Kuperhatikan Mama yang sedang merapikan isi laci meja. Ia cuma memakai kaus merah ketat, tanpa memakai celana. Pantatnya yang besar dan mengkilap terlihat jelas.
29241Please respect copyright.PENANAhZoycFvNVO
Meski sudah tujuh tahun aku berhasil memperbudaknya, aku gak pernah bosan melihat tubuh Mama. Kakek orang Arab dan Nenek orang Jawa, hasilnya Mama memiliki kulit cokelat eksotis seperti orang Jawa, sedangkan tetek dan pantatnya besar seperti orang Arab.
29241Please respect copyright.PENANAjObeds2qx3
Dulu aku cuma bisa membayangkan seperti apa Mama kalau telanjang. Tapi sejak kejadian tujuh tahun lalu, aku bisa menyuruhnya buka baju kapan pun aku mau.
29241Please respect copyright.PENANAW4D136oY9i
Sudah gak terhitung berapa kali aku mengentotnya. Aku selalu memakai kondom agar Mama gak hamil atau aku hajar saja anusnya, toh rasanya hampir sama. Meski usia Mama sudah 55 dan memeknya longgar, aku tetap rutin memasukkan kontolku ke dalamnya setiap kali Ayah pergi dinas ke luar kota.
29241Please respect copyright.PENANApaBW9Pa16P
Mengentot Mama kandung memang pengalaman luar biasa, tapi lebih seru lagi ketika menyuruhnya telanjang di tempat umum.
29241Please respect copyright.PENANAYqsYwnd1FU
Sambil melamun memperhatikan pantat Mama, pikiranku terbang ke tujuh tahun lalu.
29241Please respect copyright.PENANAsBTDWdVMG8
….
29241Please respect copyright.PENANAnk9dohrsBV
“Tutup bukunya. Belajar di rumah ya,” ujar Mama. Teman-temanku memasukkan buku tulis ke ransel. Ada yang langsung lari keluar kelas, ada juga yang ngobrol.
29241Please respect copyright.PENANAp3aY0J17fw
Aku menguap. Ingin sekali segera pulang dan tidur, tapi aku biasanya harus menunggu satu jam lagi karena Mama harus mengurus berkas-berkas di kantor guru dulu.
29241Please respect copyright.PENANAh4m52xDPnj
“Sudah lapar?” tanya Mama.
29241Please respect copyright.PENANAsvj2d0FGvz
Aku menggeleng. “Aku ngantuk.”
29241Please respect copyright.PENANASEghMNr1LR
Mama mengelus rambutku. “Mama mau mengecek soal ulangan dulu, tunggu sebentar di kelas atau kalau kamu mau menunggu di ruang guru juga boleh.”
29241Please respect copyright.PENANAyCMB3Nq7P7
“Di sini ajalah Ma. Males ketemu Pak Solihin,” kataku.
29241Please respect copyright.PENANA5YumV47QE3
“Huuus jangan begitu. Kalau orangnya denger gimana,” ujar Mama. Ia mengapit buku-buku pelajaran, lalu pergi.
29241Please respect copyright.PENANALF3pbx64TR
Kulipat tanganku ke atas meja. Lima detik kemudian aku tertidur.
29241Please respect copyright.PENANAz5D7oq4REL
Aku mengucek mata. Aku sendirian di kelas. Pintu kelas masih terbuka lebar dan memperlihatkan langit mendung.
29241Please respect copyright.PENANAAEtmIJf1KM
Kunyalakan smartphone yang dari tadi tergeletak di atas meja.
29241Please respect copyright.PENANAacKKEFUQBT
Jam setengah dua siang. Aku tertidur selama satu setengah jam dan Mama seharusnya sudah selesai dengan pekerjaannya.
29241Please respect copyright.PENANAg541XKF3Fd
Kuambil ranselku, lalu aku berjalan menuju ruang guru.
29241Please respect copyright.PENANAypC5XC8S7f
Cuma ada dua sepeda motor di tempat parkir. Satunya milik Mama, satunya lagi milik Pak Solihin. Semua guru tampaknya sudah pulang, kecuali Mama dan Pak Solihin.
29241Please respect copyright.PENANA5jY5lxbrx9
Meski di desa, sekolahku memiliki ruang guru yang cukup luas. Padahal jumlah gurunya hanya sepuluh orang. Satu orang guru bisa mengajar dua pelajaran. Seperti Mama yang mengajar Matematika dan Bahasa Indonesia.
29241Please respect copyright.PENANAud9iYuiZw8
Aku berjalan sambil melamun. Satu-satunya yang menarik di sekolah cuma Mama. Kalau Mama bukan guru, mungkin aku sudah bolos ke sana kemarin, mencari kesibukan lain.
29241Please respect copyright.PENANAa8qEB3wgQ1
Mama adalah keturuan Arab dan Jawa. Wajahnya tergolong cantik, tapi aku lebih suka memperhatikan tetek dan pantatnya yang besar. Kalau dia menulis di papan tulis, mataku fokus mengamati pantatnya yang bergerak. Sayangnya ia selalu mengenakan jilbab sehingga sulit melihat belahan teteknya. Bahkan di rumah pun ia memakai daster longgar yang menutupi seluruh tubuhnya.
29241Please respect copyright.PENANA6O8QBcJRbN
Aku menebak warna pentil Mama. Mungkin cokelat tua, mungkin juga cokelat muda. Yang pasti gak pink seperti pentil pemain JAV.
29241Please respect copyright.PENANAfOmOpj8a7y
“Aaaaah!”
29241Please respect copyright.PENANAesFp5rH5Mv
Aku terpaku di depan pintu ruang guru. Itu jelas suara Mama. Ada masalahkah dia?
29241Please respect copyright.PENANAomcAT0I3l6
“Kecilin suaramu. Anakmu masih di sini kan?” ujar suara pria yang aku yakin milik Pak Solihin.
29241Please respect copyright.PENANA3Vnsbuh3Sk
Kudorong pintu sepelan mungkin supaya bisa melihat apa yang mereka lakukan. Untuk pertama kalinya, kedua mataku melotot sampai mau copot.
29241Please respect copyright.PENANA8nCdF7hWSE
Mama berbaring di meja lebar dengan kedua kaki mengangkang, sementara Pak Solihin berdiri di tengah-tengah kakinya. Tubuh Pak Solihin bergerak maju mundur, memompa tubuh Mama sampai meja itu berdenyit.
29241Please respect copyright.PENANAT8KlyAQ8aq
Keringat dingin bercucuran di keningku. Ini skandal antar guru dan dilakukan ibuku sendiri!
29241Please respect copyright.PENANAReSzsWkS30
Celanaku mengetat. Kusadari ternyata aku menikmati adegan itu.
29241Please respect copyright.PENANAvQhGg9vvq4
Kukeluarkan batang kontolku yang sudah mengeras. Astaga kepala kontolku memerah! Kukocok kontolku sambil melihat memek Mama yang dipompa Pak Solihin. Sebentar saja kontolku sudah memuncratkan sperma banyak sekali.
29241Please respect copyright.PENANA0MFJYpFb43
Rasanya lega sekali, tapi kontolku masih mengeras. Melihat paha Mama yang berkeringat membakar gairahku.
29241Please respect copyright.PENANAMrBT7KaaGN
Momen ini harus diabadikan. Kuambil smartphone dari saku celana, kunyalakan kameranya, lalu kuarahkan ke mereka.
29241Please respect copyright.PENANAnFcudVVEnr
Adegan itu berlangsung lima menit. Pak Solihin mencabut kontolnya dari memek Mama. Ia menarik ujung kondom yang menempel di kontolnya, lalu melepasnya.
29241Please respect copyright.PENANAHJxIfeEako
Aku buru-buru memasukkan kembali smartphone ke saku celana dan berbalik mau pergi. Tapi sepatuku menyentuh cairan kental di lantai.
29241Please respect copyright.PENANAVMOTm051xI
Ah hampir saja aku lupa membersihkan spermaku di lantai!
29241Please respect copyright.PENANAGJQkRQISyN
Kugosok lantai itu sebersih mungkin dengan kaus olahraga dari ranselku. Setelah itu aku langsung berbalik pergi.
29241Please respect copyright.PENANAPIn1vCfQzH
Jantungku berdegup kencang.
29241Please respect copyright.PENANAzuEBafkws9
Mama selingkuh dan aku punya rekamannya. Apa jadinya kalau Ayah tahu kelakuan Mama?
29241Please respect copyright.PENANA4rTLiA1wQq
Sebuah ide jahat muncul di kepalaku.
29241Please respect copyright.PENANA809d66au7C
Mungkin aku bisa memakai video ini buat mengancam Mama. Mungkin aku bisa menyuruhnya menuruti apa yang aku mau. Mungkin….
29241Please respect copyright.PENANAxCHpAuzWBF
Ide-ide nakal di kepalaku berhamburan keluar. Ini kesempatanku untuk mengerjai Mama.
29241Please respect copyright.PENANAla0Te9Ui3f
Aku duduk di bangku kelas dan pura-pura tertidur. Mama mungkin akan menjemputku sebentar lagi.
29241Please respect copyright.PENANA7e3MuGegU4
Benar saja. Sebentar kemudian Mama muncul. Make up wajahnya sedikit berantakan.
29241Please respect copyright.PENANAbVYXoG7eXz
“Ayo bangun, kita pulang,” ujar Mama.
29241Please respect copyright.PENANASfnhLHbaer
Aku berlagak menguap. “Mama lama bener sih.”
29241Please respect copyright.PENANAxzjMCS7mJz
“Mama masih banyak urusan tadi. Sekarang kita pulang.”
29241Please respect copyright.PENANAeNgJLidncp
Mama memboncengku di atas sepeda motor. Aku memeluknya dari belakang. Ketika motor jalan, diam-diam kuelus teteknya yang masih terbungkus pakaian.
29241Please respect copyright.PENANAJLxevrjIzj
Besok ini akan jadi milikku.
29241Please respect copyright.PENANAZZXFuNTGnJ
….
29241Please respect copyright.PENANA6FMUVGswXk
“Tumben bangun pagi,” ujar Mama sambil membenarkan jilbabnya. “Biasanya tunggu diteriakin dulu baru bangun.”
29241Please respect copyright.PENANAqjhEkGDO34
Semalaman aku gak bisa tidur karena memikirkan hal seru yang bakal terjadi hari ini. Meski sudah coli dua kali, tetap saja pikiranku melayang-layang.
29241Please respect copyright.PENANA0GMaczRJDj
Kemarin sore aku sudah membeli nomor baru dan kupasang ke smartphone-ku yang lama. Benda usang itu bakal berperan penting hari ini.
29241Please respect copyright.PENANAwDJ8yhbNFB
“Ayah belum bangun?” tanyaku.
29241Please respect copyright.PENANAstKYuM233i
“Ayah sudah pergi dari tadi. Akhir-akhir ini dia sibuk bener,” jawab Mama tanpa menoleh. “Mandilah, terus sarapan.”
29241Please respect copyright.PENANATJd5d7Zt00
Kami sarapan di dapur. Mama terus berbicara soal nilai-nilaiku yang menurutnya standar.
29241Please respect copyright.PENANAGPia6Bp2O8
“Mama gak mau kamu main hape terus. Meski di kampung, Mama mau kamu jadi juara satu di sekolah,” ujar Mama.
29241Please respect copyright.PENANARIqnVjO6me
Aku mengangguk saja. Pikiranku berkecamuk antara mau melakukan rencanaku sekarang atau nanti.
29241Please respect copyright.PENANAVm1HnWuPJ8
Kuputuskan untuk melaksanakan aksiku. Jariku bergerak di atas layar smartphone. Detik kemudian smartphone Mama berdenting.
29241Please respect copyright.PENANAdsIIAdXHyZ
“Ada nomor baru nge-WA Mama,” ujar Mama. Ia membuka smartphone-nya. Matanya terbelalak. Ia menutup mulutnya.
29241Please respect copyright.PENANA0G1DrxKGbZ
“G-gak mungkin!”
29241Please respect copyright.PENANAwzAN2qsG2K
“Kenapa Ma?” aku pura-pura terkejut.
29241Please respect copyright.PENANAFauBdy8HqA
“Gak apa-apa. Kamu makan dulu aja,” ujar Mama. Suaranya gemetar.
29241Please respect copyright.PENANAHSYcy4dmcd
Kuselesaikan makan sambil sesekali melirik Mama. Tangan kanannya memegang kencang smartphone, sementara tangan kirinya mengelus dada.
29241Please respect copyright.PENANAlKD202E2ZL
Aku tersenyum mengingat pesan yang kukirim ke Mama. Meski pesannya pendek, aku perlu berpikir semalaman untuk mencari kata-kata yang tepat.
29241Please respect copyright.PENANAUfpYuLpgmx
“Wah wah enak ya ngentot sama Pak Solihin sampai gak sadar saya rekam. Bu Siti memang cocok jadi lonte di sekolah.
29241Please respect copyright.PENANAD0OsTs5foY
Gimana ya reaksi suamimu kalau tahu?”
29241Please respect copyright.PENANAZaouZHgonU
Mama mengetik sesuatu di smartphone-nya. Saku celanaku bergetar. Untung aku sudah mematikan suaranya jadi Mama gak tahu kalau pesannya terkirim ke aku.
29241Please respect copyright.PENANAhDtoXdvtD7
Nanti sajalah balasnya kalau momennya tepat. Sekarang biar dia kebingungan.
29241Please respect copyright.PENANAt36SFJB5wS
….
29241Please respect copyright.PENANAnYpexSZk94
“Kau kenapa senyum-senyum?” tanya Budi, teman sekelasku.
29241Please respect copyright.PENANA203VOtUvim
“Gak apa-apa. Aku cuma teringat game kemarin,” kataku berbohong.
29241Please respect copyright.PENANARDhlqMU0zE
Tanganku memegang smartphone dengan pesan Mama: “Siapa kamu? Dari mana kamu dapat video itu?”
29241Please respect copyright.PENANABjUBmmFRvQ
Kutunggu Budi menjauh supaya gak melihat isi pesan Mama.
29241Please respect copyright.PENANADhSckK27pt
“Gimana kalau suamimu tahu kelakuan istrinya?” aku membalas pesan Mama. “Wah bisa rame.”
29241Please respect copyright.PENANADnRCrqqWeF
Mama membalasku lagi. “Jadi kamu mau apa? Uang?”
29241Please respect copyright.PENANARtu1qnFRjj
Tampaknya dia mulai ketakutan.
29241Please respect copyright.PENANAPxadoM4sO7
“Saya gak butuh uang. Saya mau Bu Siti nurut apa yang saya suruh,” balasku.
29241Please respect copyright.PENANAuIe5CnYxSU
Cuma centang biru.
29241Please respect copyright.PENANAysRYFusULi
Apa Mama menyerah?
29241Please respect copyright.PENANAZCDilyJfQy
Setengah jam kemudian, Mama baru membalas.
29241Please respect copyright.PENANA1wKBF9sYM2
“Oke saya turutin semua mau kamu. Tapi jangan kirim video itu ke suami saya. Kasihan anak saya.”
29241Please respect copyright.PENANAedWnVuV31o
Aku melompat kegirangan. Teman-temanku yang lewat sampai kaget.
29241Please respect copyright.PENANAKyeuJpXqNg
“Oke, saya akan kasih kamu perintah nanti. Pokoknya kamu harus nurut. Lima menit saja kamu gak ngelakuin, saya kirim video aib ini ke suami kamu,” balasku.
29241Please respect copyright.PENANAoAxKHzrx0j
Bel masuk kelas berbunyi. Mama akan mengajar kelasku. Petualanganku dimulai hari ini.
29241Please respect copyright.PENANAsNG0BD2A75
….
29241Please respect copyright.PENANA84puQKj6AV
“Sampai sini ada yang mau ditanyakan?” tanya Mama.
29241Please respect copyright.PENANAsoYQVB8P4a
Seperti biasa, gak ada yang mau bertanya. Semua murid sibuk mencatat tulisan di papan tulis.
29241Please respect copyright.PENANAuJLm2w3wE1
Hari itu Mama mengenakan gamis hijau yang menutupi hampir seluruh badannya. Jantungku berdegup kencang membayangkan bila Mama melepas pakaiannya di depan kelas.
29241Please respect copyright.PENANAuKq3qKEKeK
Ah, itu dia!
29241Please respect copyright.PENANARxbp2htZH9
Kutaruh smartphone di paha biar gak kelihatan Mama, lalu kukirim pesan singkat kepadanya.
29241Please respect copyright.PENANAex6lbhfoUP
“Buka baju sekarang.”
29241Please respect copyright.PENANA3OVKU8Wb2V
Smartphone Mama di atas meja guru bergetar. Mama mengambilnya, lalu membuka pesannya. Wajahnya menegang.
29241Please respect copyright.PENANANGBt2ZOJXv
“Tapi saya lagi mengajar di depan kelas,” balas Mama.
29241Please respect copyright.PENANAjg45LfY9m0
“Waktu kamu cuma lima menit atau video itu saya kirim ke suami kamu,” balasku.
29241Please respect copyright.PENANAFJWKY7Mygr
Bibir Mama bergetar membaca pesanku. Mama menaruh kembali smartphone-nya. Ia berjalan bolak-balik di depan kelas. Akhirnya ia berhenti.
29241Please respect copyright.PENANAIWq44EGu3H
Ini dia!
29241Please respect copyright.PENANAWgbouH9lYj
Mama meraih bagian bawah gamisnya, lalu mengangkatnya sampai melewati perut. Teman-temanku tercengang melihatnya.
29241Please respect copyright.PENANAR4E1jFhokW
“Bu Guru kenapa?” tanya salah satu murid.
29241Please respect copyright.PENANAvbTAdCgT4q
Mama diam saja. Ia terus mengangkat gamisnya sampai melewati kedua teteknya yang masih terbungkus beha putih.
29241Please respect copyright.PENANAETlkSQTMPc
Murid-murid semakin tegang melihat Mama.
29241Please respect copyright.PENANAAmFVCs0Wg9
“Eh Mama kamu kenapa?” bisik Budi dari belakang.
29241Please respect copyright.PENANA8cIMFP6zdc
“Sumpah aku gak tahu!” kataku.
29241Please respect copyright.PENANAZuFKWOlIT0
Mama menggulung bajunya begitu sudah melewati dada. Ia meraih kait beha dj belakang. Tangannya berhenti bergerak. Matanya menatap murid-muridnya yang kebingungan.
29241Please respect copyright.PENANADID4YOiLGk
“I-Ibu gak bisa jelasin ini ke kalian. Tapi Ibu mohon jangan kasih tahu siapa-siapa,” ujar Mama.
29241Please respect copyright.PENANAwT509zzNHc
Ia melepas kait behanya. Beha putihnya jatuh ke lantai. Kini murid-murid satu kelas bisa melihat tetek Mama yang besar dan berurat.
29241Please respect copyright.PENANAizKAq1tRgL
Kakiku bergetar melihat tetek Mama yang luar biasa. Anak-anak lain pasti sama takjubnya denganku. Aku bisa mendengar murid-murid cowok yang menelan ludah.
29241Please respect copyright.PENANA82dL93SJjG
Mama menundukkan kepala. Jelas ia malu.
29241Please respect copyright.PENANAaHyMjkQISv
“Sekarang kita lanjut pelajarannya,” ujarnya pelan.
29241Please respect copyright.PENANA8zjQ4gUEDP
Aku sulit konsentrasi dengan apa yang dikatakannya. Mataku terpaku melihat teteknya yang gondal-gandul. Ternyata pentil Mama berwarna cokelat tua. Badanku semakin panas dingin melihatnya.
29241Please respect copyright.PENANAb1Y52j6i5w
Kulirik teman-temanku. Mereka juga melotot melihat Mama. Murid-murid cewek saling bisik-bisik, sementara murid-murid cowok ada yang merekam Mama.
29241Please respect copyright.PENANAPrgcnvVfbj
Zaenal yang duduk di sebelahku, bahkan sampai mengeluarkan kontolnya, lalu mengocoknya pelan-pelan. Ia menggeser mejanya lebih dekat supaya kontolnya gak terlihat yang lain.
29241Please respect copyright.PENANAvoJD8oTbSa
“Ough Bu Siti,” bisik Zaenal.
29241Please respect copyright.PENANATliTTg7xrR
“Mama kamu kenapa, hei!” Budi mengguncang-guncang pundakku.
29241Please respect copyright.PENANAOCuF4i0Dnn
“Mu-mungkin dia gerah,” jawabku sekadarnya. Ini anak kenapa gak nikmatin saja sih?
29241Please respect copyright.PENANAeRxbT02ZO3
Bel pergantian pelajaran berbunyi. Mama cepat-cepat memungut behanya, lalu berlari keluar.
29241Please respect copyright.PENANAmZqAUE4Fbw
Anak-anak langsung ribut.
29241Please respect copyright.PENANARZsW3WxkG5
“Gilaaaa, teteknya besar banget!” teriak Zaenal.
29241Please respect copyright.PENANAzE1bcK2OAx
“Bu Siti kenapa sih?” tanya murid-murid cewek.
29241Please respect copyright.PENANAAe549RUQIz
Jawabanku tetap sama.
29241Please respect copyright.PENANAPYSb1Rfl0D
“Mungkin dia kepanasan.”
29241Please respect copyright.PENANAjzq4lrl36A
….
29241Please respect copyright.PENANAMxiyWk1fGl
Di rumah, Mama memanggilku. Wajahnya pucat.
29241Please respect copyright.PENANA75rUiOZTGU
“Jangan bilang-bilang soal tadi ke Ayah,” kata Mama.
29241Please respect copyright.PENANAjhTYFE4hPR
Aku mengangkat bahu. “Tapi Mama memangnya tadi kenapa kok bisa buka baju di depan kelas?”
29241Please respect copyright.PENANA2rWC0AY1WY
Mama tersenyum, tapi terlihat dipaksakan. “Mama kepanasan. Bener-bener gak tahan. Kepala sekolah kita seharusnya memasang AC di kelas.”
29241Please respect copyright.PENANAjrGOsUw4vc
….
29241Please respect copyright.PENANAv5pH9AHyYu
Paginya, aku mengirim pesan lagi ke Mama. “Pergi ke sekolah jangan pakai celana. Jangan naik motor. Jalan kaki!”
29241Please respect copyright.PENANA8X0A6wcldL
“Tapi suami saya ada di rumah,” balas Mama. Padahal Ayah sudah pergi bekerja setengah jam yang lalu.
29241Please respect copyright.PENANAjshSwcH1lF
Kubalas lagi. “Bodo amat. Awas saja kalau saya lihat kamu ke sekolah pakai celana. Kamu baru boleh pakai celana di sekolah.”
29241Please respect copyright.PENANA6mt2lFNVwP
Aku sedang mengikat tali sepatu saat Mama berdiri di sebelahku cuma memakai baju tanpa celana. Ia masih memakai sempak yang melorot sampai jembutnya kelihatan.
29241Please respect copyright.PENANAVGuMoR3yaV
Aku menelan ludah melihat jembut Mama mengintip di sela-sela karet sempak.
29241Please respect copyright.PENANA0dvGzCHGcG
“Mama kenapa berpakaian begitu? Kita udah mau berangkat loh,” tanyaku.
29241Please respect copyright.PENANAieRy1YdgmG
“Mama mau jalan kaki biar sehat,” ujar Mama. Sadar dirinya cuma pakai sempak, ia langsung menjelaskan. “Katanya kaki lebih bebas bergerak kalau cuma pakai sempak.”
29241Please respect copyright.PENANABBlF3qPos7
“Kalau ketahuan orang di jalan gimana?” tanyaku.
29241Please respect copyright.PENANA1MjvfDlLxQ
“Kita lewat jalan lain yang lebih sepi,” ujarnya.
29241Please respect copyright.PENANAVDfq55xc3n
Di belakang rumah kami ada jalan kecil yang searah ke sekolah, tapi jaraknya lebih jauh. Jalan itu jarang dilewati, kecuali di sore hari saat petani-petani pulang.
29241Please respect copyright.PENANAVAo8ER72xq
Mama berjalan di depanku. Meski pakai sempak, ukurannya yang kecil membuat belahan pantatnya terlihat. Aku merekam Mama dari belakang. Siapa tahu berguna suatu saat nanti.
29241Please respect copyright.PENANAf7dncbQnPU
“Loh Bu Siti lewat sini?” suara Budi mengagetkan kami. Ia muncul dari persimpangan jalan.
29241Please respect copyright.PENANABXSlLZflSP
“Bu Siti kenapa gak pakai celana?” Ia memandang Mama takjub. Ia baru sadar kalau selangkangan Mama cuma ditutupi sempak.
29241Please respect copyright.PENANAejVxhMiAmm
“Sedang olahraga sebentar,” ujar Mama.
29241Please respect copyright.PENANAvsFuTwwJUC
“Tapi jembut Ibu….” Matanya menatap ke jembut Mama.
29241Please respect copyright.PENANAyeNGIwZbdD
“Yuk Ma sebelum makin banyak orang,” kataku.
29241Please respect copyright.PENANAKJ3ISwhtWV
“Mama kamu gak apa-apa kan?” bisik Budi ketika kami berjalan di belakang Mama.
29241Please respect copyright.PENANAr9nyLfdbHO
“Dia sehat-sehat saja, cuma katanya jalan kaki gak pakai celana bikin lebih sehat,” kataku.
29241Please respect copyright.PENANAoEmEaRPaLL
“Sebenernya aku senang sih, tapi Mama kamu gak beres,” ujar Budi.
29241Please respect copyright.PENANAZ0DChDPllq
Kami berjalan sekitar satu setengah kilometer dan sampai di halaman belakang gedung sekolah yang dibatasi pagar tua. Beberapa papan pagar itu ada yang copot karena dipakai anak-anak buat bolos.
29241Please respect copyright.PENANAjDUZCtVEvz
“Ma, di sini gak ada pintu. Apa Mama mau lewat depan?” tanyaku.
29241Please respect copyright.PENANAL8ntTu04LW
Mama melihat arlojinya. “Sebentar lagi mau masuk kelas. Lewat pagar ini sajalah yang cepat.”
29241Please respect copyright.PENANAwGKe5zCbu4
“Berarti papannya harus digeser dulu,” kataku.
29241Please respect copyright.PENANAndCPlg2bcR
Aku dan Budi menggeser beberapa papan supaya bisa dilewati Mama.
29241Please respect copyright.PENANAHFaoObFLIL
“Nah, kayaknya ini sudah bisa dilewati Mama,” kataku sambil menunjuk celah pagar yang lebar.
29241Please respect copyright.PENANAOQ0rZskInW
Mama menundukkan kepala, lalu masuk ke celah pagar itu. Celah itu mudah dilewati sampai perutnya, tapi macet tersangkut pinggang Mama yang lebih lebar.
29241Please respect copyright.PENANA6UhkakMZqF
“Tolongin Mama!” seru Mama cemas.
29241Please respect copyright.PENANAIH5kQr9BmQ
Aku dan Budi terpaku melihat pantat Mama yang terpampang di depan kami. Sempak kecilnya semakin mengetat sehingga masuk ke dalam belahan pantatnya.
29241Please respect copyright.PENANAy8PuXDgHdY
“Tolong!” serunya lagi.
29241Please respect copyright.PENANAokHDEepnl0
Aku tersadar dan mulai menggeser papan pagar yang menjempit Mama. Budi membantuku.
29241Please respect copyright.PENANAyTWucFqHoP
Papan pagar yang kami geser pecah, tapi badan Mama tetap tersangkut.
29241Please respect copyright.PENANAIm54MDtXuC
Aku ada ide.
29241Please respect copyright.PENANAXfaMlROBoG
“Mama aku dorong ya,” kataku.
29241Please respect copyright.PENANAKnGOQoPwnn
“Terserah, yang penting Mama bisa keluar!” seru Mama.
29241Please respect copyright.PENANAmOECVGKtUc
Kutaruh kedua telapak tanganku ke pantat Mama, lalu kudorong sekuat tenaga. Pantatnya licin karena keringat, jadi kuremas kencang-kencang.
29241Please respect copyright.PENANA2fVejawuAH
“Aduh!” Mama kesakitan.
29241Please respect copyright.PENANAlPDpPhsYbN
Kulihat Budi bengong melihat pantat Mama dan aku sadar ternyata sempak Mama sudah melorot. Kedua pantatnya yang berukuran dua kali lipat kepalaku kini terlihat jelas. Anus Mama yang hitam mengintip sedikit dari belahan pantatnya.
29241Please respect copyright.PENANA88J6QWzkFQ
Aku pura-pura terpeleset dan membuka lebar belahan pantatnya. Anusnya sampai menganga dan ujung garis memeknya sedikit terbuka.
29241Please respect copyright.PENANAEBy5tvrjje
“Maaf Ma!”
29241Please respect copyright.PENANAUKOui2BU9P
“Iya gak apa-apa,” ujar Mama.
29241Please respect copyright.PENANAzjvvtWAej9
“Budi bantuin aku dong,” kataku.
29241Please respect copyright.PENANAcSE7IFPojn
“Eh, tapi pantat ibumu….” Ia kebingungan.
29241Please respect copyright.PENANAU2eYYy29dc
“Udah, dorong aja. Kita telat nih!”
29241Please respect copyright.PENANAH0jEswi0ij
Budi menggantikan posisiku. Ia menaruh kedua telapak tangannya ke pantat Mama. Jari-jarinya tangannya sedikit mencengkeram pantat Mama.
29241Please respect copyright.PENANA85E5Jgbxp6
“Empuk bener,” komentarnya.
29241Please respect copyright.PENANA0JeEkXsCVC
Ia mendorong Mama. Budi berbadan lebih besar dariku dan tenaganya lebih kuat. Dalam sekali dorong saja tubuh Mama sudah keluar dari pagar.
29241Please respect copyright.PENANAETzFaHNaUK
Mama terjungkal dalam posisi menungging.
29241Please respect copyright.PENANAVjncERgBCR
Aku buru-buru menolong Mama. Ketika menolongnya, kuselipkan jari telunjukku ke anusnya. Ah sedikit berminyak.
29241Please respect copyright.PENANABdJb552Kvb
“Mama gak apa-apa?”
29241Please respect copyright.PENANAZuPDQzpQHM
Mama bangkit berdiri. “Gak apa-apa, cuma pinggang Mama sakit.”
29241Please respect copyright.PENANAYOOVsGXwqc
“Maaf, aku terlalu kuat mendorongnya,” ujar Budi.
29241Please respect copyright.PENANAPmpOzdtdBm
Mama menaikkan sempaknya yang melorot sampai ke lutut. Sekilas aku melihat memeknya yang ditumbuhi jembut tebal.
29241Please respect copyright.PENANAdr2gUEByFs
“Kalian duluan saja, Mama mau pakai celana dulu,” ujar Mama.
29241Please respect copyright.PENANAaKxGGpr0NB
“Mama yakin gak apa-apa?” aku berusaha menunjukkan kekhawatiran.
29241Please respect copyright.PENANA2RYdhvhhAo
“Udah kamu tenang aja,” ujar Mama.
29241Please respect copyright.PENANA7MVtQmU8yu
Aku dan Budi meninggalkan Mama.
29241Please respect copyright.PENANARjhPt5yDJn
“Per-pertama kalinya aku megang pantat cewek!” seru Budi ketika kami sudah hampir mendekati gedung sekolah.
29241Please respect copyright.PENANAm980HHlsbP
Aku diam saja karena memikirkan rencana lain. Mama melakukan kesalahan karena pergi ke sekolah pakai sempak, padahal aku ingin dia menunjukkan memeknya.
29241Please respect copyright.PENANAlf9FJ6k9Xt
Mama harus dihukum.
29241Please respect copyright.PENANA7X7zgYZZYu
….
29241Please respect copyright.PENANArwAB5pl7zf
“Hei lonte, kamu kenapa pakai sempak tadi!” pesanku ke Mama. “Saya mau kamu gak pakai bawahan apa-apa.”
29241Please respect copyright.PENANAEgJCwoGf5X
“Kamu gak ngelarang saya pakai sempak,” balas Mama. “Dari mana kamu tahu saya pakai sempak?”
29241Please respect copyright.PENANAPWQ6dpHNxv
“Saya lihat kamu pakai celana di belakang sekolah,” jawabku.
29241Please respect copyright.PENANAhRZo7TUbRa
“Berarti kamu orang dalam sekolah,” balas Mama.
29241Please respect copyright.PENANApsZQJICfwF
“Siapa saya itu gak penting,” jawabku. “Nanti kamu harus colok anusmu sendiri di depan kelas terus minta murid-muridmu buat colokin jarinya ke anusmu.”
29241Please respect copyright.PENANA0pldJ1V9au
“Tapi habis ini saya mau ngajar di kelas anak saya. Kemarin saya sudah pamer tetek di kelasnya,” balas Mama.
29241Please respect copyright.PENANAPR88CVXEHn
“Lakukan atau videomu tersebar,” aku menutup pesan.
29241Please respect copyright.PENANAxVZH0pNtAi
Bel pergantian jam berbunyi. Mama masuk ke kelas. Meski ia sudah mengenakan pakaian lengkap, tapi wajahnya cemas.
29241Please respect copyright.PENANA0YPxFI6aRN
“Kita lanjutkan pelajaran kemarin,” Mama membuka pelajaran.
29241Please respect copyright.PENANAvZmtyD8PVD
Murid-murid cowok tersenyum mengejek.
29241Please respect copyright.PENANA49K2p3Odjd
“Guru lonte,” bisik mereka.
29241Please respect copyright.PENANAjotrqN23Ny
Mama menjelaskan Aljabar di papan tulis. Kulihat tangannya bergetar saat menulis. Pasti dia terbayang-bayang ancamanku.
29241Please respect copyright.PENANANPH6F0hrRK
Ia menaruh spidol ke meja, lalu menatap kami. Bibirnya bergerak seolah hendak mengatakan sesuatu, tapi ditahannya keras-keras.
29241Please respect copyright.PENANAjyoEFimwU1
Mama berbalik, lalu menungging. Karet celananya dipegang, lalu diturunkan sampai mata kaki. Sempaknya ikut melorot.
29241Please respect copyright.PENANARqhOuWbXqP
“Waaaaaaah!” murid-murid berteriak saat pantat telanjang Mama menyembul keluar.
29241Please respect copyright.PENANAGNEffThHlQ
Aku gak menyangka Mama benar-benar nekat. Sebegitu takutnya dia kalau videonya disebar sampai rela dipermalukan.
29241Please respect copyright.PENANAsh7GL3cPje
Mama melebarkan belahan pantatnya sampai anusnya kelihatan. Aku bisa melihat lubang anusnya yang mengerut. Anak-anak semakin ribut melihat kelakuan Mama.
29241Please respect copyright.PENANA5MzXuKSWdd
Ia menusuk anusnya dengan telunjuk sampai setengah jari.
29241Please respect copyright.PENANAKQ14vJ00o4
“Berhenti Ma!” seruku. Tentu saja itu aku berpura-pura.
29241Please respect copyright.PENANADJdSbvqzNt
Kutarik tangan Mama sampai jarinya keluar dari anusnya.
29241Please respect copyright.PENANAs9pls3KsyQ
“Mama harus lakukan ini,” kata Mama. “Anak-anak, Bu Guru minta masukin jari kalian ke anus Ibu.”
29241Please respect copyright.PENANAoawdJTVr1g
“Tapi Bu….” Mereka ragu-ragu.
29241Please respect copyright.PENANAe2oYhBvBPx
“Ibu gak bisa jelaskan ini. Tapi kalian harus menuruti Ibu!” seru Mama.
29241Please respect copyright.PENANA8PWsiWTj4J
Budi maju mendekati Mama. “Aku gak ngerti. Tapi sudahlah.”
29241Please respect copyright.PENANAbHh37RsZcq
Mama melenguh saat Budi menusuk anusnya dengan telunjuk. Lenguhannya menguat karena Budi memutar-mutar telunjuknya.
29241Please respect copyright.PENANAAVriTyelxC
“Aku mau! Aku mau!” seru murid lain. Bahkan murid-murid cewek ikut penasaran.
29241Please respect copyright.PENANANvFmv6yqRg
Zaenal yang paling bersemangat. Ia ikut melebarkan belahan pantat Mama sampai anus Mama terlihat rongganya.
29241Please respect copyright.PENANAu9a0GCe8bs
“Wiiiih kayak di film bokep, cuma lebih item!” serunya kesenangan.
29241Please respect copyright.PENANApqva0nA7tg
Ia meludahi anus Mama, lalu menusuknya dengan telunjuk. “Wah rasanya kayak disedot.”
29241Please respect copyright.PENANApH1Ku1CnnI
“Jangan sakiti Mama!” teriakku. Dalam hati, aku senang melihat mereka berkerumun mempermalukan Mama.
29241Please respect copyright.PENANAG2Gj0nT3R1
“Kau gak mau coba?” kata Zaenal sambil melepas tusukannya. “Anget loh!”
29241Please respect copyright.PENANAS8VyC9zwXJ
“A-aku juga mau tahu rasanya,” kataku.
29241Please respect copyright.PENANAmfWVDoIWr7
Kuarahkan telunjuk dan jari tengahku ke pantat Mama. Jari telunjukku masuk ke anusnya dan jari tengahku masuk ke memeknya.
29241Please respect copyright.PENANAN4485yA6Yd
“Aaaaaaah!” erang Mama.
29241Please respect copyright.PENANASAO6488Ryv
Zaenal benar. Anus Mama menjepit erat jariku. Memeknya juga menjepit, tapi lebih longgar dari anusnya.
29241Please respect copyright.PENANAYKAp2Op6vM
“Ada air keluar dari memeknya!” seru murid-murid cewek sambil menunjuk ke memek Mama.
29241Please respect copyright.PENANARV90423IWV
Air itu kental seperti sirup bening dan semakin banyak keluar saat aku menggosok memeknya.
29241Please respect copyright.PENANAPfL1PhCkRR
“Hei gantian! Kami juga mau coba!” ujar murid-murid cewek. “Kayaknya asik!”
29241Please respect copyright.PENANAjQW1t2cGV4
Kutarik jariku kuat-kuat. Tubuh Mama mengejang. Ia meringis kesakitan. “Pelan-pelan Nak!”
29241Please respect copyright.PENANARbGrVatMKq
Gantian murid-murid cewek mengerumuni Mama. Mereka berteriak nyaring setiap kali jari mereka masuk ke anus Mama.
29241Please respect copyright.PENANAjtn9KeyqXb
“Anus Bu Siti bergerak!” komentar mereka.
29241Please respect copyright.PENANADUXOSZsArJ
Mereka juga mengamati jembut yang bergelantungan di memek Mama. Tampaknya mereka lebih penasaran karena merasa bakal memiliki tubuh seperti Mama kalau tua nanti.
29241Please respect copyright.PENANA6mJVJIfA2V
Mama menjerit ketika salah satu murid cewek mencabut jembutnya.
29241Please respect copyright.PENANAlXh1jF4qx2
“Sakit Bu?” tanya murid itu.
29241Please respect copyright.PENANAH6B3L2wUVC
“Sakit! Jangan lakuin itu ya,” kata Mama.
29241Please respect copyright.PENANAYPeWp8rpOE
Semua murid di kelas bergantian mencolok jari mereka ke anus Mama. Beberapa malah iseng menggunting jembut Mama buat kenang-kenangan.
29241Please respect copyright.PENANA09Ip33DtmZ
Bel istirahat berbunyi. Mama menaikkan celananya. Matanya merah seperti habis menangis.
29241Please respect copyright.PENANAvNgci5PPyR
“Ingat, jangan bilang siapa-siapa,” ujar Mama. Ia langsung pergi.
29241Please respect copyright.PENANAQMnS5va2EE
Hari itu teman-teman satu kelasku mendapat pengalaman paling berkesan.
29241Please respect copyright.PENANAjcKHrd4isT
….
29241Please respect copyright.PENANAbGupFa8zo2
Aku dan Mama pulang berjalan kaki. Kali ini lewat jalan biasa karena Mama memakai semua pakaian.
29241Please respect copyright.PENANAl60v69iTII
Wajahnya tertunduk. Ia menangis.
29241Please respect copyright.PENANARuSrDSOwQQ
“Ma-mama gak tahu harus apa. Ada orang yang ngancam bakal mencelakai Mama kalau Mama gak menurutinya,” ujarnya.
29241Please respect copyright.PENANAsWqbUOAEdm
“Siapa Ma?” tanyaku.
29241Please respect copyright.PENANAKNptGTRtbk
“Mama juga gak tahu. Yang pasti dia ada di sekolah kita,” kata Mama. “Mama bener-bener bingung.”
29241Please respect copyright.PENANAtzzkx9ZmK7
“Pantes Mama akhir-akhir aneh bener,” kataku. “Mama gak lapor Ayah?”
29241Please respect copyright.PENANASKHlSeEvHV
“Jangan sampai Ayah tahu! Mama takut kita celaka!” serunya. “Pokoknya sementara Mama harus menurutinya. Cuma itu yang Mama pikirkan.”
29241Please respect copyright.PENANAQ1P2UIHcKA
Aku tersenyum. Besok bakal lebih seru lagi.
29241Please respect copyright.PENANAtwb0NDJnlv
….
29241Please respect copyright.PENANA6jaQyueFU7
Subuh-subuh kukirim pesan ke Mama: “Jam istirahat nanti, berdiri telanjang di lorong belakang. Buka memekmu sampai jam masuk kelas.”
29241Please respect copyright.PENANAAOmKypHFcg
“Tapi di sana banyak murid-murid lewat,” balas Mama.
29241Please respect copyright.PENANAlGxeRf3EZZ
“Jangan curang kayak kemarin.” Cuma itu balasanku. Mama tidak membalas lagi.
29241Please respect copyright.PENANAkHKYl9dAzP
Aku dan Mama pergi ke sekolah naik sepeda motor. Mama membisu. Nyaris saja kami menabrak kucing kalau aku tidak memperingatkan Mama.
29241Please respect copyright.PENANA08Z75mh9K2
“Mama kepikiran apa?” tanyaku.
29241Please respect copyright.PENANAkbk8Kt31Wq
“Orang jahat itu minta mama ngelakuin sesuatu di sekolah, pas istirahat nanti,” ujar Mama. “Mama minta kamu gak ke lorong samping sekolah ya.”
29241Please respect copyright.PENANAUozLSl1y0O
“Tapi aku penasaran,” kataku sambil memeluk erat Mama.
29241Please respect copyright.PENANAiStYHQIsWP
Mama memperlambat laju sepeda motor. “Pokoknya jangan.”
29241Please respect copyright.PENANA3Np0VaoGQG
….
29241Please respect copyright.PENANArcYGxXcGVw
“Kerjakan soal halaman 42 di rumah. Yang gak ngerjain bakal saya hukum berdiri di lapangan,” tutup Pak Udin, guru biologi.
29241Please respect copyright.PENANA6ImLbQ4CkA
Bel istirahat berbunyi. Murid-murid berhamburan keluar kelas.
29241Please respect copyright.PENANA4ZN1SqL4GC
Aku lari ke lorong samping sekolah. Begitu mau sampai, aku mengendap-endap di dinding dan mengintip ke samping.
29241Please respect copyright.PENANAMLdtsDzJu1
Mama sudah berada di sana. Ia celingukan mengamati murid-murid yang lewat. Lorong itu memang paling sepi dan jarang dilewati guru. Tapi lorong itu tempat andalan murid-murid yang bergosip atau bermain kartu.
29241Please respect copyright.PENANAktZjctCQSs
Jantungku berdebar. Mama masih mengenakan pakaian lengkap. Apa dia menolak permintaanku?
29241Please respect copyright.PENANAjGlWQOjVAP
Ia membalikkan badan, lalu melepas bajunya. Murid-murid yang lewat langsung berhenti. Mereka mengamati Mama.
29241Please respect copyright.PENANAfw4GfF9qGN
“Bu Siti lagi ngapain?” tanya mereka.
29241Please respect copyright.PENANA1D7US34FwX
Mama diam saja. Ia menurunkan celananya sehingga cuma memakai beha dan sempak putih.
29241Please respect copyright.PENANAyNVePfKT4j
“Gila kalik,” bisik murid-murid. “Kata anak sebelah dia kemarin buka celana di delan kelas.”
29241Please respect copyright.PENANArgraUOphKr
Mereka berkumpul semakin banyak. Murid-murid cowok bersiul menggoda Mama, sementara murid-murid cewek menonton sambil berbisik-bisik.
29241Please respect copyright.PENANAE6vjF24Cv4
Wajah Mama memerah saat ia menurunkan sempaknya. Murid-murid cowok melompat kegirangan saat memek Mama terlihat.
29241Please respect copyright.PENANAwL0qb0G6Jv
“Memeknya item!” ejek mereka sambil menunjuk ke memek Mama.
29241Please respect copyright.PENANADaSmY0ej6L
Meski mengejek, mereka berjongkok di bawah Mama supaya bisa melihat memeknya lebih jelas.
29241Please respect copyright.PENANAi5e7b7t0U6
Mama menarik pinggiran memeknya sampai lubangnya menganga. Murid-murid yang menontonnya semakin ribut. Mereka menertawakan Mama.
29241Please respect copyright.PENANA5lymIn6sT4
“Bu Siti udah gila!”
29241Please respect copyright.PENANAhkfo57poJX
Seorang murid tiba-tiba mencobloskan telunjuknya ke memek Mama. Tubuh Mama mengejang sampai kedua kakinya menjinjit.
29241Please respect copyright.PENANASMpHjnGkrS
“Aaaaaah!” erang Mama.
29241Please respect copyright.PENANAmq2FJqIsOL
“Bu Siti emang lonte. Bu Siti senengkan diginiin?” ujar murid itu sambil menusuk memek Mama lebih dalam.
29241Please respect copyright.PENANAmSG3VLjLb0
Saking kuatnya tusukan itu sampai Mama terdorong ke belakang. Punggung Mama menempel ke dinding.
29241Please respect copyright.PENANAEdGPY8gTyz
“Yuk cabuli sekalian lonte ini!” seru yang lain.
29241Please respect copyright.PENANA04OSwjvVs1
“Eh jangan!” seru Mama.
29241Please respect copyright.PENANAqqUEmMtI9m
Kedua tangan Mama dipegang oleh empat murid. Mama meronta-ronta, tapi keempat murid itu terlalu kuat.
29241Please respect copyright.PENANALrF7OHFMrX
Seorang murid mengendus memek Mama. “Jadi gini bau memek,” komentarnya.
29241Please respect copyright.PENANAiJofK2Wv5g
Murid itu mencolok memek Mama dengan kelima jarinya sekaligus. Mama menjerit, tapi murid lain buru-buru menyumpal mulut Mama dengan sempak.
29241Please respect copyright.PENANAk1FGaUERr6
“Diam kau lonte!”
29241Please respect copyright.PENANAkdSsZVSHiZ
“Hahahaha memeknya udah lober!” ujar murid tadi. Tangannya digerakkan maju mundur.
29241Please respect copyright.PENANAVSYbq3gmBu
Kedua kaki Mama semakin mengejang. Memeknya mengeluarkan cairan bening yang tampak kental.
29241Please respect copyright.PENANA8EB0cGnYTJ
“Wah sange juga kau ya,” ujar murid lain.
29241Please respect copyright.PENANAd5EShTwdxD
Pemandangan itu benar-benar mengejutkan. Aku gak nyangka murid-murid bertindak seganas itu. Tapi kejadian ini sayang dilewatkan. Aku sudah merekamnya di smartphone.
29241Please respect copyright.PENANAsN9jGkjdvL
Murid cabul tadi mencabut jarinya dari memek Mama. Ia menjilat cairan yang menempel di jarinya.
29241Please respect copyright.PENANAhZ9nFplTwL
“Aku! Aku!” Murid lain berebutan mendekati Mama.
29241Please respect copyright.PENANAIr39CsKodl
Untungnya sebelum semakin ribut, bel masuk kelas berbunyi. Murid-murid itu teralihkan sebentar dan Mama langsung menghempas kedua tangannya supaya lepas dari cengkraman murid-muridnya. Ia buru-buru mengambil pakaiannya di lantai dan menghilang di belokan lorong.
29241Please respect copyright.PENANARMuf2JkgQc
….
29241Please respect copyright.PENANAATg6soxudV
Di perjalanan pulang, Mama terus menangis. Aku berusaha menenangkannya.
29241Please respect copyright.PENANAJ9GQVah9v8
“Sabar Ma, pasti ada jalan keluarnya,” kataku.
29241Please respect copyright.PENANACwKaS8hJ9Q
“Mama udah gak tahan lagi,” isaknya.
29241Please respect copyright.PENANAsk1cnOERoe
“Memangnya kenapa sih Mama sampai nurutin dia sebegitunya?” tanyaku.
29241Please respect copyright.PENANAeBITz593FP
Mama mengelap air matanya. “Kamu gak perlu tahu Nak.”
29241Please respect copyright.PENANAXmBrUt3bGg
Menangis sepuasnya Ma, pikirku. Beberapa hari lagi Mama bakal dapat lebih parah dari ini.
29241Please respect copyright.PENANAtuzkGRw1si
….
29241Please respect copyright.PENANAALrmOwICNV
Hari itu sekolahku mengadakan acara cerdas cermat yang sudah jadi tradisi setahun sekali. Murid-murid yang mewakili kelasnya akan beradu kecerdasan di lapangan sekolah dan ada banyak lomba lainnya. Orangtua murid juga diundang untuk melihat kegiatan anaknya.
29241Please respect copyright.PENANA6q47jb5Gy7
Mama tampak ceria dari biasanya. Sudah lebih dari seminggu aku tidak mengiriminya pesan. Mungkin dia pikir ancamanku sudah berakhir. Padahal aku sedang merencanakan yang lebih hebat dan mungkin mematikan karir Mama sebagai guru.
29241Please respect copyright.PENANAWoY3SSJKl2
Tapi bodo amat. Mengerjai Mama ternyata lebih seru. Membayangkannya saja sudah membuatku coli berkali-kali.
29241Please respect copyright.PENANAtJ5apKoZmu
Mama ditunjuk sebagai pembawa acara. Seharian ini aku cuma bisa memandang Mama dari kejauhan karena ia terus berbicara di depan peserta.
29241Please respect copyright.PENANAn5jivnIdQu
Gak masalah. Rencanaku akan terus berjalan.
29241Please respect copyright.PENANA29tKZAh0BG
Kukirim pesan singkat ke Mama: “Perlihatkan tetek indahmu sekarang.”
29241Please respect copyright.PENANAb93CZUz4j0
Kulihat Mama mengambil smarphone-nya dari saku celana. Wajah cerianya langsung berubah pucat. Tapi ia tetap menjaga nada suaranya agar tetap ceria di depan orang-orang.
29241Please respect copyright.PENANAXqDIBeUNCW
“Ya jawaban Anwar benar! Indonesia merdeka di tahun 1945!” seru Mama sambil bertepuk tangan. Para guru dan orangtua yang menonton ikut bertepuk tangan.
29241Please respect copyright.PENANAek79q49Xr9
Aku mengiriminya pesan lagi: “Satu menit lagi aku kirim video ltu ke suamimu.”
29241Please respect copyright.PENANAyPvoi9FAPL
Centang biru dua. Wajah Mama semakin pucat. Ia terdiam cukup lama.
29241Please respect copyright.PENANAhmwqnbDCCq
“Bu Siti kenapa?” tanya Bu Romlah, Kepala Sekolah.
29241Please respect copyright.PENANA1SR9kyAli4
“Gak apa-apa Bu,” sahut Mama. “Cuma sedikit gak enak badan.”
29241Please respect copyright.PENANA1BQZnSuvUh
Mama melanjutkan bicara, tapi suaranya sedikit terbata-bata. Ia sering terbatuk-batuk.
29241Please respect copyright.PENANAggbHIDU7Ng
“Y-ya kita mulai lagi kuisnya,” ujar Mama.
29241Please respect copyright.PENANAVWVfhZWMOq
Kurang ajar, tampaknya dia gak mau nurut perintahku. Awas saja.
29241Please respect copyright.PENANAfUVEB0MRCK
Tapi dugaanku salah. Hari itu adalah hari bersejarah buat semua orang yang hadir di sekolah.
29241Please respect copyright.PENANAdM77YQhh9E
Mama tiba-tiba menggulung bajunya ke atas sampai kedua teteknya kelihatan. Para guru dan orangtua langsung berhenti bicara, lalu berteriak ke Mama.
29241Please respect copyright.PENANAIISmypGH3E
“Loh loh Bu Siti mau apa!”
29241Please respect copyright.PENANAzYjCn0RQ91
Mama menarik kait behanya sampai terlepas. Kedua teteknya yang berurat kini jadi tontonan satu sekolah.
29241Please respect copyright.PENANAD3qpeJhepf
“Astagfirulloh, Bu Siti!” pekik Bu Romlah.
29241Please respect copyright.PENANAPi2rxlBhu0
Anehnya gak ada yang berniat menghentikan Mama. Semua melotot melihat tetek Mama yang bergelantungan bebas tanpa penutup. Ibu-ibu lain cuma menutup mulut dan berbisik-bisik, sementara bapak-bapak cuma melongo kaget.
29241Please respect copyright.PENANAgTGCHjsxgq
Mama berdiri mematung di tengah lapangan sekolah. Ia memandang orang-orang di depannya dengan ketakutan. Aku yakin dia pasti menyesal kenapa memilih menurutiku daripada malu di depan banyak orang.
29241Please respect copyright.PENANAdqUKQjei30
“Suruh dia turun!” teriak Bu Romlah.
29241Please respect copyright.PENANAXcwNMfS1Ul
Tiga guru laki-laki berlari ke Mama. Aku menyeruak di kerumuman dan segera menarik tangan Mama.
29241Please respect copyright.PENANAzt80ireNWD
“Ma ayo kita pulang!” kataku.
29241Please respect copyright.PENANA5Jm40ubPwB
Kebingungan. Mama memilih mengikutiku. Kami berlari menuju jalan besar yang lebih dekat. Ketiga guru tersebut memanggil kami, tapi kami terus saja berlari.
29241Please respect copyright.PENANANodwaBIwWf
Setelah beberapa meter menjauhi sekolah, kami berhenti di pinggir jalan karena Mama ngos-ngosan. Wajahnya berkeringat.
29241Please respect copyright.PENANAckAmNoGHgQ
“Berhenti dulu Nak, Mama gak kuat.”
29241Please respect copyright.PENANACJNJBTPmzQ
Aku tersenyum geli. “Mama teteknya masih kelihatan tuh.”
29241Please respect copyright.PENANA55tIpxGDkW
Mama baru sadar ternyata di sepanjang jalan tadi teteknya masih belum ditutupi. Ia segera menurunkan bajunya yang tergulung.
29241Please respect copyright.PENANA2TtyDL657p
“Mama kenapa buka baju tadi?” tanyaku.
29241Please respect copyright.PENANAP2O3tOB35t
Mama menghela napas. “Kayaknya kamu perlu tahu. Ada yang ngerekam Mama lagi berduaan sama Pak Solihin terus dia ngancem bakal ngirim video itu ke Ayah kalau Mama gak nurutin dia.”
29241Please respect copyright.PENANASMqoApJqkG
“Kalau cuma berduaan harusnya gak masalah dong,” kataku pura-pura polos.
29241Please respect copyright.PENANAcmL7VDDhm1
“Tapi ini lebih dari berduaan,” ujar Mama. “Kamu masih kecil, gak bakal ngerti.”
29241Please respect copyright.PENANACARtr4wGNu
“Maksud Mama video ini?” Kuputar video skandal Mama, lalu kutunjukkan ke dia. Matanya melotot melihat video mesumnya dengan Pak Solihin.
29241Please respect copyright.PENANAsJG1kZEwvi
“Kenapa kamu punya video itu?”
29241Please respect copyright.PENANACAtpt3pYKi
“Menurut Mama kenapa?”
29241Please respect copyright.PENANAEvZ3c4NUvA
Mama menutup mulutnya. “Astgafirulloh! Jadi kamu yang selama ini mengirim Mama pesan-pesan itu!”
29241Please respect copyright.PENANAmWeOdtLDOq
Ia hendak menamparku, tapi aku langsung mundur.
29241Please respect copyright.PENANAgJzuoMGLHL
“Mama jangan aneh-aneh kalau gak mau inu kukirim ke Ayah. Kalau Ayah tahu, dia pasti pulang lebih cepat,” kataku sambil menunjuk video itu.
29241Please respect copyright.PENANA7FXUuYXpkZ
“Anak setan!” teriak Mama. “Hapus video itu!”
29241Please respect copyright.PENANAtfwWl7OBtG
“Gak bakal Ma. Ini hukuman buat Mama karena udah main sama orang lain,” kataku.
29241Please respect copyright.PENANAwO9kDvCAjR
“Mama minta maaf. Mama janji gak bakal main sama Pak Solihin lagi,” kata Mama. Suaranya memelas. “Ayo Nak hapus. Kamu gak kasihan sama Mama?”
29241Please respect copyright.PENANAhNdPOXFyfG
Aku menggeleng. “Anehnya nggak Ma. Malah seru jadi bisa ngerjain Mama.”
29241Please respect copyright.PENANATNtnk7gIEc
Mama bersimpuh. Ia menarik bajuku. “Mama mohon Nak. Hapus video itu.”
29241Please respect copyright.PENANAW6E1W9X9Zc
“Kita mending pulang deh,” kataku.
29241Please respect copyright.PENANASYoqFSW1CC
“Nak….” Mama masih memohon.
29241Please respect copyright.PENANAOSefajufuc
“Ayo berdiri Ma. Kita pulang.”
29241Please respect copyright.PENANA1xWuMmGLfW
Mama berdiri. Ia menepuk pundaknya yang kotor berdebu.
29241Please respect copyright.PENANAg7pWKdZLPm
“Oh iya, lepas baju Mama,” kataku.
29241Please respect copyright.PENANArYxGWqpW6k
“Tapi ini di jalan,” kata Mama.
29241Please respect copyright.PENANAZhh8O1sID6
“Ah Mama udah pamer tetek di depan banyak orang tadi. Masa masih malu,” kataku. “Ayo lepas baju Mama.”
29241Please respect copyright.PENANAtQuvRvzTht
Mama melepas bajunya. Kedua teteknya yang tanpa beha langsung meyembul keluar.
29241Please respect copyright.PENANAz0X2jsm6ko
Kuambil baju Mama, lalu kurobek sampai jadi dua kain panjang.
29241Please respect copyright.PENANAuMbtm96Jav
“Tangan Mama taruh di belakang,” kataku.
29241Please respect copyright.PENANA5q1m8uP8tR
Mama menurut saja. Ia menaruh kedua tangannya ke belakang. Kuikat kedua pergelangan tangannya dengan dua kain tadi. Mama seperti diborgol.
29241Please respect copyright.PENANAQ0QRfdy85S
Celana Mama kupelorotin sampai ke dengkul. Sempaknya juga. Dengan begini Mama gak bisa lari kalau dia berubah pikiran.
29241Please respect copyright.PENANAm1eSDUj7q9
“Hmmmm memek lonte,” kataku sambil mengelus jembutnya. “Yuk jalan. Rumah kita toh dekat.”
29241Please respect copyright.PENANAMSIqgNtlhK
Mama jalan tertatih-tatih. Tentu sulit melangkah dengan celana dan sempak yang menyangkut di dengkul. Kalau jalannya terlalu lambat, kusodok anusnya dengan jempol sampai dia kaget lalu mempercepat langkah.
29241Please respect copyright.PENANAzK0y4pYkPa
Sebuah sepeda motor lewat di samping kami. Pengemudinya berteriak saat mendekat. “Teteknya bagus!”
29241Please respect copyright.PENANARiUaPVS18e
Mama menangis. “Kok kamu tega giniin Mama Nak?”
29241Please respect copyright.PENANAY0aEjkSlxz
“Salah Mama sendiri udah selingkuh. Mama emang pantes kena hukuman,” kataku sambil mengelus pantatnya yang berkeringat.
29241Please respect copyright.PENANA6HHEp4smMw
Jalan di depan kami bercabang dua. Sebelah kiri menuju rumah, sebelah kanan lagi menuju pinggir jalan tol. Aku menarik Mama supaya belok kanan.
29241Please respect copyright.PENANAtEAq8YAv9J
“Tapi rumah kita di sana,” kata Mama.
29241Please respect copyright.PENANANKy0G0wXHY
“Aku tahu Ma. Sudahlah jangan banyak ngomong,” kataku.
29241Please respect copyright.PENANAph0vqpRKcn
Jalan itu tadinya menuju kampung sebelah, tapi jadi buntu karena terpotong jalan tol. Antara jalan kecil dan jalan tol cuma dibatas pagar besi setinggi pinggang orang dewasa biar gak ada kendaraan menyelonong masuk. Beberapa bagian pagar itu ada yang rusak karena besinya dicuri orang.
29241Please respect copyright.PENANAwiYQAe7rJZ
Aku menyelinap di pagar yang rusak. Mama kutarik supaya mengikutiku. Pahanya sedikit terbaret pagar besi.
29241Please respect copyright.PENANACYapA7lSZf
Kami berada di pinggir jalan tol yang agak lebar sehingga mobil-mobil melaju gak menyerempet kami.
29241Please respect copyright.PENANADH3RFuUb93
“Kamu mau apa Nak di sini?” Mama ketakutan.
29241Please respect copyright.PENANAlaQIO6Yg4p
“Kita harus cepet. Kalau nggak bakal ada yang lapor polisi,” kataku. “Mama nungging dong.”
29241Please respect copyright.PENANAiBarXb2V8B
Mama menungging dengan kedua tangan terikat di belakang. Kepalanya dijadikan penumpu di aspal agar tidak jatuh.
29241Please respect copyright.PENANA2Lg4sMieFK
Mama menangis. “Apa pun yang kamu lakukan, cepati. Mama gak mau dipermalukan begini terus.”
29241Please respect copyright.PENANA2f9K8CVlhU
Kuendus-endus anus dan memek Mama. Beraroma keringat. Badan Mama bergetar saat kujilat anus dan memeknya bergantian.
29241Please respect copyright.PENANA4WE2iLxg3X
“Ah Mama semok begini, pantesan Pak Solihin doyan,” kataku sambil membenamkan wajah ke pantatnya.
29241Please respect copyright.PENANAHhSM0Vq26F
Kuludahi anus dan memeknya, lalu kuratakan dengan jari. Memeknya sedikit berdenyut saat jariku menyentuhnya.
29241Please respect copyright.PENANA9pvvRxKdu1
Kuturunkan celanaku. Kontolku tegak berdiri. Padahal pagi tadi aku sudah coli dua kali.
29241Please respect copyright.PENANA5PomLk7cOn
Zleeb.
29241Please respect copyright.PENANAUqBYwJekuC
Kepala kontolku masuk ke memeknya. Kedua paha Mama mengejang. Tangisan Mama makin jadi.
29241Please respect copyright.PENANAbugnPYDurQ
“Tega kamu Nak,” rintihnya.
29241Please respect copyright.PENANAihdSU39fbP
Kugerakkan pinggangku maju mundur. Memek Mama agak sempit dan licin. Begitu kontolku menyentuh ujung memeknya, tiba-tiba memeknya berdenyut. Batang kontolku seperti dipijat.
29241Please respect copyright.PENANARSh4PIjCMY
“Ah enaknya Ma!”
29241Please respect copyright.PENANAhBNUSOupBg
Kutampar-tampar pantat Mama sampai merah sesuai goyanganku. Meski udara panas, tapi angin dari mobil-mobil yang melaju cukup mendinginkan badanku.
29241Please respect copyright.PENANAKw3EynVcQt
Beberapa mobil membunyikan klakson. Aku yakin mereka ingin berhenti dan menonton kami, tapi mustahil karena berhenti mendadak di jalan tol bisa fatal.
29241Please respect copyright.PENANAldZCqYAKpa
Kontolku terasa mau meledak.
29241Please respect copyright.PENANAM78Zp5ljhy
“Aku mau keluar Ma!”
29241Please respect copyright.PENANAzfqCoqlzam
Crot!
29241Please respect copyright.PENANA637vsyID4b
Kontolku memuntahkan banyak pejuh ke dalam memeknya. Kubiarkan kontolku di dalam memeknya sampai semua pejuhku keluar.
29241Please respect copyright.PENANABESmYy16MC
Setelah gak ada pejuh yang keluar, kucabut batang kontolku. Memek Mama masih berdenyut-denyut seolah masih ingin dikentot.
29241Please respect copyright.PENANAIf72xqb10y
Aku lepas perjaka juga di memek Mama.
29241Please respect copyright.PENANAVE5zCkxCxm
“Yuk pulang ke rumah,” kataku sambil memakai celana. “Keburu ada yang laporin kita.”
29241Please respect copyright.PENANAI2oga5ugqS
Kubantu Mama berdiri. Ia terlihat lemas. Matanya sembab.
29241Please respect copyright.PENANAZ0vWqZOXd5
“Anak kurang ajar kamu,” ujarnya.
29241Please respect copyright.PENANAnduGIAiELa
Kutarik pentilnya supaya mengikutiku.
29241Please respect copyright.PENANACI9eddHImS
“Mama sekarang budakku. Mau nurut apa mau aman?”
29241Please respect copyright.PENANA7YGAE2lZl5
Mama diam saja. Tampaknya ia sudah mengerti posisinya.
29241Please respect copyright.PENANAbTFSmUewLt
Aku terus menarik pentil Mama sampai kami tiba di rumah lewat jalan belakang.
29241Please respect copyright.PENANAYpEeT5sscS
….
29241Please respect copyright.PENANAg1uxgbo5QX
Meski udah bertahun-tahun, kejadian itu terasa seperti baru kemarin. Lucunya Ayah belum tahu kelakuan Mama meskipun warga kampung sini sudah sering membicarakan Mama. Mungkin karena Ayah yang jarang pulang karena harus mengurus kapal-kapal atau gak ada tetangga yang berani membicarakannya ke Ayah karena Mama adalah guru dan haji.
29241Please respect copyright.PENANAUCN2oDYPQg
Sejak kejadian itu, Mama mengundurkan diri dari sekolah dan jadi ibu rumah tangga sepenuhnya. Ia jarang bergaul dengan tetangga karena malu dan menghabiskan waktu dengan bersih-bersih di rumah sambil telanjang.
29241Please respect copyright.PENANAnryxyV96mM
Alarm smartphone-ku berbunyi.
29241Please respect copyright.PENANASJLFogJQDp
“Ma, bentar lagi acara dimulai nih. Mama ganti baju dan dandan gih,” kataku.
29241Please respect copyright.PENANAPYvgAcIQQi
“Tunggu bentar,” sahut Mama.
29241Please respect copyright.PENANApoTXz7mobc
Ia masuk ke dalam kamar. Dua puluh menit kemudian dia keluar dan mengenakan pakaian gamis.
29241Please respect copyright.PENANA6OIJ7Mc9Vx
Aku menggeleng. “Ckckckkc Mama ini gimana. Kita ini mau datang ke reuni sekolah. Mama harus tampil spesial dong.”
29241Please respect copyright.PENANAIYxNZdqWhe
“Tapi ini udah gamis Mama yang paling bagus,” kata Mama.
29241Please respect copyright.PENANATp5Nu54XNQ
“Buka semuanya,” kataku.
29241Please respect copyright.PENANAeQjQS3B9WE
Mama melepas pakaiannya. Jilbabnya pun juga dilepas. Ia cuma memakai sempaknya saja.
29241Please respect copyright.PENANAQRGGz35Aj2
“Nah ini baru oke!” kataku sambil bertepuk tangan.
29241Please respect copyright.PENANAiwTN7tBaL7
Kutarik pentil Mama. Ia mengerang kesakitan.
29241Please respect copyright.PENANALHiB2VzVDF
“Yuk kita jalan,” kataku sambil menarik pentilnya.
29241Please respect copyright.PENANAgXDtqnHEq7