect copyright.PENANAI4BzBwrQfL
"Kenapa?" tanyaku dengan tersenyum.
661Please respect copyright.PENANAw43xbMA8MW
"Cukup satu kali aja Ci, saya kurang ajar. Saya nggak mau ngulangin lagi kesalahan saya," kata Pak Dirman semakin menundukkan kepalanya.
661Please respect copyright.PENANAbrIJ7B0Kl9
"Papa terlalu berlebihan ya Pak?" tanyaku dengan tersenyum.
661Please respect copyright.PENANAiiYu1pgfaA
"Huh, bukan begitu Ci. Saya ngerasa nggak tau diri, udah kurang ajar sama majikan yang udah ngasih pekerjaan ke saya," kata Pak Dirman dengan wajahnya semakin dibenamkan ke bawah.
661Please respect copyright.PENANAChLdtx1WKZ
"Iya Pak, saya ngerti. Makasih ya Pak atas semuanya!" kataku.
661Please respect copyright.PENANAya4t77hlWl
"Udah sewajarnya, Ci," kata Pak Dirman.
661Please respect copyright.PENANAXqZJddYRMB
Suasana menjadi hening, aku dan Pak Dirman sama-sama menatap ke depan pandangan kosong.
661Please respect copyright.PENANAN49a87g6fV
"Pak..." kataku.
661Please respect copyright.PENANAkBwpeeEmpk
"Iya Ci?" tanya Pak Dirman menoleh ke samping.
661Please respect copyright.PENANAANNXyrQuaS
"Terima kasih, Pak Dirman udah setia sama Papa," kataku.
661Please respect copyright.PENANA0r34GJ63E9
Pak Dirman mengembuskan nafas panjang, "Saya bekerja disini udah puluhan tahun, Ci. Bahkan lebih lama dari Pak Sukri. Jadi saya ngerasa keluarga Cici kayak keluarga saya sendiri."
661Please respect copyright.PENANAqgUn8hDaV7
"Aku juga Pak. Nganggep Pak Dirman bagian dari keluarga," kataku.
661Please respect copyright.PENANAm3qT0AOsg4
"Terima kasih, Ci..." kata Pak Dirman.
661Please respect copyright.PENANAHVCFXOZBIb
"Sama-sama, Pak," kataku dengan tersenyum.
661Please respect copyright.PENANArFum6sWtSr
Mbok Darmi berjalan ke arah kita, dengan membawa baki penuh makanan yang ditaruh di atas piring.
661Please respect copyright.PENANArTqHLbtHbR
"Ya ampun, Non. Tadi Mbok cariin, ternyata disini," kata Mbok Darmi.
661Please respect copyright.PENANAJPDCF7Nxjt
"Hehe, iya Mbok. Lagi temenin Pak Dirman aja." Kucoba berdiri untuk membantu Mbok Darmi, "Wah ubi rebus, enak nih Mbok."
661Please respect copyright.PENANA2VUugEmoSn
Kutaruh piring-piring yang penuh jajanan pasar di atas rerumputan tamanku. "Non suka ya?" tanya Mbok Darmi.
661Please respect copyright.PENANA3K6A3lztKc
"Suka Mbok! Mari Pak dimakan!" kataku ke Pak Dirman.
661Please respect copyright.PENANA437kjtEoZd
"Terima kasih, Ci," kata Pak Dirman sambil mengambil ubi rebus dari atas piring.
661Please respect copyright.PENANAJ8GZhMxVqm
"Mbok Darmi..." kataku menawarkan ubi rebus ke Mbok Darmi juga.
661Please respect copyright.PENANAOYLRa73bUY
"Mbok udah nyimpen sendiri, di dapur, Non, hehe. Ya udah Mbok ke dapur dulu ya Non," kata Mbok Darmi.
661Please respect copyright.PENANAt3XLoGeVUR
Mbok Darmi pun pergi meninggalkan aku dan Pak Dirman di taman.
661Please respect copyright.PENANA5MMzhycgmM
"Enak ya Pak suasana kayak gini?" tanyaku ke Pak Dirman.
661Please respect copyright.PENANAcwY3j4P8Ef
"Iya Ci. Makanya saya suka aktivitas pagi, udaranya masih segar, hehe," kata Pak Dirman terkekeh.
661Please respect copyright.PENANASmurrJNcSm
"Bukan itu Pak, maksudku," kataku dengan tersenyum.
661Please respect copyright.PENANAHWpYenLn4J
Pak Dirman menatapku bingung, "Hehe saya nggak ngerti, Ci..."
661Please respect copyright.PENANAfx2gHnfg5c
"Aku suka suasana kekeluargaan kayak gini, Pak. Nggak ada lagi sekat, antara bos sama assisten," kataku tersenyum dengan menatap ke depan.
661Please respect copyright.PENANAZ71EamPEKL
"Oh, iya Ci..." kata Pak Dirman menunduk sambil tersenyum.
661Please respect copyright.PENANAdxBCzfoqCc
"Pak..." kataku memanggil nama Pak Dirman.
661Please respect copyright.PENANAL7W2u0y1lF
"Iya, Ci?" tanya Pak Dirman.
661Please respect copyright.PENANAPItDi4JKPk
"Jaga aku ya, Pak!" kataku sambil merebahkan kepalaku ke pundak Pak Dirman.
661Please respect copyright.PENANAblTwEnUjTr
"Pasti, Ci," kata Pak Dirman sambil membelai samping kepalaku dengan tangannya yang melingkar ke bawah daguku.
661Please respect copyright.PENANAErCy36zsI9