"Manusia!"524Please respect copyright.PENANAk4TGZm0eeZ
524Please respect copyright.PENANAtUPKGz6TWB
- Bill524Please respect copyright.PENANAeVzxuPUz2q
524Please respect copyright.PENANAkZpH3Qz8Dg
524Please respect copyright.PENANAnwfNsajonb
524Please respect copyright.PENANAwi6BvVJJnq
524Please respect copyright.PENANAwUyjWJeU0q
****524Please respect copyright.PENANAJBUZOatk1O
524Please respect copyright.PENANA5WuLPSzFjz
524Please respect copyright.PENANAHrEA1r1Zhz
524Please respect copyright.PENANAqPezgUAzHC
524Please respect copyright.PENANAQ7TyxzDQcy
Sepasang mata berwarna Tembaga terbelalak memperhatikan awas benda yang ada dihadapanya. Wajahnya berubah tegang, saat benda yang tengah ia pandangi kini bergetar serta mengeluarkan suara desingan kasar yang membuat tenggorokanya mengering hingga suaranya tercekat tak mau keluar.
Bill tidak ada akal mengenai benda ini. Bentuknya bulat dengan ukuran sebesar kendaraan yang dapat mengangkut satu orang didalamnya. Benda ini terbuat dari besi atau seng atau hal semacam itu sehingga memungkinkan terjadinya pengkaratan di beberapa bagian sisi badan benda.
Terdapat lampu lampu kecil yang kini tengah menyala hidup-mati secara konstan yang mengelilingi sisi atas lingkarannya, menyambung ke bagian bawah hingga bertemu lagi ke bagian sebelumnya. Ukiran aneh melingkar Horizontal membelah barisan lampu dengan list keemasan diantarnya.
Kini ia terseok mundur, kaki kurusnya nya melemah. Begitu juga dengan seluruh tubuhnya. Dia terperangah, tak bergeming saat getaran pada benda bulat tersebut semakin mengencang dan barisan lampu kecil menyala terang secara bersamaan. Tak lagi menyala hidup-mati seperti tadi.
Bunyi tuas menyusul setelah itu, di ikuti dengan sisi depan yang ternyata berupa lempengan tipis bergerak pelan keatas kemudian mendadak berhenti. Sehingga bentuknya hanya terbuka setengah.
Melihat itu, bill terjengkang kebelakang beserta mulutnya yang menganga lebar. Kedua lengannya bergetar menahan beban tubuh yang- meski tidak besar, namun cukup berat untuk tangannya yang kurus. Celana belakangnya basah hingga bagian pinggang. Sebab genangan air bercampur tanah sisa pembersihan benda tersebut ia duduki.
Bill memang merasa cemas. Namun, rasa ingin tahu mengalahkan rasa takutnya. Ia memutuskan untuk bangkit, kemudian membuka paksa bagian sisi yang terbuka setengah tadi. tangan kurusnya ia kerahkan untuk menarik lempengan ke atas hingga buku buku jarinya memutih dan muka tirusnya memerah beserta urat urat halus yang muncul disepanjang leher.
Bunyi gemeretak terdengar saat Bill berhasil membuka lempengan sepenuhnya. Sesuatu didalam sana membut mata Bill berkunang kunang. Untuk anak berumur tiga belas tahun yang belum pernah pergi berpetualang ataupun memiliki cukup banyak pengetahun, sesuatu didalam sana benar benar membuat bill merasa bahwa ia sedang dicandai alam mimpi.
Tapi dia sadar, bahwa sinar matahari yang menyengat kulitnya kini adalah nyata, bahwa bau besi berkarat yang sejak tadi ia cium juga nyata, dia sedang tidak bermimpi. Tidak untuk saat ini.
Bill berjalan mundur dengan gugup. Tangan nya teracung, menunjuk kearah benda bulat berkarat yang sudah sepenuhnya terbuka. Dia menelan ludah berkali kali, membahasi kerongkongan agar suaranya bisa keluar. Dengan tubuh gemetar hebat, dan keringat yang mengalir deras, Bill akhirnya mengeluarkan kata yang sejak tadi berkumpul sesak didalam fikirannya.
"Ma.. manusia"
***
524Please respect copyright.PENANAyJ4zM2fFvr
Novel ini cerita pertama saya Dan Semoga kalian suka dengan karya saya. Saya usahakan selalu konsisten untuk publis setiap hari RABU dan SABTU.524Please respect copyright.PENANA9ikhM4brlX
524Please respect copyright.PENANA1EK8rrbLaN
524Please respect copyright.PENANAQu2B0zFk3x
524Please respect copyright.PENANAe2tBwEbraA
524Please respect copyright.PENANAzDOzXE2BZd
Jangan lupa vote dan komment :)524Please respect copyright.PENANAYHnDsHPm80
524Please respect copyright.PENANAUyIPcTZ3GV
524Please respect copyright.PENANAECOscDes2P
524Please respect copyright.PENANAsjHGn3kkW9
524Please respect copyright.PENANArVSlMeHPmj
- alfa524Please respect copyright.PENANA07XUQlC3OU
524Please respect copyright.PENANAaSLwPSoEIA
524Please respect copyright.PENANAp4nKcIz2zo
524Please respect copyright.PENANA2WM1XCrWxq
524Please respect copyright.PENANAcA4lp47w7i
524Please respect copyright.PENANAw5ZRSMQuya
524Please respect copyright.PENANAc6Xq9fK5Er
524Please respect copyright.PENANAKLbKm8LOW5
524Please respect copyright.PENANA2aognwHnax
524Please respect copyright.PENANA2WaURfFvvz
524Please respect copyright.PENANAjVu9iKo0Rc
524Please respect copyright.PENANAftm8bDGzVk
524Please respect copyright.PENANAQikJ25W2vM
524Please respect copyright.PENANA328U81NGeU
524Please respect copyright.PENANA74hVgrkkZy
524Please respect copyright.PENANAKaOsPf0Wz0
524Please respect copyright.PENANAzO47JhB9dl
524Please respect copyright.PENANAtC6W1qKYqy
524Please respect copyright.PENANAHz751COByv
524Please respect copyright.PENANA4lRDFvOkhF