
Chapter 1 : Pekerjaan Baru
29422Please respect copyright.PENANApZkLos4WMc
Pagi berganti siang saat Nurul pergi menemui Bu Resi dirumahnya. Sesuai janji, Bu Resi akan mengantarkan Nurul ke rumah kenalannya karena semalam Nurul sudah mengiyakan tawaran pekerjaan darinya untuk jadi pembantu rumah tangga di sana.
29422Please respect copyright.PENANAQyWP3qhcL6
Seperti biasa, Nurul tampil dengan pakaian yang sudah menjadi identitasnya selama ini sebagai seorang muslimah. Namun karena permintaan khusus dari suaminya, hari ini pun Nurul tampil agak sedikit beda.
29422Please respect copyright.PENANAyKax0C2UqP
Akhwat yang Ternoda
Ilustrasi Nurul
Baju kurung berwarna pastel serta jilbab lebar berwarna selaras membalut indah di tubuhnya, tak lupa pula sebuah cadar hitam yang menutup seluruh area wajahnya kecuali sepasang bola mata indah yang memikat hati siapapun yang menatapnya. Nurul juga tak lupa membungkus tangannya sedikit layaknya seorang akhwat sejati.
29422Please respect copyright.PENANAs1hX84Asm5
“Duh! Ibu lupa ngasih tau sesuatu deh sama kamu Dik” Bu Resi tampak sedikit ragu ketika melihat Nurul datang dengan pakaian kebesarannya.
29422Please respect copyright.PENANAn4mbqJXx9X
“Iya, kenapa bu?”
29422Please respect copyright.PENANAEh3Nsa4gYD
“Kenalan Ibu itu keluarga Non muslim Dik, jadi kayaknya mereka bakalan ragu deh kalau kamu pakai baju begini” balas Bu Resi ragu, dia takut menyinggung perasaan Nurul.
29422Please respect copyright.PENANAhaNPVQ3BlU
“Ah enggak kali Bu! Lagian kan pekerjaannya gak ada sangkut pautnya sama baju yang saya pakai” balas Nurul.
29422Please respect copyright.PENANAllKfnVJbYC
“Maksud Ibu bukan gitu atuh Dik! Kamu tau kan kalau Non muslim suka takut sama yang berpakaian kayak kamu. Dikira teroris atau apalah”
29422Please respect copyright.PENANA3yffffLhvq
Nurul pun tersenyum menanggapi kekhawatiran dari Bu Resi “Enggak semuanya juga kali Bu! Lagian kan juga nyoba dulu, kalau menurut temen Ibu saya gak cocok ya gapapa juga! Saya yakin kok kalau udah rejeki mah gak kemana” jawab Nurul mantap.
29422Please respect copyright.PENANABwr4p9Dyd5
“Tapi kamu gapapa kan Dik? Kerja di rumah orang yang beda sama kamu?” Bu Resi masih terlihat ragu.
29422Please respect copyright.PENANAK8B2smuXuG
“Gapapa Buk. Emangnya kenapa? Sama-sama manusia kok” jawab Nurul mantap.
29422Please respect copyright.PENANASS3u9Zu5yR
Memang di benak Nurul dia tidak pernah sekalipun membenci ataupun tidak suka dengan orang yang berbeda keyakinan dengannya.
29422Please respect copyright.PENANAJisAujq0ES
Nurul yakin kalau mereka juga percaya dengan yang namanya kebaikan. Dan setiap kepercayaan itu pasti mengarahkan penganut nya untuk jadi manusia yang lebih baik lagi. Jadi tidak ada gunanya saling membenci.
29422Please respect copyright.PENANAEg9H1YchSO
Hanya saja memang terkadang ada beberapa orang yang suka sekali melabeli orang lain berlandaskan apa agama atau kepercayaan yang dianutnya. Tapi Nurul yakin dari sekian banyak orang di muka bumi ini, mungkin hanya satu persen saja yang seperti itu.
29422Please respect copyright.PENANAW6sbEOWToP
Singkat cerita, akhirnya sekarang Nurul dan Bu Resi sudah berada di sebuah rumah di kawasan elit yang terletak tidak begitu jauh dari komplek perumahan mereka.
29422Please respect copyright.PENANAUcMjmHEXNT
Dengan menggunakan jasa ojek online, keduanya pun sampai dengan selamat di tujuan.
29422Please respect copyright.PENANAzZrY2eZqUA
Ilustrasi Rumah Majikam Nurul
Ilustrasi Rumah Majikam Nurul
Nurul sempat sedikit terpesona ketika pertama kali menginjakkan kakinya di rumah keluarga Primus. Tempat dimana dia akan bekerja jadi pembantu rumah tangga disana.
29422Please respect copyright.PENANAUSmWq5u6mX
Rumah itu terlihat megah dan besar, berwarna putih serta banyak sekali terlihat jendela disana-sini. Rumah berlantai dua tersebut adalah rumah yang dibangun dengan gaya arsitektur modern dan minimalis, khas rumah orang kaya masa kini.
29422Please respect copyright.PENANAfZPg7qx5ay
Halamannya pun tak kalah luasnya dimana banyak sekali terlihat tempat bersantai dan beberapa pohon besar yang lumayan rindang.
29422Please respect copyright.PENANAXrWWpU4677
“Di rumah ini cuma ada tiga orang saja Dik, Pak Primus, Ibu Susan, dan anaknya Sean” jelas Bu Resi saat mereka baru memasuki halaman.
29422Please respect copyright.PENANAJsRhKQYsXF
“Rumah segede ini cuma diisi tiga orang Buk?” Tanya Nurul tak percaya.
29422Please respect copyright.PENANAHsAdAWGWjG
“Iya! Namanya juga orang kaya. Mereka juga jarang di rumah kok, pada sibuk. Jadi kamu gak usah khawatir” balas Bu Resi.
29422Please respect copyright.PENANA3igavghv5s
Saat Nurul dan Bu Resi sampai di depan rumah, sebuah suara menyambut kedatangan mereka “Selamat datang, Jeng!” Ucap seorang wanita paruh baya yang berjalan mendekat ke arah mereka.
29422Please respect copyright.PENANAlFYkCh66mL
“Maaf Jeng agak telat!” Balas Bu Resi mendekat. Kedua wanita itupun saling cipika-cipiki sebagai sebuah salam.
29422Please respect copyright.PENANA1c55MW3grR
Ilustrasi Bu Susan - Akhwat yang Ternoda
Ilustrasi Bu Susan – Akhwat yang Ternoda
Nurul yang melihat sosok wanita yang menyambut Bu Resi pun cukup termangu dan kagum, karena wanita di depannya ini terlihat sangat mirip dengan selebgram yang benar-benar merawat penampilan. Kulitnya tak terlalu putih namun terawat, sama sekali tak terlihat seperti wanita tua.
29422Please respect copyright.PENANASVuHnJgqVX
“Oh iya kenalin! Ini namanya Nurul! Dia yang mau kerja disini” ucap Bu Resi memperkenalkan Nurul.
29422Please respect copyright.PENANAyQWSERaX1C
Nurul pun yang sadar langsung menjulurkan tangannya “Nurul Buk!” Ucapnya.
29422Please respect copyright.PENANAp89YVfQdlR
Namun wanita didepannya tersebut bukan malah menjabat tangannya namun berjalan mengitari tubuh Nurul yang terlihat canggung.
29422Please respect copyright.PENANARE9WauNduk
“Kamu yakin bisa kerja pakai baju begimin, mbak?” Tanya wanita tersebut berterus-terang.
29422Please respect copyright.PENANARnczm4fB4J
“In–insyaallah yakin Buk!” Jawab Nurul yang tergugup.
29422Please respect copyright.PENANAFbT6ZVVhl2
Tak ambil pusing, Susan hanya tersenyum sambil berkata “Jangan tegang gitu dong! Aku Susan, Panggil Mbak aja jangan panggil Ibu! Aku gak tuir-tuir amat“.
29422Please respect copyright.PENANAVXG9vUDn1g
“Baik Mbak” jawab Nurul mantap.
29422Please respect copyright.PENANAc7MafnGlzJ
“Aku suka yang gak bertele-tele gini” Ucap Susan semangat.
29422Please respect copyright.PENANAbXjEle4Vj5
“Ayo masuk dulu ke dalam! Kita bahas apa saja kerja yang akan kamu lakukan” tambah Susan kemudian mengajak Nurul.
29422Please respect copyright.PENANAXZ8U6X2QUf
Dalam hati, Nurul merasa gugup dan bahagia mendapati kalau calon majikannya nanti adalah orang yang baik seperti Susan. Bukan majikan-majikan kejam yang biasa dia lihat di sinetron jadul kesukaannya.
29422Please respect copyright.PENANAoE6xZMl25m
Apalagi sifat Susan yang terlihat sangat mudah berteman dan hobi sekali bicara membuat Nurul sedikit lega menjalani pekerjaan pertama dalam hidupnya ini.
29422Please respect copyright.PENANASNlujR9iER
Dari penjelasan Susan, akhirnya Nurul paham apa saja yang harus dikerjakannya nanti. Nurul hanya perlu datang pagi dan sore saja ke rumah ini.
29422Please respect copyright.PENANAbkraJfKtWX
Ketika pagi, Susan meminta Nurul untuk menyiapkan sarapan untuk suami dan anaknya, serta bersih-bersih dan mencuci pakaian. Susan berharap Nurul bisa datang pagi-pagi sekali karena suami dan anaknya berangkat sekitar jam setengah 8. Jadi sebelum mereka pergi, Nurul sudah harus menyiapkan sarapan untuk mereka.
29422Please respect copyright.PENANABvuYzWnnX1
Untuk sore hari, Nurul harus kembali membersihkan rumah, mengangkat jemuran, bersih-bersih kolam berenang dan halaman sekitar.
29422Please respect copyright.PENANAS4FL0qTyGI
“Tapi yang paling penting! Kalau kamu lihat hal yang aneh-aneh, kamu diam saja ya!” Ingat Susan pada Nurul sambil tersenyum nakal.
29422Please respect copyright.PENANAPPzrfvHl7f
“Aneh maksudnya gimana Mbak” tanya Nurul penasaran apakah ada hantu di rumah ini.
29422Please respect copyright.PENANAdS96KxSygp
“Hihihihi. Ntar kamu juga tau sendiri” kikik Susan bermain rahasia.
29422Please respect copyright.PENANAq7LRrzJJQy
Nurul pun tak mau melanjutkan pertanyaannya karena dia tidak mau dianggap tidak sopan. Lebih baik menurut saja dan lakukan seperti apa yang sudah diberitahukan. Toh tugasnya disini adalah sebagai pembantu, bukan tukang gosip yang hobinya cari-cari bahan omongan.
29422Please respect copyright.PENANA5vELwrJm0E
Ilustrasi Haris, Suami Nurul
Ilustrasi Haris, Suami Nurul
Jadilah di hari berikutnya, Nurul sudah mulai bekerja dirumah Susan sebagai pembantu. Jam 6 pagi, Nurul sudah sampai disana dengan diantar langsung oleh Haris suaminya.
29422Please respect copyright.PENANAUwwGqL4BQb
“Umi baik-baik saja kan?” Tanya Haris sedikit agak khawatir.
29422Please respect copyright.PENANAhpfRSO2GDC
“Iya Bi! Abi tenang aja! Nanti jam 10 Umi bakalan pulang dan ikut nganterin Abi ke bandara”
29422Please respect copyright.PENANA6EdBnJx29W
“Yaudah kalau gitu, hati-hati ya! Assalamualaikum” ucap Haris menstarter motornya.
29422Please respect copyright.PENANAfvkTNX29mL
“Waalaikumsalam” jawab Nurul.
29422Please respect copyright.PENANA6b3rH0k2i7
Kemudian setelah kepergian suaminya, Nurul pun melangkah masuk ke dalam rumah dengan menggunakan kunci cadangan yang sudah diberikan Susan padanya.
29422Please respect copyright.PENANAHOrqZ0uT0f
Langit masih terlihat agak gelap dan biru saat Nurul sudah mulai pekerjaan pertamanya yaitu memasak sarapan pagi untuk kepala keluarga dan si tuan muda.
29422Please respect copyright.PENANAxxfb0gPh5c
Dari penuturan Susan, suami dan anaknya sangat suka sarapan dengan nasi goreng dan bubur, untuk itu kali ini Nurul memutuskan untuk memasak nasi goreng saja di hari pertamanya. Karena selain tidak terlalu ribet, bahan-bahannya pun masih gampang dan Nurul tidak perlu belanja ke pasar dulu.
29422Please respect copyright.PENANAGwzpW1gzZm
Selang beberapa menit berada di dapur, Nurul dikagetkan dengan sebuah suara “Mmmmm wangi banget” ucapnya berkomentar “kamu yang gantiin Dini ya?” tanya suara pria tersebut.
29422Please respect copyright.PENANAqrlfREj8g5
Ilustrasi Primus
Ilustrasi Primus – Akhwat yang Ternoda
“I–iya Pak” jawab Nurul canggung dan kaget mendapati kalau sang kepala rumah tangga sudah bangun. Ya, dia adalah Pak Primus.
29422Please respect copyright.PENANANvL8V3aFNz
“Panggil Mas aja! Ketuaan kalau dipanggil bapak” Ucap Pak Primus beranjak duduk di meja makan.
29422Please respect copyright.PENANATpr2nyRoQc
Nurul merasa aneh dengan sikap kedua suami istri yang menjadi majikan barunya ini. Mereka sama sekali tidak mau di panggil dengan sebuatan bapak dan ibu meskipun sebenarnya panggilan tersebut sangat cocok untuk keduanya dan terdengar sopan serta berwibawa.
29422Please respect copyright.PENANAkZ3E1K6Jrb
Pak Primus sudah berusia 40 tahunan lebih, selisih 14 tahun dengan Nurul. Wajahnya lumayan macho, sangat mirip dengan pemain film laga dan posturnya pun tinggi tegap layaknya tentara.
29422Please respect copyright.PENANAgCcY0436V2
“Nama kamu siapa?” Tanya Pak Primus menatap punggung Nurul yang sedang memasak, tatapannya kemudian langsung turun ke arah bongkahan pantat Nurul yang terlihat menonjol meski terbalut baju kurungnya yang berwarna Pink.
29422Please respect copyright.PENANAtPJEQ2keTA
“Nu–Nurul Pak!” Jawabnya sangat gugup. Nurul tidak mengerti kenapa dia merasa seperti sedang di tatap dalam oleh Pak Primus meski dia tidak dapat melihatnya. Bulu kuduknya langsung berdiri tidak nyaman merasakan tatapan tersebut. Namun dia mencoba untuk tidak berbalik badan.
29422Please respect copyright.PENANA8x6fIgz2yO
“Ooh Mbak Nurul. Saya Primus!” Ucapnya mencoba berkenalan. Namun karena masih gugup, Nurul pun hanya diam dan terus melanjutkan kegiatannya.
29422Please respect copyright.PENANAqxULInASYe
“Kamu gak kepanasan pakai baju seperti itu?” lanjut Pak Primus sudah mencoba mengakrabkan dirinya.
29422Please respect copyright.PENANAaiXjwbqMSo
“Enggak Pak! Udah biasa” jawab Nurul berbohong. karena selama ini dia tidak pernah memasak memakai pakaian lengkap seperti ini.
29422Please respect copyright.PENANAULDArWkQFD
“Hebat ya!! kalau itu Susan pasti udah ngomel-ngomel panas duluan”
29422Please respect copyright.PENANA6Dmp4WohuV
“Karena memang budayanya beda, pak” jawab Nurul singkat. Tidak tau kenapa dia semakin risih saja berdua dengan Pak Primus.
29422Please respect copyright.PENANAuo9gAKG6XS
Tapi tampaknya tidak ada tanda-tanda kalau pria tersebut akan pergi, malah sebaliknya, Pak Primus terlihat tertarik dengan sosok Nurul “Kamu udah menikah Mbak???“tanyanya lagi.
29422Please respect copyright.PENANAGUTbvaNZcZ
“Sudah Pak!”
29422Please respect copyright.PENANAeRDZjxqpbP
“Udah punya anak?”
29422Please respect copyright.PENANAD1NOJzRNt6
“Belum Pak!”
29422Please respect copyright.PENANACaQuoIM32s
“Kenapa??”
29422Please respect copyright.PENANAGsyuUyZ5sY
“Gak tau” jawab Nurul cuek.
29422Please respect copyright.PENANAT2ZfzqPz5T
Sepersekian detik berikutnya baru dia tersadar, jawabannya tak sopan “Eh, itu! maksudnya belum! belum rejekinya” jawab Nurul Salah tingkah.
29422Please respect copyright.PENANAenCt0Kx2qX
Pak Primus yang melihat tingkah salting dari Nurul, tersenyum nakal “Suami Mbak kurang jago kali bikinnya” pancing Pak Primus langsung.
29422Please respect copyright.PENANAuwq0av8JMm
Karena tidak terima dengan perkataan Pak Primus yang terkesan melecehkan Haris suaminya, Nurul pun membalikkan badannya menatap Pak Primus yang ternyata juga langsung menatap matanya.
29422Please respect copyright.PENANAdgYZheeFDh
Akan tetapi amarah yang tadinya ingin dia lepaskan, langsung berubah jadi nyali yang ciut begitu saja ketika dia menatap Pak Primus. tatapannya tersebut sangat lekat hingga membuat Nurul seperti merasa sedang ditelanjangi olehnya.
29422Please respect copyright.PENANARDy1EiETOX
“Eheeemmm… selamat Pagi” sebuah suara memecah keheningan antara Pak Primus dan Nurul.
29422Please respect copyright.PENANAt7WHgc5lwF
Ilustrasi Sean - Akhwat yang Ternoda
Ilustrasi Sean – Akhwat yang Ternoda
“Pagi Sean” balas Pak Primus santai.
29422Please respect copyright.PENANAiqhN6IyYQd
Nurul pun segera kembali membalikkan badannya dengan suasana hati yang bergemuruh dan jantung yang begitu kencang, dia tidak menyangka kalau dia hampir saja marah kepada Pak Primus di depan anaknya sendiri.
29422Please respect copyright.PENANA2OfXGnA7k7
Dan tentu saja itu tidak akan berakhir baik pada pekerjaannya sendiri. Tapi untunglah dia dapat menahan dan tidak terjadi apa-apa.
29422Please respect copyright.PENANAklwIASKysf
Selang beberapa menit, Nasi goreng yang dimasak oleh Nurul pun akhirnya matang. Dengan telaten, dia pun menyiapkan dua buah piring serta langsung meletakkannya diatas meja makan.
29422Please respect copyright.PENANAfTUDwohXRY
“Silahkan Pak! Den!” ucap Nurul.
29422Please respect copyright.PENANAAh69ev0LEc
“Loh! Mbak Nurul gak ikutan kita sarapan???” tanya Pak Primus.
29422Please respect copyright.PENANAKXWbDfzWW7
Nurul menggeleng kaku “Enggak Pak! saya nanti saja” jawab Nurul melirik ke arah Sean yang sudah mulai menyendok sarapannya. Nurul lebih khawatir apabila nasi goreng buatannya tidak enak dan tak sesuai dengan selera keluarga ini.
29422Please respect copyright.PENANAkYutaA3DZp
Namun tampaknya Nurul tidak perlu khawatir akan hal tersebut karena usai sendokan pertamanya, Sean langsung berkomentar “Nasi gorengnya enak” puji anak lelaki yang berusia 17 tahun tersebut. Tapi dia tidak tidak menatap Nurul ketika dia mengucapkannya.
29422Please respect copyright.PENANANM5lERgp4V
“Bener, lebih enak dari masakan Dini! Apalagi mama, kalah jauh kalo bikin ginian!” ucap Pak Primus yang ternyata juga telah mencicipi sarapan buatan Nurul dan Dini adalah nama pembantu mereka sebelumnya.
29422Please respect copyright.PENANAOt7on2flNO
Tapi seketika Sean langsung berhenti makan ketika mendengar nama tersebut diucapkan ayahnya “Itu karena Dini bukan pembantu!!!” bentaknya keras dan memukul meja. Nurul langsung kaget bukan main ketika melihat Sean yang seperti anak Pendiam tersebut, seketika jadi pemarah setelah ayahnya menyebut nama pembantu mereka sebelumnya.
29422Please respect copyright.PENANAuUaLclL6ke
Pak Primus pun tersenyum ke arah Nurul “Biasa! anak remaja emang suka emosian sama orang tua” Ucap Pak Primus menjelaskan ketika Sean dengan kesal pergi meninggalkan meja makan.
29422Please respect copyright.PENANAd2Qa7q18Wu
Nurul pun terheran-heran melihat kejadian yang baru saja terjadi di depan matanya.
29422Please respect copyright.PENANArJZfZi6nwH
Sebenarnya, Siapa Dini???????
29422Please respect copyright.PENANA7tQKQP9GDI