
Nero hanya menyimak setengah perkataan Ratu Anri, matanya terus menatap tetek Ratu Anri yang besarnya sangat menggoda untuk disentuh itu. Ketika Ratu Anri sadar kalau teteknya menjadi bahan fantasi Nero, ia hanya tersenyum tipis.
84Please respect copyright.PENANA0n8FpAgP3k
"Nero maukah kau membantu Kerajaan dengan kekuatanmu?" pinta Ratu Anri sambil menutupi kedua teteknya—membuat perhatian Nero kembali.
84Please respect copyright.PENANAVEFyLpGpIr
"Membantu? Kalau bertarung aku mundur.... Meski aku bisa jadi sangat kuat dalam wujud itu, tapi aku tetaplah bisa dikalahkan," kata Nero sambil mengingat kenangan buruk tentang kekalahannya waktu menghadapai Okta.
84Please respect copyright.PENANASFtsLXFLy0
Ratu Anri menggeleng, sepertinya Nero belum paham dengan apa maksudnya.
84Please respect copyright.PENANAIjkCHlCs4h
"Bukan dalam masalah itu. Nero aku ingin kau memberi benih yang bagus untuk Kerajaan ini. Dengan kata lain aku ingin kau menghamili para wanita kami, dan memberi mereka anak-anak kuat yang kelak dapat membantu Kerajaan menghadapi Dogna."
84Please respect copyright.PENANAOwlWmAu3AP
Nero terkejut, ia tak menyangka Ratu Anri akan meminta bantuan seperti itu padanya. Setelah berpikir dan menimbang, Nero pikir tak ada salahnya kalau dia membantu Ratu Anri. Selain bisa ngentot dengan berbagai wanita, keamanannya juga terjaga.
84Please respect copyright.PENANANlTRqLTj4B
"Baiklah Yang Mulia, aku akan berusaha semampuku. Tapi sebelum itu aku punya sebuah syarat," kata Nero ingin minta lebih.
84Please respect copyright.PENANAjQsrXu9WlD
"Syarat? Apa syarat yang kau inginkan?" tanya Ratu Anri penasaran.
84Please respect copyright.PENANAhLCsCH7Gvn
"Pertama, aku ingin keluargaku yang ada di Vagis untuk tinggal di sini, Kedua aku ingin anak-anak hasil hubungan gelapku dengan para istri orang juga ikut kemari, Ketika izinkan aku ngentot denganmu, Ratu Anri."
84Please respect copyright.PENANAhAPplrCwxg
Ratu Anri terkejut mendengar syarat ketiga Nero,wajah Ratu Anri memerah karena malu—tak menyangka Nero ingin ngentot dengan wanita beranak dua sepertinya.
84Please respect copyright.PENANAYkohLvTFFz
"Soal dua syarat pertama, aku bisa langsung melakukannya. Tapi syarat ketiga, seperti aku butuh lebih banyak waktu untuk berpikir." kata Ratu Anri dengan sedikit canggung.
84Please respect copyright.PENANAuZyHOfTvka
"Tenang saja, Ratu Anri. Berapa lama pun akan kutunggu jawabanmu," kata Nero dengan mata nakal yang menelanjangi Ratu Anri.
84Please respect copyright.PENANA4BtFetUDNG
Setelah mereka berunding cukup lama, akhirnya Ratu Anri keluar dari kamar itu. Para pengawalnya yang menunggu di luar langsung menanyakan keadaannya, dan Ratu Anri menjawab untuk tak perlu khawatir padanya. Ia lalu memberikan perintah pada prajuritnya untuk menjemput keluarga Nero di kota Vagis.
84Please respect copyright.PENANAeIELiwlGup
*****
84Please respect copyright.PENANAYMCACiWzAe
"Tuaaaannnnn!"
84Please respect copyright.PENANAhdo321ysVY
Waka langsung memeluk Nero ketika baru sampai di istana, Nero membalas pelukan Waka dengan meremas pantatnya yang semok itu. Mereka berdua saling melepas rindu dengan berciuman panas di depan banyak orang yang menunggu kedatangan keluarga Nero. Sampai akhirnya Rara tiba, dan menarik Waka menjauh dari Nero.
84Please respect copyright.PENANAhqsMrYpwYI
"Tuan, lama tak bertemu. Syukurlah kau baik-baik saja," ucap Rara dengan senyuman tulus.
84Please respect copyright.PENANANDLTXynqDU
Setelah Rara, Maria keluar dari kereta bersama Maki dan Asahi yang terlihat menggendong seorang balita.
84Please respect copyright.PENANAYbTFO4tGyG
"Maria, Maki, Asahi, kalian juga datang," kata Nero senang melihat para budak seksnya yang lain juga ikut datang.
84Please respect copyright.PENANANFsFPBs3iE
"Bukan hanya mereka, loh Tuan. Para anggota club Milf, saat tahu Tuan ada di sini memilih menceraikan suaminya, dan membawa anak mereka untuk tinggal bersama Tuan," ujar Maria sambil tersenyum nakal melihat kontol Nero yang tercetak keras dari balik celananya.
84Please respect copyright.PENANAwvINdoBJdc
"Benarkah? Itu gila! Sepertinya aku tak bisa beristirahat."
84Please respect copyright.PENANAM7acaDNuuA
Nero tersenyum senang, rombongan panjang para istri selingkuh yang mengendong anaknya muncul setelah rombongan Maria, di kereta paling akhir ia terdapat rombongan Simmons, Caliga, Julius, dan Marilyn yang terlihat mengawal para wanita Nero.
84Please respect copyright.PENANAt0rKw6pVSG
Nero menjabat tangan Simmons dan Caliga untuk berterima kasih, Nero mengajak mereka masuk ke paviliun yang diberikan Ratu Anri untuknya. Tak lupa ia mengajak para prajurit yang ditugaskan Ratu untuk menjaganya.
84Please respect copyright.PENANA4kDhDtjyVS
"Hei kenapa kalian hanya berdiri saja si sana? Ayo masuk!"
84Please respect copyright.PENANAum2goKoQiW
"Tapi Tuan Nero, kami sedang berjaga...."
84Please respect copyright.PENANA0ES75DR8sT
"Hah!? Buat apa, mari ikut aku ke dalam dan pesta seks bersama wanita-wanita haus seks itu."
84Please respect copyright.PENANAdHtucx1SNy
Kedua penjaga saling tatap, mereka tak mengira kalau Nero akan mengajak mereka.
84Please respect copyright.PENANAhrlJpyJBaX
"Bo-boleh kah, Tuan?"
84Please respect copyright.PENANAT8qZ19gBl6
"Iya, tunggu apa lagi. Aku tak bisa membuat puas semua wanita binal itu seorang diri. Ayo masuk!"
84Please respect copyright.PENANAbOKnm7nPOv
Kedua pengawal itu tersenyum, akhirnya mereka berdua ikut masuk, dan join ke pesta seks dalam rangka menyambut berkumpulnya kembali Nero dan keluarganya.
84Please respect copyright.PENANAP4RySgBwi0
Ada total 6 pria dan 40 wanita dalam ruangan itu, Nero memberi kebebasan untuk 5 pria lain untuk ngentot dengan semua wanita kecuali keluarga Nero. Pengenjotan massal pun terjadi di paviliun itu, Nero duduk di sofa panjang dengan Maria dan Rara yang tengah mengulum kontolnya.
84Please respect copyright.PENANAfkzOg9bXe4
Nero tertawa puas melihat Simmons yang menggangbang Asahi bersama Caliga di depan istrinya yang terlihat sange, karena kasian pada Marilyn—Nero memanggilnya untuk ikut memuaskannya.
84Please respect copyright.PENANAWBf8bThfUY
"Marilyn! Apa yang kau lakukan!?" teriak Simmons yang baru sadar kalau Marilyn tengah bergoyang erotis di depan Nero yang tengah ngentot dengan Waka.
84Please respect copyright.PENANAaaqV7GT2pq
Tapi sebelum Simmons ingin melabrak istrinya itu, Asahi dan beberapa anggota club Milf menahan tubuhnya.
84Please respect copyright.PENANAr32XzhNyxj
"Tuan Simmons, kenapa tak kau biarkan saja istrimu untuk kali ini. Biarkan dia ngentot dengan pria lain, lihat—kau juga nafsu kan lihat istrimu dientot orang," ucap Asahi sambil mengelus-elus kontol Simmons yang keras karena melihat tarian erotis Marilyn.
84Please respect copyright.PENANArTVp6cPRSY
Meskipun cemburu, akhirnya Simmons membiarkan istrinya melakukan apa yang ia mau. Ia melihat sendiri istrinya menaiki kontol Nero dengan ekspresi yang tak pernah ia lihat saat bercinta. Nero bener-benar mengacak-acak memek istrinya, sementara tangannya bermain di memek Rara dan Maria.
84Please respect copyright.PENANAw1VTEhGCay
"Aahhhh... Ahhh.... Ahh...."
84Please respect copyright.PENANAe6rNfSt7am
Lenguhan istrinya membuat Simmons menjadi tambah bernafsu, ia entot Milf yang jadi teman mainnya secara kasar. Kedua suami istri itu saling melihat pasangannya bercinta dengan orang lain, dan merasa sange sendiri.
84Please respect copyright.PENANAuaRBQQgRQm
"Aaaaaaaahhh aahhhhh......!"
84Please respect copyright.PENANAOuKxkGK2Cj
Marilyn akhirnya keluar dengan kontol Nero yang masih tertancap di memeknya. Rara langsung menyingkirkan tubuh Marilyn, lalu dengan memek yang diusap-usap ia gantikan posisi Marilyn menunggangi kontol Nero.
84Please respect copyright.PENANALIKcYornlF
"Ahhh... Ah.... Ah.... Tuannnnn....."
84Please respect copyright.PENANAeFtCGNWMoZ
Rara bergoyang hebat kedua tetek besarnya ikut gondal-gandul karena goyangannya. Nero memberi Rara ciuman, lalu mencoba mengimbangi goyangannya.
84Please respect copyright.PENANA7NCPkCErMT
"Ahhh.... Ahhh.... Ah....."
84Please respect copyright.PENANAT9SveWDd0e
Akhirnya Rara keluar, tubuhnya mengeliat menindih kontol Nero yang masih keras.
84Please respect copyright.PENANAjnwNb8bDDq
"Minggir! Sekarang giliranku!" kata Marian yang sudah siap menungging dengan pantat terbuka lebar.
84Please respect copyright.PENANAgGDl4WTPLN
Nero beralih pada Maria, ia menyodok pantat Maria yang sedang nungging dengan kasarnya. Maria mendesah tak karuan, kontol besar Nero menumbuk-numbuk pantatnya dengan cepat.
84Please respect copyright.PENANAcSPLSOj12u
"Ahhh.. Ah... Aku keluar....!"
84Please respect copyright.PENANAmBAuduLx9d
Cepat-cepat Nero menarik kontolnya, lalu menyemprotkan pejunya pada pada budak seks yang telah menunggu di samping Maria. Nero crotkan pejunya di muka Waka, tetek Rara, rambut Marilyn, dan pantat Maria.
84Please respect copyright.PENANAwmgluV8qOK
Setelah para budaknya selesai beristirahat, Nero kembali entot mereka bergantian sampai mereka semua puas. Setelah puas dengan para budak seksnya, Nero beralih pada para Milf yang menunggunya.
84Please respect copyright.PENANA6o1uXtoDp9
"Tornman!"
84Please respect copyright.PENANANMXHsh4LYS
Nero langsung berubah ke wujud Tornman, kontol-kontol yang tumbuh memanjang dari tubuhnya bergerak keseluruh ruangan mencari memek untuk di puaskan. Pesta Seks Nero hari ini terbilang cukup sukses, para pria dibuat kering dengan kemahiran para wanita dalam ngentot. Pesta seks itu baru berakhir ketika jam 2 malam, saat semua orang tertidur lelap dengan tubuh penuh lendir dengan tubuh telanjang semua.
84Please respect copyright.PENANAYdaXpMjieN
84Please respect copyright.PENANA5fBIPDF9lN