Tile terus mengocok kontolnya sambil membayangkan tubuh telanjang Nagita yang sedang di jilati dari ujung rambut sampai ujung kaki tanpa ada yang terlewat sedikitpun, membayangkan kontolnya di lumat habis oleh mulut Nagita yang telah mengacuhkan dirinya, membayangkan kontolnya memberikan pelajaran pada memek Nagita dan menyemprotkan pejuh ke dalam rahimnya sambil celana dalam Nagita terus dia ciumi dan jilat jilat hingga basah kuyup terkena liurnya hingga dirasa sudah ingin mencapai puncak celana dalam Nagita langsung di arahkan ke ujung kontolnya dan....
1991Please respect copyright.PENANAotFFLtwtok
1991Please respect copyright.PENANA8KwbYgz19L
1991Please respect copyright.PENANAFnjHLY7LAZ
1991Please respect copyright.PENANA3bzqg4Mncx
"Cccrrrooott ccroot.... Aaahhh Nagita anjjiinnkk Nagita sialan.... Aaaahhhh.... Cccrrrooott ccroot..."
Racau Tile saat orgasme....
1991Please respect copyright.PENANAORuEGRNepw
1991Please respect copyright.PENANAGqCc46xR3e
1991Please respect copyright.PENANAGEvIt3JPpT
1991Please respect copyright.PENANACyAzGz85nx
Setelah itu dia keluar kamar mandi dengan begitu santai ingin menuju ruang dimana Rafatar sedang bermain game, saat dia melewati tempat jemuran dia tengok kanan tengok kiri saat dia yakin tidak ada orang kemudian dia letakan kembali di jemuran celana dalam Nagita yang berlumuran pejuhnya begitu banyak.
1991Please respect copyright.PENANAlXaO8VZ5Gi
1991Please respect copyright.PENANALpKnoEgeV9
1991Please respect copyright.PENANADDbE0QYyhX
Sementara itu saat hari mulai semakin gelap Nagita terbangun dari tidur singkatnya dan ingin segera mandi meninggalkan Raffi yang masih terlelap, sebenarnya Nagita sendiri masih belum puas setelah ngentot dengan Raffi tadi karena hanya mencapai orgasme sekali saja, namun dia lebih memilih membiarkan suaminya beristirahat sebelum pergi, karena jadwal Raffi berangkat yaitu sekitar jam 9 malam nanti
1991Please respect copyright.PENANAkonHKJBQiQ
1991Please respect copyright.PENANAKTQe8x9wWt
1991Please respect copyright.PENANAEotrnlr4pE
Sebelum masuk kekamar mandi Nagita ingin mempersiapkan pakain yang ingin dia kenakan dan mencarinya di lemari, akan tetapi ternyata stok pakaian dalam di lemarinya tidak ada Nagita pun langsung berinisiatif ingin mengambil sendiri pakaian dalamnya di jemuran tanpa menunggu ART nya melipat seluruh baju dan menaruhnya di lemari karena memang darurat untuk langsung dia kenakan saat itu juga, namun saat dia telah berada di area jemuran dia di buat berpikir keras karena salah satu celana dalamnya basah dan berlumuran cairan putih kental, tak sampai di situ diapun semakin kebingungan karena aroma cairan itu sangat tidak asing baunya di tambah lagi saat dengan ragu dia mencoleknya ternyata cairan itu masih hangat.
Tidak salah lagi itu adalah cairan pejuh dalam tebakan Nagita, tapi dia bingung pejuh siapa itu sebab di dalam rumah mereka para ART lelaki sudah di berikan tempat khusus, jadi lelaki yang ada di dalam rumah itu hanya Rafii dan kedua anaknya yang lainnya hanya ART wanita hingga dia tersentak dan kembali sadar kalau di dalam rumah mereka telah kedatangan lelaki lain selain suami & kedua anaknya yaitu si Tile anak jalanan teman baru Rafatar.
1991Please respect copyright.PENANAkgRUlLYB2k
Tapi sungguh "KESIALAN" yang menimpa Nagita saat itu, bagaimana tidak?? Karena haus akan birahi yang belum begitu terpuaskan membuatnya jadi panas dingin saat dia mendapati celana dalamnya berlumuran pejuh meskipun di lain sisi dirinya juga sangat emosi terhadap Tile karena Nagita sangat yakin kalau bocah jalanan itulah pelakunya yang sudah mengotori celana dalamnya dengan pejuh. Nagita merasa sangat dilema, dia ingin sekali memberikan pelajaran pada Tile namun dia bingung bagaimana caranya di tambah lagi dia juga tak memiliki bukti yang kuat karena di area itu tidak terpasang CCTV, jangankan rekaman CCTV yg membuktikan itu semua perbuatan Tile saksi mata pun juga tidak ada. Masih dalam dilema besar dan juga haus birahi yang masih membara tanpa sadar Nagita justru mengambil dua celana dalam yang satu ingin dia kenakan, sedangkan celana dalam yang berlumuran pejuh itu dia bawa juga meskipun dia bingung ingin dia apakan nantinya.
1991Please respect copyright.PENANAZjTrQkBFvB
1991Please respect copyright.PENANAGyBQ9kpkoP
1991Please respect copyright.PENANAIVv5CiRn5n
Kini Nagita sudah masuk kekamar mandi di dalam kamarnya yang terdapat Raffi masih tertidur pulas, di dalam dirinya langsung masuk dan berendam kedalam bathtub tanpa mengunci kamar mandi dia berharap suaminya masuk kedalam dan ngetot denganya lagi namun hampir sejam lebih tak ada tanda-tanda sang suami masuk kedalam kamar mandi menyusulnya, jangan kan menyusul untuk mandi bareng, saat dia bangun keluar kamar mandi untuk menengok keberadaan Raffi di ranjang mereka dia mendapati sang suami masih saja tertidur dengan begitu pulas. Nagita sedikit kecewa karena hal itu dan kembali berendam namun di tengah lamunan terlintas di benaknya akan celana dalam berlumuran pejuh yang masih belum bisa di pastikan siapa pemilik pejuh itu dia sendiri bingung untuk apa celana dalam itu dia bawa masuk kekamar mandi. Hingga tanpa sadar elusan tangannya terhadap seluruh tubuhnya sendiri malah membuat birahinya semakin naik dan memutuskan untuk masturbasi meskipun suaminya sedang ada di dalam rumah, dia colok memeknya dengan dua jari tangan kiri sementara tangan kanannya dia gunakan untuk meremas serta mencubit kedua toket dan pentilnya secara bergantian sambil membayangkan sebuah pejuh yang melumuri celana dalamnya, dia begitu horny hanya dengan membayangkan pejuh itu. Godaan iblis terus menerus mengikis akal sehatnya, di lain sisi emosi serta amarah terhadap Tile masih belum reda namun di sisi sebaliknya ada dorongan kuat agar dirinya menggunakan pejuh itu untuk membantu memuaskan birahinya di tambah lagi saat dia menganmbil celana dalam berlumuran pejuh di dinding kamar mandinya kini sudah tersisa sedikit karena banyak yang sudah mengering membuat dorongan iblis semakin menguat agar jangan sampai menyia-nyiakan kejadian langka tersebut. Akhirnya dengan tangan gemetar di akibatkan amarah dan birahi yang bercampur jadi satu dia mendekatkan lumuran pejuh di celana dalamnya di depan muka untuk di ciumi aromanya.
1991Please respect copyright.PENANAiunjDVi6iQ
Benar saja, seketika tubuhnya semakin bergetar hebat dan semakin meninggi suhu tubuhnya akibat lonjakan birahi, meskipun lumuran pejuh di celana dalamnya kian menipis akibat mengering namun aroma pejuh seorang bocah jalanan begitu kuat dan menyengat, semakin dalam di hirup aroma pejuh itu semakin hilang pula akal sehatnya hingga entah dari mana datangnya keinginan liar hinggap di pikirannya untuk tidak menyia-nyiakan sisa pejuh yang semakin sedikit itu agar tidak mengering begitu saja lalu.... Haappp..... Dia tangkupkan sisa pejuh di celana dalamnya di mulut yang dia buka lebar-lebar sambil dengan sedikit ragu lidahnya di gerakan untuk mengecap rasa pejuh itu.
1991Please respect copyright.PENANA1Z8k5TN57l
Tanpa Nagita perkirakan perpaduan amarah, birahi, serta bayangan akan bocah jalanan rendahan yang terus terngiang di benaknya membuat Nagita langsung orgasme degan mencolok memeknya sendiri dan juga rasa dari pejuh anak jalanan di ujung lidahnya
1991Please respect copyright.PENANA9aKDyveApm
1991Please respect copyright.PENANA6OEYaHot3l
1991Please respect copyright.PENANAqbiTBMXDSj
1991Please respect copyright.PENANAQBsVMXa62k
"Eeegghhhh eennnghhhh haaapppp.... Sslluurrppp sslllleeerrrppsss ssrruuuppp.... Ccllookk cccllookkksss ccllkkk ccllleeekkk.... Ssrruuppuuttttt ssrruuuppp.... Eemmhhsss aaahhh ssshhh aaammhhhsss...."
1991Please respect copyright.PENANATnZwH3xhxu
"Aaakkhhh aaaahhhh aakkuu muncrat... Aku muncrraatt sialan kau bocah jalanan kurang ajaarr aaahhh mampus kaaauuu rasaakaann ini eeegghhhh rasaakaann pejuh kamu aku jilatin, rasaakaann pejuh kamu aku makaann"
1991Please respect copyright.PENANAkF5O4ILXq3
1991Please respect copyright.PENANAkAqEiBXH64
1991Please respect copyright.PENANAvWeCWVb2ZN
1991Please respect copyright.PENANA8oeEGHywZl
GILLLAAAA.... kalimat itulah yang kini memenuhi pikirannya setelah orgasme dan kembalinya akal sehat Nagita, bagaimana mungkin dirinya dengan begitu hina di taklukkan oleh birahinya sendiri hingga mau maunya di colmek sambil orgasme sambil menciumi dan menjilati pejuh anak jalanan teman baru Rafatar anaknya yang begitu tak disukainya.
Namun demikian meskipun dirinya merasa begitu hina akan tetapi ada juga perasaan aneh yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Ternyata dengan hanya membuka lebih lebar lagi sudut pandangnya terhadap orang-orang rendahan termasuk Tile misalnya bisa membuat gairah seksual yang melanda dirinya jadi bisa merasakan sebuah sensasi kepuasan di level yang berbeda! Bagaimana tidak, setiap dia ngentot dengan Raffi dia harus mengeluarkan usaha lebih dengan cara mendominasi aksi persetubuhannya dengan sang suami, namun kali ini hanya dengan lelehan pejuh saja dia dibuat orgasme hebat secara singkat hanya menggunakan dua jari bila mana biasanya dia harus kelelahan dan juga pegal-pegal jika sedang menggenjot kontol suaminya namun dengan lelehan pejuh Tile hal itu tidak terjadi.
Sungguh sebuah pengalaman baru bagi Nagita, bahkan juga sepertinya akan mengubah kehidupan sehari-hari Nagita untuk kedepannya nanti.
Selang beberapa hari setelah momen hin yang di alami Nagita, kini mereka berempat Nagita, Raffi beserta kedua anaknya sedang asik jalan jalan di sebuah mall tanpa di temani oleh para asisten ataupun bodyguard mereka, disana Raffi & Nagita begitu antusias menemani kedua anaknya bermain di wahana permainan yang tersedia sambil membelai beberapa belanjaan seperti pakaian, makanan dan lainnya. Hingga saat mereka sudah puas menghabiskan family time kini mereka sudah berada di jalan ingin pulang, namun setelah beberapa meter mobil yang di kemudikan Raffi baru saja melewati lampu merah tiba-tiba saja ban mobilnya kempes, sialnya lagi tempat dimana mobil mereka kempes letaknya cukup jauh dari sebuah bengkel di tambah lagi tidak ada ART yang menemani meskipun peralatan bengkel di mobil Raffi cukup lengkap tetapi Raffi merupakan orang yang sangat awam dan nol besar di bidang otomotif, saat dia menelepon asisten mereka yang ada di rumah untuk menyusul harus memakan waktu paling cepat sekitar setengah jam karena lokasi mobil mereka kempes sangat jauh dari rumah, lokasi bengkel terdekat jaraknya sekitar 1,5 km mana mungkin Raffi sanggup mendorong sendir mobil mereka menuju bengkel terdekat di tambah lagi cuaca saat itu terasa sangat terik dan panas. Namun beruntung bagi mereka saat ada seseorang yang datang menghampiri mereka menawarkan bantuan.
1991Please respect copyright.PENANAdXkBgn0OhX
1991Please respect copyright.PENANAo4k7vk2JEP
1991Please respect copyright.PENANArkU6NX9DWf
Anak jalanan: permisi om, mobilnya kenapa??
1991Please respect copyright.PENANAolVK9ywHeK
Raffi: eehh ini mas ban mobilnya kempes, bocor kena paku kayaknya....
1991Please respect copyright.PENANA5u7WpEAeae
1991Please respect copyright.PENANAtxFsx1Hv8L
Sementara Rafatar yang menyadari kalau seorang anak jalanan yang menghampiri mereka adalah orang yang dia kenal, maka Rafatar langsung membuka jendela mobil dan menyapa anak jalanan tersebut....
1991Please respect copyright.PENANAOPrqpbzxN3
1991Please respect copyright.PENANAuu9nUX8Q45
1991Please respect copyright.PENANAan8WGLOeZP
Rafatar: Tile.... Kamu Tile kan??
1991Please respect copyright.PENANAOJxHZrjPDw
Tile: eeehhh?? Ii iiiyaaa.... Oohh kamu Rafatar?? Jadi ini om Raffi??
1991Please respect copyright.PENANARUyt5NFXFN
Raffi: loooohhh iya, kamu Tile temennya Rafatar kan??
1991Please respect copyright.PENANA0IkVbZRs5r
Rafatar: kamu di sini le?? Kamu ngamen di sini??
1991Please respect copyright.PENANAHES4b9rwAv
Tile: iya om Raffi, saya Tile temennya Rafatar.... Eeehhh iya tar, rumahku di deket sini, tapi ini haru mau berangkat ngamen tar....
1991Please respect copyright.PENANAM3RKFlSK4l
1991Please respect copyright.PENANAvQIIuyUs9e
Sedangkan Nagita yang menyadari kalau orang yang menghampiri mereka adalah Tile langsung merah rona wajahnya karena kebencian terhadap Tile dan juga rasa malu karena kejadian hina beberapa hari lalu yang di lakukan sendiri, ingin dia melampiaskan nafsu amarah terhadap Tile karena dia duga anak itu telah mengotori celana dalamnya dengan pejuh, namun saat dia kembali teringat kalau dirinya di buat orgasme hebat oleh pejuh bau menyengat anak muda itu membuatnya jadi salah tingkah sendiri.
Bahkan saat dia menyadari kalau Tile melongok dan mengarahkan pandangannya kedalam mobil guna melihat keberadaanya, tiba tiba saja perasaan aneh langsung melanda.
1991Please respect copyright.PENANACohOdFgtLS
1991Please respect copyright.PENANAwAKZXjN1ZC
1991Please respect copyright.PENANAJQkojlJY2C
Raffi: ohh iya le, kamu tau mekanik yang bisa di panggil gak buat ganti ban mobil saya yg kempes ini??
1991Please respect copyright.PENANAxbuI2cbZZl
1991Please respect copyright.PENANATyrPdQE6Ka
Tile: waahh kebetulan sekali om, saya juga seorang mekanik amatir saya sering ikut kerja harian di bengkel sekitar tempat tinggal saya kalau lagi males ngamen om....
1991Please respect copyright.PENANAb0jIhWVhIA
1991Please respect copyright.PENANAsCHSL9AiYa
Raffi: heeemmm beneran itu le?? Tapi kalau ganti ban mobil kamu bisa gak le??
1991Please respect copyright.PENANAY1lzR4qYyo
1991Please respect copyright.PENANAcbBVeXyiJk
Tile: gampang itu om, meskipun amatir kalau masalah ganti ban mobil atau nambal ban mobil yang kempes saya udah jago om....
1991Please respect copyright.PENANAOGwZvXzf4c
1991Please respect copyright.PENANANkEeddhJIC
Raffi: beneran le?? Yakin kamu bisa??
1991Please respect copyright.PENANACHc85dVCX6
1991Please respect copyright.PENANAO1bH2OaID5
Tile: yakin om.... Yaudah om keluar aja peralatanya biar saya kerjain, om sana neduh aja panas banget soalnya cuaca hari ini....
1991Please respect copyright.PENANA3xcHI7jaf6
1991Please respect copyright.PENANAtS2inw75pQ
Raffi: maahh, Rafatar, adeekkk (Cipung) kita turun dulu yuukk, kita neduh di Alfamart terdekat sambil istirahat dan minum
1991Please respect copyright.PENANAvhmLG7HbSY
1991Please respect copyright.PENANAkDGNI1TxiS
Rafatar: makasih ya le udah bantuin lagi, dulu kamu bantuin aku dari anak SMP yang nakal, sekarang kamu bantuin keluarga aku....
1991Please respect copyright.PENANAy858Jxp0yF
1991Please respect copyright.PENANAq7A4h7fVST
Tile: santai aja tar.... Masalah kecil ini mah, dah sana kalian neduh aja dulu....
1991Please respect copyright.PENANAIzgwtIDoNl
1991Please respect copyright.PENANAyHSKNFoWyH
1991Please respect copyright.PENANAtGAK8abfdq
1991Please respect copyright.PENANAwfkZReuPpl
1991Please respect copyright.PENANA4kDYWnA38C
Setelah itu Raffi Nagita dan kedua anaknya sedang asik duduk sambil minum & ngemil di depan Alfamart terdekat, sambil mengamati Tile dari kejauhan. Tidak Raffi sangka kalau teman anaknya itu cukup cekatan juga di bidang otomotif meskipun dia sendiri kalau pengetahuanya di bidang otomotif masih amatir....
Rafatar: tuuhh mah lihat, bener kan yg aku bilang kalau si Tile itu anaknya baik meskipun dia anak jalanan
1991Please respect copyright.PENANAvffe23VZp2
1991Please respect copyright.PENANAqMKfdojVjB
Raffi: iya bener kamu tar, tuh kan mah apa papa bilang jangan suka menilai orang dari luarnya....
1991Please respect copyright.PENANAkN8AzFPlev
1991Please respect copyright.PENANA7EWQIFJRqv
Nagita: iya iiyyaaa.... Mama minta maaf udah nilai orang sembarangan....
1991Please respect copyright.PENANA0irXpZ07vi
1991Please respect copyright.PENANAi8cJBJGmPX
1991Please respect copyright.PENANAPK0wva4tVg
1991Please respect copyright.PENANAH8Y0QOIGsS
Tapi di benak Nagita berbeda, meskipun dia mengakui kalau Tile itu anak baik, tapi tidak dengan otak mesumnya meskipun itu masih dugaan belaka
1991Please respect copyright.PENANAcoyPsl9OlH
1991Please respect copyright.PENANAkyeBjYPWdV
1991Please respect copyright.PENANASSll0ilARw
1991Please respect copyright.PENANAnMGT7cGbWA
Raffi: awas yaahh nanti kalau kerjaan Tile udah beres mamah jangan lupa bilang terimakasih ke dia....
1991Please respect copyright.PENANARoHECZo8k7
1991Please respect copyright.PENANAJXdGQG9TMZ
Rafatar: iyaa maahh, nanti jangan suka larang aku ngajak Tile main kerumah ya, soalnya dia sering banget lindungi aku dari gangguin bocah SMP yang nakal....
1991Please respect copyright.PENANAuA2NuABR07
1991Please respect copyright.PENANAs0IwVtspDc
1991Please respect copyright.PENANAxG6HkQeeY8
1991Please respect copyright.PENANAkiqAQDDfyI
Deeghh.... Batin Nagita begitu berdebar membayangkan kalau nantinya Rafatar akan lebih sering mengajak Tile main kerumah, dia jadi membayangkan lagi akan rasa dan aroma pejuh yang pernah membuatnya orgasme hebat di dalam kamar mandi. Tapi kini posisinya begitu kian tersudut & tak bisa melakukan apapun untuk melarang anaknya berteman dengan Tile, mau tidak mau Nagita jadi mengiyakan apa yang Rafatar katakan
1991Please respect copyright.PENANA3d7YKch8fw
1991Please respect copyright.PENANAv1nuTVdfrC
1991Please respect copyright.PENANA5hpUSyARGS