Hari ini aku terbangun kesiangan lantaran kesibukanku kerja pada malam hari yang memaksaku terjaga hingga larut malam. Aku terbangung dengan perut keroncongan lantaran waktu juga telah menunjukkan pukul 10 siang.
1892Please respect copyright.PENANAJavLcAoesZ
Setelah menghisap habis sebatang rokokku aku pun bergegas menuju warung nasi disamping rumahku. Aku memang beberapa bulan terakhir ini tinggal sendiri di rumah baruku yang aku beli hasil dari aku menjual crypto ku pada saat harga lagi tinggi-tingginya.
1892Please respect copyright.PENANAytf23wNQCO
Hal lain yang membuatku memutuskan untuk membeli rumah adalah aku suka kebebasan dan meskipun aku masih berstatus sebagai mahasiswa, aku sudah mampu menghasilkan uangku sendiri dengan melakukan trading forex.
1892Please respect copyright.PENANAtDrVDhcYye
“Mau makan apa, To?” Tanya bi Nana si penjual nasi, sesampainya aku disana.
1892Please respect copyright.PENANAoo5kxBByaM
“mau nasi, telur balado, sama kering tempe aja, Bi.” Ucapku sembari duduk didekat etalase makanannya.
1892Please respect copyright.PENANAXVQzfUoFT7
“jangan lupa esteh manisnya ya, Bi.” Sambungku.
1892Please respect copyright.PENANAbULrl4IpO4
Tak lama berselang makananku pun sudah berada diatas meja dan siap untuk disantap. Dan pada saat itu juga aku baru tersadar betapa bahenolnya pantat bi Nana ini, meskipun sudah berusaha ia tutupi dengan daster gombrongnya, namun tak mampu menyembunyikan betapa bahenolnya pantatnya itu.
1892Please respect copyright.PENANAdzHUHAOx1m
Sembari makan, aku terus berusaha mencuri pandang dengannya. Ia Nampak terlihat sangat menggairahkan hari ini, dengan pantat yang bahenol, dada yang cukup besar, dan body yang nampaknya sudah agak melar lantaran usianya yang hampir menginjak kepala empat.
1892Please respect copyright.PENANAhKn3nNe3Aw
Pikiran-pikiran negative tentangnya segera aku tepis dan aku bergegas menyelesaikan acara makan pagiku yang aku gabung dengan makan siang ini karena aku harus menemui dosenku untuk melakukan bimbingan skripsi.
1892Please respect copyright.PENANA5huK7wIduq
Setelah semuanya siap aku bergegas untuk langsung menuju ke kampusku untuk menemui dosenku. Ditengah saat aku mengeluarkan motorku dari garasi, melintas mbak Devi, tetanggaku selang beberapa rumah dari sini yang menyapaku.
1892Please respect copyright.PENANAUEchgyx4ey
“Eh mas Dito, Baru mau berangkat kuliah mas?” tanyanya basa-basi.
1892Please respect copyright.PENANATKFBet7KG5
“Eh iya mbak, ada janji sama dosen mau bimbingan.” Jawabku ramah.
1892Please respect copyright.PENANADsSAwKCaqV
“Mau kemana mbak, siang-siang gini jalan kaki.” Tanyaku melanjutkan.
1892Please respect copyright.PENANAuUFVKL0JUD
“Ini mas, mau beli pampers di depan.” Jawabnya.
1892Please respect copyright.PENANAGbS1IPeAlk
“oh yaudah kalo gitu, bareng aja mbak sampai depan, kebetulan kan aku lewat minimarket itu juga.”
1892Please respect copyright.PENANAj0cZKRXxfZ
“ga ngerepotin emangnya mas?” tanyanya.
1892Please respect copyright.PENANAUJf2QCSDKY
“enggak lah, mbak. Kan sekalian jalan, lagian juga searah.” Jawabku.
1892Please respect copyright.PENANA8yB5Y4JJkc
Akhirnya mbak Devi bersedia untuk aku antar. Namun aku salah focus dengan tetenya ketika ia jalan kaki, tetenya seperti mengikuti tiap irama jalan kakinya sehingga memantul seperti bola.
1892Please respect copyright.PENANAJiG7E3J53f
Aku terpana dengan keindahan body dari ibu satu anak ini yang membuat otongku seketika langsung berdiri. Disepanjang perjalanan aku tak henti-hentinya berusaha focus untuk menghindari lubang dari jalanan desaku ini.
1892Please respect copyright.PENANA3wP4bChGZr
Dan ternyata hal tersebut justru menjadi keberuntunganku karena jalanan banyak yang berlubang sehingga membuat dada mbak Devi nempel dengan punggungku. Selain itu juga dengan sengaja aku sering ngerem mendadak sehingga terasa empuk di punggungku.
1892Please respect copyright.PENANATPG5AtN8wo
Beberapa hari tidak ada kejadian apa-apa dan aku menjalankan aktivitasku dengan normal. Malam hari itu saat aku ditengah kesibukanku memantau grafik forex yang membuat portofolioku memerah, aku kelaparan.
1892Please respect copyright.PENANAvNqHfQI8R0
Waktu menunjukkan pukul 9 malam, aku berpikir sejenak, apakah warung bi Nana masih buka atau tidak, kalo tutup akan sangat repot bagiku untuk mencari makan, karena sekitar rumahku sekitar jam segini sudah pada tutup dan kalaupun pesan lewat ojol, pasti akan lama datangnya. Dengan Langkah malas, aku pun beranjak untuk segera pergi ke warung bi Nana. Dan syukurnya warungnya masih buka.
1892Please respect copyright.PENANAXZRuV323Ge
Itil V3
“Loh, udah beberes aja bi. Berarti lauknya udah abis dong?” tanyaku ketika aku memasuki warung bi Nana.
1892Please respect copyright.PENANAGhOBS3saVF
“Itu, tinggal sayur sop sama gorengan aja.” Ucapnya sambil berlalu membawa nampan kosong bekas wadah makanan ke belakang.
1892Please respect copyright.PENANAsPOussWCLZ
“yaudah deh bi, gapapa, timbang malam ini aku ga makan.” Ucapku.
1892Please respect copyright.PENANAyfEkOoYwnB
Bi Nana pun segera menyiapkan makananku, dan ketika ia menyiapkannya, mataku tak beralih focus dari tubuhnya yang makin hari makin ku padang makin menggairahkan yang membuat si otong tiba-tiba mengeras dan memberontak.
1892Please respect copyright.PENANACaCHBy9o2d
Selesai makan, aku berinisiatif untuk mengembalikan piringnya ke belakang untuk sekalian dicuci. Di kusen pintu yang sempit, aku berpapasan dengan bi Nana yang juga hendak membersihkan warung setelah ia beres mencuci dan dengan tak sengaja si otong nempel dengan pantat bahenol milik bi Nana karena posisinya ketika berpapasan bi nana membelakangiku, yang sontak membuat si otong langsung ingin memberontak.
1892Please respect copyright.PENANASLqAWp3BqN
“udah taroh situ aja, biar nanti bibi yang cuci, kamu kan pelanggan, gak perlu repot-repot lah.” Ucap bi nana setelah melewatiku dan sedang membersihkan etalase makanannya.
1892Please respect copyright.PENANAT65u1nhRbe
“eh, i…ya bi…” jawabku kaku karena masih shock dengan kejadian tadi. Kejadian yang sebenarnya tak pernah terpikirkan olehku namun kejadian yang juga aku harapkan. Ngocoks.com
1892Please respect copyright.PENANAVj2uPE6rmq
Setelah selesai menaruh piring, aku pun bergegas ke depan untuk membayar dan segera pulang. Namun dari pintu aku melihat bi Nana sedang nungging dan pantatnya bergoyang mengikuti irama dari tangannya yang sedang mengelap etalase makanannya.
1892Please respect copyright.PENANAnez0SgcoJd
Tak ingin lama-lama berlarut dalam rasa konak, aku pun langsung membayar makanan dan pulang kerumah dengan keringat mengucur di kepalaku setelah menyaksikan beberapa kejadian tersebut.
1892Please respect copyright.PENANAo10VRAG78x
Aku memang bisa dikatakan pria yang cupu dalam hal seperti itu, terlebih aku tidak pernah berpacaran selama hidupku 21 tahun ini. Sehingga hal-hal seperti itu sangat jauh dari bayanganku dan paling hanya bisa aku saksikan lewat video dewasa saja. Dan selama ini aku belum pernah melakukan seks, paling banter hanya bisa coli sambil melihat adegan film dewasa.
1892Please respect copyright.PENANAWiHSGssDlE
Sesampainya di rumah, aku masih terbayang bayang akan kejadian tadi. Dan tanpa disadarinya, aku telah mengambil beberapa jepretan ketia bi Nana sedang nungging membersihkan etalase makanannya.
1892Please respect copyright.PENANAnqTbCiIX2d
Karena sudah tidak tahan menahan birahiku, akhirnya aku memutuskan untuk coli sembari membayangkan betapa nikmatnya bisa men-doggy pantat bi Nana sambil aku tampar-tampar pantat yang montok itu.
1892Please respect copyright.PENANAVtRwenyLbi
Bersambung…
1892Please respect copyright.PENANAPyohljVlhD
1892Please respect copyright.PENANAH4fgJQTUkW