
Aku melenguh keras saat lidah Anri membelasi kepala penisku, penuh nafsu kumaju mundurkan penisku dalam kerongkongannya hingga membuat Anri mengap-mengap menelan penisku. Tidak sampai dua menit, aku ejakulasi di mulutnya … kudekap kepala Anri dengan pahaku hingga membuatnya terpaksa menelan spermaku yang kental.
1955Please respect copyright.PENANA8g6P5hPuNp
“Ahh…! Ahhh!”
1955Please respect copyright.PENANAqSbb7GEgzN
Anri mengap-mengap, saat aku mencabut penisku dari mulutnya … ia terlihat ingin menangis, namun aku tak perduli, dan mulai melucuti celananya beserta celana dalamnya. Anri kini telanjang bulat, ia malu-malu menutupi selangkangannya dengan talapak tangan kiri, sementara tangan yang lain menutupi dadanya.
1955Please respect copyright.PENANAsZ0i89uGEz
“Gak usah malu gitu Tante, aku tahu kok kamu udah basah di bawah sana, lihat nih,” kataku sembari menujukkan telapak tangan kiriku yang mengkilap karena lendir Anri.
1955Please respect copyright.PENANA5Mx1apRBH7
Kudekati Anri, lalu kupeluk dia, dadaku, dan payudaranya bertemu dari situ aku bisa tahu kalau jantungnya sekarang tengah berdegup kencang. Aku tersenyum lalu mencumbui lehernya, Anri mengelak, namun aku tetap memaksa sambil tanganku bergerak ke bawah, dan meremas bongkahan pantatnya yang besar.
1955Please respect copyright.PENANAZH4j6UwPHU
“Ahhh! Ouhhh! Ahhh!”
1955Please respect copyright.PENANAmxksP5Y7aZ
Anri mendesis, tubuhnya mengejang kuat sepertinya dia mencapai ejakulasi pertamanya. Dari bawah aku bisa merasakan muncratannya di antara pahaku. Setelah keluar dia cukup menurut, saat kurebahkan dirinya dan naik ke atas tubuhnya, dia hanya pasrah.
1955Please respect copyright.PENANAQ0Tnup2BvO
“Tante aku pengen,” kataku memohon.
1955Please respect copyright.PENANAeqvUG7dh2F
“Jangan Naoya-kun! Aku ini ibu dari temanmu, jangan lalukan itu. Kumohon Naoya-kun,” kata Anri.
1955Please respect copyright.PENANACnkdWyWSp3
“Maaf Tante, aku melihatmu sebagai seorang wanita. Aku mencintaimu Tante, izinkan aku untuk memilikimu Tante,” kataku seraya mengarahkan penisku masuk ke vaginanya.
1955Please respect copyright.PENANAbrU7sB09PB
“Tidak! Jangan Naoya-kun! Kalau kau lakukan kau tak bisa kembali lagi jangan Naoya-kun! Jangan serahkan perjakamu pada wanita tua seperti Tante!”
1955Please respect copyright.PENANAyBSu4iYqVx
“Gak masalah kok Tante, aku senang kau adalah yang pertama bagiku, sekarang terimalah batangku!”
1955Please respect copyright.PENANARlnEd3vMdu
Jlep!
1955Please respect copyright.PENANAWACHKPTPL8
“Ahhhhh!”
1955Please respect copyright.PENANAW6uwINTJBO
“Ugh!”
1955Please respect copyright.PENANABu8M63pCd7
Rasanya sangat hangat saat kepala penisku masuk dalamvaginanya, secara naluri aku mulai menggenjotkan penisku maju mundur dalamselangkangan Anri. Anri memberontak, namun tak bisa berbuat apa-apa saat aku menggenjotnya dengan penuh semangat, perlahan rontaannya berubah menjadi desahan, payudaranya yang besar itu bergoyang-goyang mengikuti hentakan pinggulku.
1955Please respect copyright.PENANACdYZPZsC6j
Beberapa menit kemudian aku orgasme, kupercepat genjotanku, dan kumuntahkan cairan putih itu ke rahimnya. Anri sempat ingin mendorongku, tapi aku memaksakan untuk keluar di dalam tubuhnya. Tubuh kami mengejang secara bersamaan, spermaku memenuhi vaginanya, dan saat kucabut vagina itu mengangga lebar.
1955Please respect copyright.PENANAOrRwdzI0uR
“Tante! Ahh! Vaginamu yang terbaik! Hah! Tante.’
1955Please respect copyright.PENANAcCyQUOJmmq
Kucium kembali bibir Anri, lalu kuubah posisinya untuk merangkak, dan bersiap untuk doggy style.
1955Please respect copyright.PENANAl89cJV22rQ
“Jangan Naoya-kun, jangan keluar di dalam lagi! Tante mohon plis!” kata Tante Anri saat aku hendak memasukkkan penisku.
1955Please respect copyright.PENANA3BQi359VLY
Aku menggaruk kepala.
1955Please respect copyright.PENANAIGyXR7AxW5
“Tante punya kondom?” tanyaku.
1955Please respect copyright.PENANAEuSy0GMRZr
“Ada di laci Tante, plis tolong jangan keluar di dalam lagi Naoya-kun.”
1955Please respect copyright.PENANAu3OYvbtjEh
Aku lalu bergerak turun ranjang, mengambil kondom yang Anri maksud, dan memakainya menutup penisku. Segera setelah memakainya, aku langsung bertempur kembali dengan Anri, dengan gaya doggy style aku bisa lebih leluasa menyodok vaginanya.
1955Please respect copyright.PENANA4vTX9JtkNA
“Ahhh! Ahhh! Naoya-kun Ahhh! Ahhh!”
1955Please respect copyright.PENANAKfOH9RUlIx
Anri sepertinya sudah lupa alasan utamanya dia melakukan ini, begitu juga denganku yang larut dalam kenikmatan duniawi itu. Malam itu kami berdua terus bercinta sampai subuh tiba, aku tak membiarkan Anri beristirahat malam itu, sekitar 14 kondom telah terisi penuh spermaku, dan saat subuh tiba aku segera mandi, dan kembali ke kamar Moriya meninggalkan Anri yang sudah tak karuan dengan belasan kondom berserakan di ranjang, dan tubuhnya.
1955Please respect copyright.PENANAOX6qrHOHtF
*****
1955Please respect copyright.PENANA1Q6yuzDedA
Paginya kami bertiga sarapan bersama di ruang makan, saat sarapan Anri terlihat malu-malu saat menatapku yang dengan lahap mengunyah sup yang ia bikin padaku. Aku hanya tersenyum simpul saat melihatnya yang gugup saat aku menatapnya, segera kuarahkan kakiku menuju pahanya yang langsung membuat ekspresi Anri berubah.
1955Please respect copyright.PENANAMeY1WKvJmB
“Ada apa Ibu?” tanya Moriya yang keheranan melihat perubahan ekspresi Anri.
1955Please respect copyright.PENANAX9inicQkk9
Anri hanya menggeleng, aku semakin berani meraba pahanya yang besar dan mulus itu dengan telapak kakiku. Dia agak risih saat aku melakukannya, ekspresinya seperti seekor kelinci yang sedang dalam musim kawin saat itu.
1955Please respect copyright.PENANANsyGMVlzrO
“Abis ini aku pulang ya Moriya, makasih makanannya,” kataku pada Moriya.
1955Please respect copyright.PENANA08OSm0Ku3g
“Ya, sering-sering ke sini Naoya, dan juga tingkatkan lah skillmu … masak setiap kali kita main aku yang bantai mulu.”
1955Please respect copyright.PENANAf2yfY5oKu1
Aku rada kesel mendengar ledekan Moriya, namun tujuan utamaku sudah tercapai … setelah sarapan aku pun pergi dari rumah Moriya. Tak lupa sebelum pergi kuucapkan salam perpisahan dengan meremas pantat tebal Anri ibu temanku itu.
1955Please respect copyright.PENANAkVcN3zg140
****
1955Please respect copyright.PENANAYO6vzOHstE
Sejak hari itu, setiap saat aku bermain ke rumah Moriya aku selalu memakai Anri, setidaknya seminggu 5 kali. Berkali-kali kubuat Anri muncrat dengan penisku, dan kuperkosa dia di setiap penjuru rumahnya sendiri.Aku benar-benar kecanduan akan seks dengannya, hingga suatu ketika saat Moriya tak ada di rumah, aku datang sendiri ke rumah Anri untuk bercinta dengannya.
1955Please respect copyright.PENANARXf6aDAxvR
“Tante aku kangen,” ucapku sambil memeluk Anri dari belakang, dan meremas dua payudaranya yang besar.
1955Please respect copyright.PENANAOiYWIiCneT
“Naoya-kun, ahhh!” balas Anri yang sepertinya sudah kecanduan akan penisku.
1955Please respect copyright.PENANAzk3tshfOB3
“Tante, kita main ke hotel yuk,” ajakku.
1955Please respect copyright.PENANA9NB3tkRBzN
“Eh, hotel?”
1955Please respect copyright.PENANABygEZ2z5hS
“Iya, aku bosen ngentot di sini mulu … sekali-kali pengen coba hal baru.”
1955Please respect copyright.PENANApeKvfnNogB
“Tapi, kalau dilihat orang gimana?”
1955Please respect copyright.PENANATcHnfU0fbz
“Shtt! Gausah khawatir Tante, kamu nyamar aja pake masker dan topi, hehe.”
1955Please respect copyright.PENANAgc4p6AVp7M
Akhirnya setelah kubujuk Anri mau ke hotel bersamaku, sebelum pergi kusuruh dia memakai jaket panjang yang menutup sampai kaki, dan kupaksa dia untuk bugil tanpa daleman. Anri awalnya menolak, tapi aku memaksanya dengan keras hingga akhirnya dia mau.
1955Please respect copyright.PENANAkOrq8bdy4U
“Naoya-kun, ini memalukan…”ucap Anri yang merasa tak nyaman tak mengenakan apa pun di balik jaket coklat panjangnya.
1955Please respect copyright.PENANAUkRukSG8mC
“Gak papa, Tante kamu terlihat seksi dengan itu. Oh iya nambah ini boleh juga gak Tante,” ucapku sambil mengeluarkan sebuah vibrator kecil dengan sebuah remot kontrol.
1955Please respect copyright.PENANAlR8Ftpx5KP
“Itu… jangan! Ahhh!”
1955Please respect copyright.PENANA5INoKq8yal
Kusingkap rokAnri, lalu kucolok vaginanya yang becek dengan jariku … kuambil selotip lalu kurekatkan vibrator itu ke klitorisnya. Anri mengejang hebat saat vibrator itu menyentuh bagian paling sensitifnya. Kucium bibirnya untuk membuatnya tenang, lalu kupeluk dia dengan hangat.
1955Please respect copyright.PENANAjgzBnCMuhJ
“Kamu cantik banget Tante, aku suka padamu,” pujiku.
1955Please respect copyright.PENANA4ZT1wcXlUa
“Naoya-kun, kamu gombal,” jawab Anri tersipu.
1955Please respect copyright.PENANAGiR5oGG8La
Setelah semuanya siap, kami berdua keluar bersama dengan mobil Anri … sepanjang perlahanan tanganku tak bisa diam, bergerak ke selangkangannya, dan mencolok-colok vaginanya. Anri terus menepis, tapi aku tetap bermain dengan selangkangannya sampai kami tiba di hotel yang letaknya jauh dari rumahnya.
1955Please respect copyright.PENANAMtE790u1lm