Badan Rara sangat panas ketika Zarc menyentuhnya, segera setelah mengetahui kondisi ibunya yang tak baik-baik saja—Zarc seorang diri mencari tempat istirahat, dan obat-obatan seadanya untuk Rara. Berbekal pengetahuan yang diajarkan Rara selama perjalanan mereka, Zarc mampu membedakan, dan menghafal ratusan tanaman obat dalam kepalanya.
126Please respect copyright.PENANATWrsduapHC
Setelah mengumpulkan cukup bahan, Zarc meracik sendiri obat untuk Rara. Meskipun tanpa peralatan yang memadai, tapi obat buatan Zarc memiliki khasiat 2 kali lebih hebat berkat kemampuan sihirnya.
126Please respect copyright.PENANAjwPnJTW5gL
"Terima kasih, Zarc," ucap Rara dengan badan menggigil saat Zarc menyelimutinya.
126Please respect copyright.PENANACcmsYOYvPg
"Beristirahatlah, Ma. Aku akan ke kota untuk mengumpulkan informasi sambil menjual ramuan yang Mama buat. Aku akan segera kembali, Mama tidur saja," kata Zarc dengan tulus.
126Please respect copyright.PENANA9vNbE28qhf
"Zarc...."
126Please respect copyright.PENANAGw7zbwPCEy
Rara melihat Zarc yang terus mengingatkannya dengan Julius, kebaikan serta kecakapannya benar-benar sama seperti Julius.
126Please respect copyright.PENANAOELhvM9yGa
Dengan menggendong sebuah ransel besar berisi obat dan ramuan di punggungnya, Zarc berjalan keluar dari penginapan itu. Bertelanjang kaki, Zarc berjualan ramuan di kota, dan mulai mengumpulkan informasi tentang kakaknya.
126Please respect copyright.PENANA8sH1N92OTg
Setelah setengah hari berjualan, Zarc memutuskan untuk pulang karena barang dagangannya telah habis terjual. Tapi Zarc tak mendapatkan apa pun tentang informasi keberadaan kakaknya, malah berita tentang serangan balik pasukan Kerajaan menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat.
126Please respect copyright.PENANAbAF3JuT448
"Orang itu.... Apa dia tak berusaha mencari, Mama!?" gumam Zarc dengan penuh kekesalan, menyalahkan Nero yang ia pikir tak peduli pada Rara.
126Please respect copyright.PENANAFoK3ZGwv2v
Zarc kembali ke penginapan, membayar sewa dengan uang hasil jualannya, dan bergegas kembali ke kamarnya. Tak lupa, Zarc juga membawa makanan hangat untuk Rara, dan beberapa bahan obat untuk ia racik sendiri.
126Please respect copyright.PENANAsB498ZRFpv
"Ahh..... Tuaannnn.... Ahh...."
126Please respect copyright.PENANAPpsIRKUqJb
Langkah Zarc terhenti saat dari dalam kamar ia dengar suara desahan Rara, ia buka sedikit batang pintu, dan mendapati Rara tengah bermasturbasi sambil mencolok-colok memeknya dengan tangannya.
126Please respect copyright.PENANAXT7T8EgJde
Zarc hanya diam memperhatikan, tanpa berani masuk ke dalam—menunggu Rara selesai bermasturbasi. Zarc sudah beberapa kali memergoki Rara sedang colmek sambil membayangkan ayahnya, Nero.
126Please respect copyright.PENANA5SZsLJYNpC
"Bikin obat saja lah," gumam Zarc, menaruh makanan yang ia bawa di depan pintu kamar, dan berbalik arah menuju dapur.
126Please respect copyright.PENANAIdJRkyFK6i
Di sisi lain, Rara yang tengah sibuk memaju mundurkan dua jari dalam memeknya merasa kurang. Ia hentikan colmeknya itu, dan mulai mencari suatu benda keras—yang sekiranya bisa membantunya untuk cepat keluar.
126Please respect copyright.PENANApKs5ozbCjH
"Ah... Ada," ucap Rara sambil menarik keluar tabung reaksi yang biasa ia gunakan untuk membuat ramuan.
126Please respect copyright.PENANA1r6Y4f7HhH
"Hmmmm... Hmmmm"
126Please respect copyright.PENANA8j8lGCxalS
Rara mulai mengulum tabung reaksi itu dalam mulutnya sambil membayangkan kalau itu kontol Nero, setelah puas mengulum—Rara kembali ke kasurnya, membuka lebar pahanya, dan mulai memasukkan tabung reaksi itu ke memeknya.
126Please respect copyright.PENANAr3QT2PVXGm
"Oghh... Ah.... Tuan... Ahh..... Tuann....."
126Please respect copyright.PENANAO5fjmw4h22
Tangan Rara bergerak cepat, memaju mundurkan tabung reaksi itu di memeknya sambil tangan yang lain meremas teteknya yang besar itu. Setelah beradu kelamin dengan tabung reaksi cukup lama, akhirnya Rara keluar, dan muncrat cukup deras.
126Please respect copyright.PENANAH9utOLZqyF
"Ahhh... Ahhh.... Ahh.... Ini tak cukup, aku butuh kontolmu, Tuan.... Ah... Tuan Nero..."
126Please respect copyright.PENANABfN3QfrrC3
Rara menggerayangi tubuhnya sendiri, sambil mengoleskan muncratan cairan cintanya ke seluruh daerah selangkangannya. Selama dua puluh menit lebih, Rara terus bermasturbasi dengan berbagai benda yang ia bisa temukan, dan setelah nafsunya terpuaskan Rara tidur dengan tubuh bugil.
126Please respect copyright.PENANADzDXYXSF7O
*****
126Please respect copyright.PENANAgEhWSXCNJY
Keesokan paginya, Rara telah sembuh dari demamnya berkat perawatan Zarc, dan obat yang ia berikan. Setelah membayar sisa uang sewa pada pemilik penginapan sepasang ibu dan anak itu pun kembali melanjutkan perjalanan mereka.
126Please respect copyright.PENANACtDFbib1gP
Dari satu kota ke kota lain, hingga akhirnya mereka berdua menemukan titik terang tentang keberadaan Verte, ular raksasa perwujudan Julius dari seorang nenek-nenak tunawisma.
126Please respect copyright.PENANAdQ960yatKD
"Nona cantik, apa anak ini, anakmu?" tanya nenek-nenek yang memberikan informasi tentang keberadaan Verte pada Rara.
126Please respect copyright.PENANActdoddAMeJ
"Iya, Nek. Dia anakku, apa ada yang salah dengannya?" tanya Rara, setelah sadar dari tadi nenek itu terus memperhatikan Zarc.
126Please respect copyright.PENANAsHB5pz28a5
"Tidak ada yang salah dengannya, Nona. Dia memiliki mata yang bagus, kuharap kalian berdua bisa menemukan apa yang kalian cari," kata Nenek itu seraya berbalik pergi, tanpa menghiraukan panggilan Rara, dan Zarc yang ingin memberinya uang.
126Please respect copyright.PENANAB6b9pcZTb4
"Nenek yang aneh, Ma. Apa semua lansia seperti itu?" tanya Zarc pada Rara.
126Please respect copyright.PENANA2Niei0wJpX
"Tidak, Sayang. Tapi kau tak boleh mengatakan hal seperti itu di depannya lain kali," kata Rara sembari berbungkuk, dan mengelus kepala Zarc.
126Please respect copyright.PENANAotkU5qhCNY
Setelah cukup jauh dari mereka berdua, nenek misterius itu tersenyum dengan wajah mengerikan. Ia menoleh, dan menyipitkan matanya yang keriput—menatap Zarc yang tengah berjalan bersama Rara untuk pergi ke kedai makanan.
126Please respect copyright.PENANAK3CzvZ5Djc
"Anak itu, tak salah lagi.... Dia punya mata yang sama dengan Raja Iblis," gumam Nenek tua itu, lalu menghilang seperti debu yang ditiup angin.
126Please respect copyright.PENANAY4wOBbhyoO