Nero membenarkan pakaiannya yang kusut, dan mengenakannya. Di belakangnya terlihat Maki tengah meminum air setelah semalam hanya minum peju Nero. Keduanya terlihat canggung, Nero tak sanggup menatap wajah Maki, meski tadi mereka bercinta dengan hebatnya.
168Please respect copyright.PENANAKYOviM789a
"Jadi, di mana kau sekarang Nero?" tanya Maki, sembari menutup dadanya yang terbuka dengan selimut.
168Please respect copyright.PENANAxG3DJCgiq6
"Aku jadi pedagang obat keliling, aku bertemu orang baik saat kalian membuangku, dan aku menjadi muridnya," jawab Nero, masih diliputi rasa kesal.
168Please respect copyright.PENANAj9A0EYmCF4
Maki tertunduk, ia tampak menyesal atas apa yang telah ia perbuat pada Nero dulu.
168Please respect copyright.PENANAc4iTCIFyLK
"Maafkan, Bunda. Nero, Bunda bersyukur kau selamat, sebenarnya saat Bunda tahu kalau anak-anak membuangmu... Bunda bersikeras meminta mereka untuk mencarimu kembali. Bunda begitu menyesal, sampai tahun demi tahun berlalu.... Dan akhirnya Bunda berakhir di tempat seperti ini."
168Please respect copyright.PENANAxTa5a5uP7z
"Bunda, apa yang telah terjadi padamu selama ini. Kenapa kau menjadi seorang pelacur?"
168Please respect copyright.PENANARDJNwFofYw
Maki tersenyum tipis, ia memepet Nero yang gugup, dan duduk di sampingnya.
168Please respect copyright.PENANApveAnivuhF
"Banyak hal telah terjadi Nero, mungkin semua yang terjadi pada Bunda merupakan karma karena telah menelantarkanmu."
168Please respect copyright.PENANAEfZzqCqwcb
Maki pun menceritakan semua yang ia alami selama beberapa tahun ini. Mulai dari desa yang diserang oleh bandit, dirinya dan anak-anak panti yang dijual di pasar gelap, serta pertemuannya dengan Simmons yang merubah hidupnya.
168Please respect copyright.PENANAsK5cHPrA6q
"Seperti berat, Bunda. Aku turut sedih dengan apa yang terjadi padamu."
168Please respect copyright.PENANAYBpTAdPguN
Maki menggeleng lalu tangannya dengan nakal masuk ke dalam pakaian Nero, dan memainkan dadanya yang bidang. Maki mendekatkan mulutnya ke telinga Nero, dan meniupnya dengan tatapan nakal.
168Please respect copyright.PENANAUDRIfoE2i9
"Fuuhh....! Jangan panggil aku Bunda, aku bukan ibumu, panggil saja Maki."
168Please respect copyright.PENANAhuDTZ8gMnK
"Ma-maki!?"
168Please respect copyright.PENANA36gHlpSuxK
Nero berusaha menjaga jarak, bukan karena ia tak tertarik dengan Maki—tapi Nero takut kalau nafsunya akan kembali lagi.
168Please respect copyright.PENANAUhUpETIQy8
"Benar sayang, emm boleh kupanggil sayang kan?"
168Please respect copyright.PENANApACQ0gQORl
Nero menelan ludah, Maki benar-benar tau cara mempermainkannya. Nero terus memegangi kontolnya, dan bergeser ketika Maki terus memepetnya.
168Please respect copyright.PENANAvY8wXjHFw4
"To-tolong hentikan, Bu—Maki. Aku harus kembali, masterku sedang sakit."
168Please respect copyright.PENANAv97TT9yGK1
"Hooh, kau khawatir ya. Tapi kenapa kontolmu begitu keras?"
168Please respect copyright.PENANAFz4qpuAIwG
Maki meraba selangkangan Nero dan meremas kontolnya dari balik celana. Nero menepis tangannya, dan cepat-cepat berdiri.
168Please respect copyright.PENANAb7IszMYznn
"Tunggu! Neroo!"
168Please respect copyright.PENANAe8CGldvsdH
Saat Nero ingin pergi tiba-tiba Maki memeluk tubuhnya dari belakang, samar-samar Nero bisa merasakan dua bongkahan tetek membebani punggungnya.
168Please respect copyright.PENANATTlQHL2sfU
"Jangan tinggalkan aku.... Sepertinya.... Sepertinya aku kecanduan dengan kontolmu. Aku tak yakin bisa melayani pelanggan seperti biasa lagi, mungkin saat aku bercinta dengan mereka aku akan selalu terbayang kontolmu yang besar itu."
168Please respect copyright.PENANANwn7wMKQ9A
Sebelum cukup jauh, Nero secara lembut melepas tangan Maki, dan berbalik cepat mencium bibirnya. Tindakan Nero itu sontak membuat kedua pipi Maki memerah malu, ia memalingkan wajahnya tak mengira Nero akan membalasnya seperti itu.
168Please respect copyright.PENANALjUyspNIWo
"Aku akan sering ke sini, Maki. Tenang saja, selama masterku masih berkontrak dagang dengan Simmons, aku akan selalu memesanmu jika aku kemari."
168Please respect copyright.PENANA8w27PqZT8x
Jantung Maki berdebar-debar ia tak mengira Nero yang dulu seorang bocah tukang coli, akan membuatnya begitu baper seperti ini.
168Please respect copyright.PENANAeHNGeTemcd
Setelah saling berciuman, Nero pun keluar dari kamar itu. Saat keluar ia bertemu ajudan Simmons yang tadi membawanya, dan di antar pulang olehnya.
168Please respect copyright.PENANAITm80rcYXr
*****
168Please respect copyright.PENANAfxHt5ublTD
Satu bulan telah berlalu sejak Simmons menjadi pelanggan tetap Nero, mereka terus memproduksi ramuan perangsang dalam jumlah besar karena banyaknya permintaan di distrik pelacuran.
168Please respect copyright.PENANAbzPfc4WUg6
Lama kelamaan rumor tentang ramuan perangsang Nero mulai tersebar ke seluruh penjuru kota. Orang-orang mulai ingin mencoba sendiri keampuhan ramuan itu, dan akhirnya ramuan perangsang itu menjadi barang langka.
168Please respect copyright.PENANAIKoSqVzgCM
"Ahhhh..... Rara....!" desah Nero saat Rara mengocok kontolnya, dan mengarahkannya pada sebuah tabung reaksi.
168Please respect copyright.PENANA0PbsAclmpw
"Cepat keluarlah, Tuan. Kita punya banyak pesanan," desak Rara sambil terus mengocok kontol Nero.
168Please respect copyright.PENANAwPqD8Lt8oi
Peju menyembur dari lubang pipis Nero, dengan hati-hati Rara mengumpulkan semuanya menjadi satu, lalu mengambil tabung reaksi yang lain.
168Please respect copyright.PENANAVGYqsAv06j
"Eh, bukannya tadi kau bilang yang terakhir? Kenapa ada lagi?"
168Please respect copyright.PENANATmlh7KTI6I
"Ini untuk cadangan. Cadangan, Tuan..."
168Please respect copyright.PENANAZ5pxtebeX0
Nero mengernyitkan dahi, kalau begini terus Nero merasa lama-lama akan mati seperti dirinya di kehidupannya dulu. Ia harus mencari cara untuk mengatasi masalah ini.
168Please respect copyright.PENANAzsKHlmFbDp
"Tu-tuan, ada hal yang ingin aku bicarakan padamu..."
168Please respect copyright.PENANAXIqYaskarh
Tiba-tiba Waka datang dengan wajah malu-malu.
168Please respect copyright.PENANArYz0XGZDho
Nero menatapnya heran.
168Please respect copyright.PENANAtRYeUYXn72
"Kenapa Waka? Apa ada yang salah?"
168Please respect copyright.PENANA4ouDXYAGZ2
Waka menggetarkan bibirnya, ragu untuk mengatakannya pada Nero.
168Please respect copyright.PENANAHsb5yQUvzP
"Aku... Aku...."
168Please respect copyright.PENANA2KWSgDeYFj
"Ada apa? Ada ada yang menggodamu? Waka!"
168Please respect copyright.PENANAlP1F1dJfDW
"Aku... Hamil....."
168Please respect copyright.PENANAsHrbq1zq6v
Petir menyambar ke ubun-ubun Nero saat Waka mengatakan kehamilannya. Ia hanya meringis sambil membayangkan bagaimana repotnya ia dulu saat Rara hamil.
168Please respect copyright.PENANAbvb2vWGKZj
"Eh!? Benarkah? Selamat, ya Waka!" ucap Rara lalu segera mengecek perut Waka dengan sihirnya.
168Please respect copyright.PENANAWcAP5L1gHB
Saat kedua budak seksnya itu tengah berbahagia atas kehamilan Waka, kepala Nero dipenuhi oleh berbagai macam hal. Ia harus mencari rumah untuk tinggal mereka saat Waka hamil, ia tak bisa terus tinggal di penginapan itu—karena tak baik untuk ibu hamil.
168Please respect copyright.PENANAcnHpWRQ9u5
Meskipun Nero adalah pria hyper seks tapi pantang baginya menyuruh wanita untuk mengaborsi anaknya. Baginya semua bayi pantas lahir ke dunia ini, baik atau buruk itu terserah jalan yang mereka pilih.
168Please respect copyright.PENANA67aj0wAwpT
"Rara, Waka. Aku akan ke Simmons, mungkin ia tahu rumah yang bagus untuk merawat anak-anak," kata Nero setelah berpikir cukup lama.
168Please respect copyright.PENANAxNqW4SO8w8
"Tuan, kau yang terbaik!" seru Waka sambil memeluk Nero dengan mesra.
168Please respect copyright.PENANAPseL7P1MVw
Waka memberi Nero sebuah blowjob sebagai hadiah, karena ia serius memikirkan nasib anak mereka ke depannya.
168Please respect copyright.PENANAu3SnZYqjQY