
Akhirnya aku dan suami resmi bercerai.
Setelah resmi bercerai aku pun kerap bergonta-ganti teman kencan, karena aku tidak sanggup hidup tanpa belaian pria.
Sampai suatu saat, aku mengetahui bahwa diriku telah hamil. Namun aku gugurkan karena tidak tahu yang mana ayahnya.
Aku pun masih melanjutkan pekerjaan sampinganku sebagai model panas dan wanita panggilan. Sampai akhirnya aku bertemu dengan mas Jafar.
Mas jafar adalah salah satu klien kencanku, ia adalah seorang keturunan arab berusia 50 tahunan, tubuhnya tinggi besar. Ia seorang duda dan pekerjaannya adalah seorang pengusaha.
Karena ketagihan denganku, ia sudah menggunakan servisku sebanyak 3 kali. Dan akhirnya ia mengatakan padaku.
"Dek, aku menyukaimu, aku ingin menjadikanmu istri, apa kamu bersedia menjadi istriku?"
"Mas, kamu tau kan pekerjaan sampinganku seperti ini?". "Selain itu aku juga menyukai pekerjaanku sebagai seorang model sexy"
"Iya dek mas tahu, dan mas ga keberatan dengan pekerjaan sampinganmu sebagai model" ucapnya berusaha meyakinkanku
"Mas yakin?" tanyaku
"Iya yakin"
3689Please respect copyright.PENANAO9lkx3HdIa
Aku pun meminta waktu untuk berpikir. Memang bila aku bersama mas jafar hidupku akan terjamin secara ekonomi, dan kehidupan seksualku juga terpenuhi karena dirinya selalu bisa memuaskanku di ranjang.
Setelah itu ia mulai mengajakku untuk berkencan, bukan sebagai wanita panggilan, namun sebagai kekasih. Ia pun berjanji untuk memberikan uang bulanan kepadaku sebagai bukti keseriusannya padamu.
Hingga suatu hari ia mengajakku ke rumahnya, sebuah rumah besar dan mewah dengan banyak mobil mewah terparkir di garasinya. Setelah makan malam dengannya, aku pun diajak masuk kekamarnya.
Kamipun duduk tepi ranjang.
"Gimana sayang, kalau kamu menjadi istriku, semua ini akan menjadi milikmu" ucapnya
"Iya mas sayang" jawabku sambil membuka pakaiannya dan mulai menciumi bibirnya dengan mesra. Kubuka celananya dan mulai mengocok penis hitam besarnya.
Kujilati dari pangkal hingga ke ujung penisnya. Dan kumasukkan kedalam mulutku.
"Oh sayaang.." ia menikmati permainanku.
3689Please respect copyright.PENANA7al1SUsAmu
Setelah itu kuminta ia berbaring terlentang. Kubuka seluruh pakaianku, dan berjongkok diatas kepalanya. Ia pun menjilati vagina dan klitorisku.
"Ahnng.. mass.. enaakkk"
Hingga vaginaku benar-benar basah.
Aku pun berpindah posisi jongkok diatas penisnya dan perlahan kumasukkan penisnya dalam vaginaku.
"Ouh.. besar banget sih mass".
"Kamu suka sayang...?"
"Suka banget mass.. sampe penuh memekku.. ahnnng"
Tanpa buang waktu, akupun mulai memainkan pinggulku. Terasa penisnya mengocok-ngocok bagian dalam vagina hingga dalam sekali.
"Uuhhh.. mass.. akkuu mmaau kluaarr" lalu mulai menggelinjang akibat klimaksku.
3689Please respect copyright.PENANAEU1UgnkJ3w
Mas jafar kemudian menyuruhku posisi menungging. Penis besarnya kemudian dimasukkan dalam vaginaku dan mulai menggenjot, sambil menarik rambutku.
"Gimana sayang.. enaakk?" tanya mas jafar
"Ennaakk banget mass... jangaann berhentii.."
Ia pun menggenjot semakin cepat dan dalam hingga membuatku tak tahan dan berteriak-teriak.
"Terus mas.. terus genjot akuu..ouhh.."
Dan tubuhku pun bergetar hebat.
"Ahhnnng... maasss.. akku kluarr laggi ihhh..."
3689Please respect copyright.PENANAETbuigEHOi
Tak puas sampai disana, ia melanjutkan menyetubuhiku dengan berbagai gaya hingga aku benar-benar kewalahan.
Setelah selesai, kamipun bercumbu mesra.
"Jadi kamu mau kan jadi istri mas?"
"Mau banget mas sayang" kemudian mencium bibirnya kembali.
3689Please respect copyright.PENANAEa8iaeYYxU
Akhirnya kami pun menikah. Dan acara resepsi ku pun diadakan besar-besaran.
Setelah menikah, hidupku sangat menyenangkan, semua kebutuhanku terpenuhi, aku bisa membeli banyak barang-barang mewah dan aku tetap menjalankan hobiku sebagai model sexy, karena mas jafar berjanji untuk membolehkanku tetap menjalani hobi nakalku ini.
3689Please respect copyright.PENANAAyz2J9Lxw1
Sesekali ia ikut menemaniku saat sesi foto, bahkan menyaksikan saat aku disetubuhi oleh para fotografer itu. Kerap kali mas jafar ikut bergabung dengan para pria itu untuk menyetubuhiku.
.
.
.