Perang 3 abad yang lalu merupakan perang dunia terparah sepanjang sejarah umat manusia.
Walau begitu Aku sering lihat di televisi dimana perang membawa kesengsaraan dan penderitaan bagi mereka yang terlibat.
Bagi mereka yang tidak senang dengan perang yang berkecamuk akhirnya para ahli menciptakan tempat dimana kedamainan dapat ditemukan. Tempat itu bernama distrik.
Aku tidak mengetahui seluk beluk di dalam area Distrik. Dan entah bagaimana negara-negara yang sering berperang bisa ditekan dan berdamai dengan adanya Distrik-Distrik di dunia ini.
Dunia ini masih misterius buatku.357Please respect copyright.PENANAjBqXaS8N7h
357Please respect copyright.PENANA4VqqnvcKls
----------------------------------------------
Tahun 2845, Kyoto, Jepang sebuah kota modern yang damai.
Lingkungan yang bersih, dengan infrastruktur pembangunan dan transpotasi yang canggih mewarnai setiap hiruk pikuk yang ada di Kota ini. Robot-robot dan gadget tidak lepas dari kebutuhan manusia untuk membantu dan menunjang kehidupan mereka.
Fasion, bagan medis, militer, dan pendidikan pun tak luput dari yang namanya teknologi. Bahkan kau tak perlu uang kertas lagi untuk membeli suatu barang atau jasa. Cukup dengan memasangkan chip kedalam tanganmu dan wala.... Kau punya tato ber-barcode di telapak tanganmu yang isinya adalah semua info tentang dirimu, jumlah saldo keuanganmu, dan juga riwayat penyakitmu.
Walau kehidupan manusia sekarang serba modern, tapi kami masih perlu yang namanya bekerja keras. Itu juga berlaku untukku juga sih....
Di sebuah blok perumahan toko dengan rata-rata pendapatan ekonomi menengah-kecil. Terdapat suatu rumah yang cukup kecil dengan cat kusam dan halaman yang tidak terurus sama sekali. Pagar yang sudah berkarat dan tua menambah kesan mistis jika kau berpapasan langsung dengan rumah itu pada waktu malam hari.
Jika dibandingkan dengan rumah tetangga yang modern disekitar rumah itu. Jelas sangat tidak menyenangkan untuk dipandang. Tapi yah.... mau bagaimana lagi itu adalah tempat diriku bernaung. Jauh dari kehidupan yang serba canggih, disini Aku hidup dengan cukup mandiri.
Hanya ada Ayah dan Aku yang menetap disini. Seluruh keluargaku bahkan Ibuku berada jauh dari tempat ini. Lebih tepatnya mereka di luar negeri, bukan..... Akulah yang berada diluar negeri saat ini.
Berangkat dari Indonesia Aku menjenjang pendidikanku di Jepang. Ayah ingin Aku mendapatkan pengalaman belajar yang lebih baik daripada dirinya. Walaupun Aku sebenarnya ogah-ogahan untuk menetap di tempat ini karena tidak biasa berkomunikasi dengan orang-orang yang ada disini. Aku bahkan sempat merengek minta pulang saat pertama kali tiba di bandara.
Tapi itu tidak berguna sama sekali. Bahkan Aku sudah berusaha berpura-pura kerasukan setan agar Aku bisa pulang.
"AING MACAN! AING MACAN! MINTA PULANG!"
Yap, kurasa aktingku terlalu bagus. Pada akhirnya Aku dimasukan ke dalam kerangkeng oleh petugas keamanan dan Ayahku melihatku dari luar dengan tatapan kosongnya. Semenjak itu Aku berhenti untuk mengeluh dalam hidupku dan berjanji untuk tidak membuat Ayahku kerepotan selamanya.
4 tahun sudah Aku menjalani rutinitasku sebagai pelajar disini. Aku bisa bilang kalau tempat ini tidak buruk juga. Aku sudah terbiasa dengan kehidupan para warga yang mendirikan ruko kecil yang bisa difungsikan sebagai ladang bisnis.
Mulai dari cafe, toko elektronik, bengkel, toko busana, bahkan pemandian air panas dan spa pun membuat perumahan ini selalu ramai dibanjiri pengunjung saat hari libur.
Tidak heran sih tempat ini selalu ramai oleh wisatawan dikarenakan terdapat suatu tempat wisata atau destinasi terpopuler yang hanya ada ditempat ini. Saat Aku bertanya kepada mereka dimana letak tempat itu, ternyata tidak lain dan tidak bukan itu adalah rumahku yang angker.
Terima kasih rumahku, kau menjadikanku sebagai orang aneh yang menetap di suatu tempat yang aneh juga.
Ah yah.... Aku tidak bisa marah pada mereka karena itu memang faktanya sih. Ini adalah salahku dan salah Ayahku yang membiarkan tempat ini menjadi buluk dan kotor.
*KRIIIING KRIIIING
Suara alarm itu mengingatkanku satu hal.
Ops.... Sudah saatnya Aku berhenti melamun di dalam rumah. Ini adalah saatnya diriku berangkat sekolah.
Bye bye~ rumahku yang tengil. Aku akan kembali sore nanti.
ns3.135.223.175da2