***1240Please respect copyright.PENANAj3jvsFoqVE
[Karya milik @MirzaAli1. Hanya diperjualbelikan lewat Karyakarsa @mirzaali2, Novelkita, dan telegram @Mirzaali1 dengan harga 9rb/chapter. Beli lewat Gopay, Dana, Shopeepay, Ovo.]
***
1240Please respect copyright.PENANAKWG5uUBrOA
“Kenapa sih harus ada cek kesehatan tiap minggu?” Bu Melan menggerutu dalam hatinya. Ia sedang berjalan dari ruang kantornya menuju ke uks untuk cek kesehatan. Program ini baru diadakan minggu ini, bahkan staf uks yang memeriksa kesehatan pun juga baru. “Staf uksnya katanya juga seorang biarawati, heran deh padahal sekolah ini mayoritas muslim kok milih yang non-muslim, cek kesehatannya juga tiap minggu lagi bukan cuma sekali ini doang,” Bu Melan terus menggerutu sepanjang perjalanannya ke ruang uks.
1240Please respect copyright.PENANASCspLg7asS
[Bu Melan]
1240Please respect copyright.PENANA4UALMBydAB
Di tengah perjalanannya menuju ke uks, ia mendengar suara Bu Laras lagi memarahi Jono di ruang BP.
1240Please respect copyright.PENANAI4N4CS3QrI
“Kamu itu kan non-muslim Jon, tolong ya jangan buat masalah. Kamu ini memperburuk citra orang non-muslim dimata warga sekolah ini yang mayoritas muslim. Udah ngerokok, bolos pelajaran, sering buat masalah sama kelas sebelah,” nada Bu Laras mulai meninggi. Ia sudah pusing harus diapakan Jono ini, dibilangin berkali-kali pun tidak pernah nurut.
1240Please respect copyright.PENANAd3x1YhxIb2
1240Please respect copyright.PENANA6vdYwzpCqS
[Bu Laras]
1240Please respect copyright.PENANAUrCVEZMr3p
“Ya tapikan kelas sebelah dulu yang mul-”
1240Please respect copyright.PENANAU0HvmLku0B
“Jangan nyela omongannya Ibu!” bentak Bu Laras.
1240Please respect copyright.PENANAqpBIMqO8lx
Jono hanya diam, tak ada rasa bersalah sedikitpun yang nampak di wajahnya. Bu Laras mengelus-elus dadanya yang bulat besar itu, sempat terpikirkan olehnya untuk mengeluarkan Jono dari sekolah namun karena sekolah ini sedang masa penilaian akreditasi, ia sebagai guru BP dan Bu Melan sebagai kepala sekolah tentu tak bisa mengeluarkan Jono begitu saja karena penilaian dari dinas nanti akan jadi buruk.
[Jono]
1240Please respect copyright.PENANAclA4oK59o4
“Ada apa Bu ini?” Bu Melan masuk ke dalam ruang BP setelah mendengar suara Bu Laras yang meninggi.
1240Please respect copyright.PENANA8XZX6roCC5
Bu Laras menengok ke arah pintu ruangan, sedikit terkejut melihat Bu Melan masuk, “Oh ini Bu, Jono saya marahin lagi karena bikin ribut sama kelas sebelah.”
1240Please respect copyright.PENANAM8CMhI2pcl
“Kelas sebelah duluan Bu yang mukul saya,” Jono membela dirinya.
1240Please respect copyright.PENANAi3OLveyxuI
“Hmm,” Bu Melan menatap Jono, murid satu ini memang terkenal sebagai pembuat onar di sekolahan. Ia mengambil sebuah kursi lalu duduk di sebelah Bu Laras. “Jon, dengerin Ibu ya sekali ini aja. Tolong jangan bikin masalah lagi setidaknya sampe penilaian akreditasi sekolah selesai deh. Setelah itu kamu mau bolos atau keluar dari sekolah pun terserah. Mau ya Jon?”
1240Please respect copyright.PENANAeO0McQfwxS
Jono alih-alih mendengarkan lebih fokus memandang area dada Bu Melan, tertempel disitu papan nama ‘Melani Sasmita’. Tapi bukan hal itu yang Jono perhatikan tentunya, ia memperhatikan toket Bu Melan yang tak kalah besarnya dengan milik Bu Laras. Selalu menjadi kegiatan favoritnya tiap datang ke sekolah untuk melihat toket kepala sekolah itu yang bergerak naik turun sewaktu berjalan.
1240Please respect copyright.PENANA68bxRjDGt1
“Jon? Jono?” Bu Melan melambai-lambaikan tangannya menyadarkan Jono yang melamun.
1240Please respect copyright.PENANAwyMMaiO38X
“I-iya Bu?”
1240Please respect copyright.PENANAxVLxx9cJFl
“Hadeh, kamu denger apa yang Ibu omongin?”
1240Please respect copyright.PENANA2pODRl1WOX
“Denger Bu,” jawab Jono. Walaupun tadi ia sibuk memelototi toket brutalnya Bu Melan tapi ia masih menangkap apa yang dibicarakan kepala sekolah itu. “Saya usahain ga bikin masalah lagi Bu.”
1240Please respect copyright.PENANA4yjRcafcWZ
“Janji ya Jon?”
1240Please respect copyright.PENANAgn7Cpv7UUz
Walaupun ia sering berbuat onar dan suka melanggar aturan tetap saja ia punya hati, ia sedikit merasa kasian melihat Bu Melan nanti kalau kebanyakan stress toketnya bisa jadi kendor dan ia tak bisa menikmati melihatnya lagi dong, “Iya Bu janji,” ucap Jono.
1240Please respect copyright.PENANAfuKU7n9Uwz
“Ibu percaya kamu bisa, yaudah sekarang kembali kelas. Belajar yang rajin ya nak,” ucap Bu Melan.
1240Please respect copyright.PENANA9hHBjUqbMe
“Iya Bu,” jawab Jono. Pemuda berusia 12 tahun itu lalu keluar ruang BP dan kembali ke kelasnya.
1240Please respect copyright.PENANAD8LrXPuM0M
“Bu Melan harusnya galak sedikit sama Jono, kalau di lembekin gitu nanti makin buat sesukanya dia,” protes Bu Laras.
1240Please respect copyright.PENANAkgyaudGoNw
“Udah gapapa Bu, Jono juga masih kecil,” balas Bu Melan.
1240Please respect copyright.PENANAzwPnc5hdO5
Bu Laras menghela nafasnya, sifat penyayang Bu Melan itu memang baik tapi kadang ia merasa murid-murid di sekolahan ini memanfaatkan sifat itu seenaknya sendiri.
1240Please respect copyright.PENANAF1HYW79CYI
“Eh, Bu Laras cek kesehatan di uks juga kan?” tanya Bu Melan mengalihkan topik pembicaraan.
1240Please respect copyright.PENANAUkXYdBRS93
“Iya Bu ada, jadwalku besok tapi,”
1240Please respect copyright.PENANARHeVYCQ9yU
“Oalah, aku kirain hari ini. Padahal tadi mau aku ajak bareng,” ucap Bu Melan. “Males banget aku Bu, ada acara cek kesehatan begini segala dari dinas.”
1240Please respect copyright.PENANAG1FR6El0Qh
“Iya Bu sama, aku sebenernya juga males. Orang kita udah sehat bugar begini kok ngapain di cek segala. Ya kan?”
1240Please respect copyright.PENANASoG0XsQ0BK
Kedua wanita berhijab paruh baya itu tertawa bersama, toket mereka yang besar itu ikut bergoyang-goyang.
1240Please respect copyright.PENANAP45gVBv2Vk
“Yaudah deh Bu, aku duluan ya,” ucap Bu Melan sambil bangkit dari tempat duduknya. Kursi empuk yang baru saja Bu Melan duduki itu hingga kempes saking montoknya bokong kepala sekolah itu.
1240Please respect copyright.PENANAFkLXw7wuKC
Tak sampai satu menit Bu Melan sudah sampai di ruang uks. Begitu masuk ke dalam, ada bau aneh menyerbak yang ia cium dari ruangan itu. Wangi, tapi aneh.
1240Please respect copyright.PENANAXxQtaBdghT
“Bu Melan ya?”
1240Please respect copyright.PENANA1CCpcXpbn1
“Iya Bu,” Bu Melan menjawab pertanyaan dari staf uks yang baru itu. Pakaian yang dipakai staf baru itu bukan seragam sekolah ataupun seragam suster, melainkan pakaian berwarna hitam yang biasa dikenakan biarawati lengkap dengan hijabnya (Bu Melan tak tau hijab biarawati bernama apa). Mungkin ia memang beneran seorang biarawati, pikir Bu Melan. Tapi ngapain coba biarawati jadi staf uks? ah entahlah.
[Bu Erni]
1240Please respect copyright.PENANAd4oyVULD13
“Bau ruangannya kok aneh gini ya Bu?” tanya Bu Melan. Aroma wangi aneh itu membuat perutnya terasa hangat dan bergetar-getar, sensasi yang begitu aneh.
1240Please respect copyright.PENANALqiNNp5DRF
“Ini cuma wewangian biasa kok Bu, oh iya nama saya Erni,” ucap Bu Erni. “Bu Melan nimbang berat badan dulu ya, terus nanti ukur tinggi badan juga,”
1240Please respect copyright.PENANAmSZAmCY4LS
“Iya,” ucap Bu Melan. Ia lalu berdiri diatas timbangan. Tertulis di timbangan itu 58 kilogram. Bu Melan tersenyum dalam hati, beratnya turun sekitar 1,5 kg dalam dua minggu, diet kecil-kecilannya yang ia lakukan berhasil.
1240Please respect copyright.PENANAzoYghK36Li
“Bu Melan umurnya berapa?” tanya Bu Erni sembari mengukur tinggi badan kepala sekolah itu.
1240Please respect copyright.PENANAFu6glZrrPW
“39 tahun ini,” ucap Bu Melan.
1240Please respect copyright.PENANA8cylOAJPHr
Bu Erni mengangguk-angguk, ia mencatat di buku kecilnya, umur : 39 tahun, tinggi badan : 167 cm, berat badan : 58 kg. Berat dan tinggi badan yang sangat ideal sebenarnya tapi karena toketnya Bu Melan yang besar nan jumbo itu membuat sang kepala sekolah selalu merasa gemukan, toketnya itu aja pasti sudah berat beberapa kilo sendiri.
1240Please respect copyright.PENANA816HIWgNtj
Bu Erni lalu menyuruh Bu Melan untuk rebahan di kasur medis. Selanjutnya biarawati itu mengecek suhu badan Bu Melan menggunakan termometer, Bu Melan membuka mulutnya mengira bahwa termometer itu akan dimasukkan ke mulutnya tapi Bu Erni malah menyuruh Bu Melan untuk membuka kancing seragamnya yang bagian atas.
1240Please respect copyright.PENANACbepzCtHXt
“Buat apa Bu?” tanya Bu Melan.
1240Please respect copyright.PENANAn0Bypu3ysU
“Buat cek suhu tubuhnya dong Bu,” balas Bu Erni. Karena Bu Melan kelamaan, Biarawati itu langsung membuka sendiri kancing atas seragam Bu Melan dan menurunkannya seragam itu hingga ke perut sehingga bh dan ketiak kepala sekolah itu terlihat dengan jelas. Bu Erni lalu menaruh termometer di ketiak Bu Melan.
1240Please respect copyright.PENANAiJ6YHHyyb1
Bu Melan hingga tak bisa berkata-kata saking berani dan tak sopannya Biarawati satu ini, tapi belum sempat ia mengucapkan satu patah kata pun Bu Erni malah mencium ketiaknya. Biarawati itu mengendus-endus ketiaknya layaknya ini adalah prosedur normal ketika cek suhu badan.
1240Please respect copyright.PENANAiKxozMQCaW
“Emm, Bu ini em—”
1240Please respect copyright.PENANAkCDSaO1NN5
“Bu Melan apa berkeinginan untuk hamil lagi?” tanya Bu Erni memotong ucapan Bu Melan.
1240Please respect copyright.PENANAFFiOyFnkRs
“En-engga Bu,” jawab Bu Melan. Ia bingung dengan pertanyaan yang diajukan Biarawati itu. “Aku udah punya anak dua Bu, udah cukup.”
1240Please respect copyright.PENANAVc8HxfuwVW
Bu Erni memencet-mencet perut Bu Melan yang masih rata itu padahal usianya hampir menginjak kepala empat, “Wah, padahal kalau hamil tua itu keliatan seksi banget lho Bu,” ucapnya.
1240Please respect copyright.PENANARaVeYbkWBX
“M-maksudnya Bu?” Bu Melan menaikkan alisnya. Ini Biarawati kok ngga sopan banget?
1240Please respect copyright.PENANAy85BmSnlPI
“Derajat tertinggi seorang wanitu itu kan ketika mengandung Bu, Tuhan menganugrahi kita rahim fungsinya buat itu kan?” ucap Bu Erni. “Kalo di agama katolik ya Bu, hamil itu diberkahi Bu. Masa kita menyia—”
1240Please respect copyright.PENANA4GXtWfOOlB
“Ini sebenarnya cek kesehatan buat apa ya Bu? kok kayaknya engga jelas seperti ini?” tanya Bu Melan yang mulai kehilangan kesabarannya.
1240Please respect copyright.PENANAyrLBnZ3bP8
“Ini cuma cek kesehatan biasa kok Bu, untuk pencegahan covid juga Bu,”
1240Please respect copyright.PENANAzX7pJgYuIA
Bu Melan sebenarnya masih ingin mendebat Bu Erni tetapi entah kenapa ia merasa aroma wewangian di ruangan ini bertambah kuat dan semakin banyak ia mencium wewangian itu keinginan untuk mendebat Bu Erni semakin berkurang.
1240Please respect copyright.PENANAPpdRt6mwye
“Bu Melan minum vitamin ini ya,” Bu Erni memberikan kemasan obat pil kepada Bu Melan. “Sehari tiga kali diminumnya.”
1240Please respect copyright.PENANAKwRgMPgMMt
“Sehari tiga kali?” Bu Melan heran dengan perintah Bu Erni itu, apalagi setelah ia melihat pil vitamin itu yang berbentuk ‘love’. “Ini bentuknya kok juga love gini Bu?”
1240Please respect copyright.PENANAfeLn71ZbdU
“Variasi aja itu Bu, masa bulat terus hihihi,” jawab Bu Erni.
1240Please respect copyright.PENANAPHycYBQ9IT
“Oh, yaudah deh,” Bu Melan lalu turun dari kasur medis dan hendak beranjak pergi dari ruang uks.
1240Please respect copyright.PENANAuYZyoVtXWc
Namun belum sempat bokong montok Bu Melan itu terangkat penuh dari kasur medis, Bu Erni menghentikannya. “Bentar Bu belum selesai, ini masih ada imunisasi.”
1240Please respect copyright.PENANARaPhoTJhqc
“Imunisasi apa Bu? mana ada cek kesehatan kayak gini kok imunisasi,” nada bicara Bu Melan mulai meninggi. “Aku laporin Ibu ke dinas ya! ini ga bener past— past… pasti….”
1240Please respect copyright.PENANAW4Iyt6ryzO
Bu Erni tersenyum melihat omongan Bu Melan yang jadi melantur tak jelas, efek wewangian di ruangan uks itu berhasil membuat Bu Melan gampang tersugesti olehnya, “Bu Melan mau ya di imunisasi, bagus lho manfaatnya. Bisa buat Bu Melan lebih gampang hamil hihihi,”
1240Please respect copyright.PENANAmxMd1TmMGC
“I-iya mau Bu,” ucap Bu Melan. Entah kenapa ia merasa susah fokus.
1240Please respect copyright.PENANAuQwGWDHG77
“Nah bagus banget Ibu setuju, kalau begitu aku siapin dulu ya bu suntiknya. Bu Melan mau disuntik di toket, perut atau bokongnya Ibu?”
1240Please respect copyright.PENANAhgPCfCdkNo
“Kok di suntiknya di area situ si Bu? aneh banget,” protes Bu Melan. Ia ingin protes lebih banyak lagi dan juga ingin segera keluar dari ruangan uks ini tapi aroma wewangian yang ia hirup membuatnya tak bisa berpikir dengan jernih. Bu Melan menutup hidungnya dengan tangannya mencegah agar wewangian aneh ini tak lagi ia hirup.
1240Please respect copyright.PENANAYGGtFMYePX
Bu Erni tentu tak membiarkan hal itu terjadi begitu saja, ia memegang tangan Bu Melan dan menurunkannya. Tangan satunya lalu mengelus-elus pipi mulus Bu Melan, “Dihirup aja Bu, jangan ditahan. Wangi banget kan aromanya?” Bu Erni membisikkan kalimat itu di telinga Bu Melan.
1240Please respect copyright.PENANALtmvkoeXSL
“I-iya Bu, wangi banget,” ucap Bu Melan. Semakin banyak ia menghirup aroma wewangian, semakin lemah keinginannya untuk membantah ucapan Bu Erni.
1240Please respect copyright.PENANAiEpqCTdA8Z
“Nah, sekarang Bu Melan pilih disuntik dimana?”
1240Please respect copyright.PENANArkbpzn2N1j
“Di pantat aja Bu,” ucap Bu Melan. Ia berpkir kalo disuntik di pantat lebih sedikit sakitnya daripada di payudara ataupun di perut.
1240Please respect copyright.PENANAhV9121VCmb
“Bu Melan sekarang balik badan jadi tiarap di kasur ya, sama roknya diturunin dulu,” ucap Bu Erni. “Nungging sedikit ya Bu,”
1240Please respect copyright.PENANAE3VuV0JfnS
“Iya Bu.”
1240Please respect copyright.PENANAA32oMi7j1J
Bu Erni lalu membantu Bu Melan untuk menurunkan roknya hingga terlihat bokong mulus montok milik kepala sekolah itu. Bu Erni menaksir bahwa pantatnya sendiri lebih besar sedikit daripada milik Bu Melan.
1240Please respect copyright.PENANAnbPhoLVqUS
Plak!
1240Please respect copyright.PENANATSxCXWRyHQ
Bu Erni menampar pantat montok Bu Melan dengan keras.
1240Please respect copyright.PENANAx5pb6pSlVJ
“Ahh, s-sakit Bu,” Bu Melan berteriak kaget.
1240Please respect copyright.PENANACilRqZK3yo
“Hihihi, maaf Bu. Ini cuma ngecek lemak di bokongnya ibu lemaknya seberapa biar suntikannya bisa masuk. Salah sendiri punya bokong semontok ini Bu.”
1240Please respect copyright.PENANAJsGCFeTHlg
Bu Melan hanya diam. Walaupun tadi tamparan di bokongnya itu terasa sakit tapi kini justru ia ingin merasakannya lagi, seorang muslimah sepertinya dirinya ditampar bokongnya oleh seorang Biarawati. Uhh…
1240Please respect copyright.PENANA62gtNxSetH
“Ini sakit sedikit, Bu Melan tahan ya,” ucap Bu Erni sambil mengarahkan suntik yang ia pegang di sisi kanan bokong Bu Melan.
1240Please respect copyright.PENANAxSpKjC8U85
Bu Melan menggertakkan giginya disaat jarum suntik itu menembus kulitnya. Rasa panas langsung menjalar dari bokong montoknya itu ke seluruh tubuhnya. “Ughh, s-sakit Bu…” ucap Bu Melan.
1240Please respect copyright.PENANAmoSU7VNLnW
“Tahan bentar ya Bu, sakitnya cuma sebentar kok. Habis ini pasti enak rasanya, ya kan Bu Melan?” ucap Bu Erni sambil tersenyum.
1240Please respect copyright.PENANA2Mc0cAVpvg
Bu Melan tak menjawab. Ia memejamkan matanya, kepalanya terasa begitu pusing dan sakit tapi beberapa detik kemudian rasa ringan mulai menyelimuti tubuhnya.
1240Please respect copyright.PENANAn6Rxc6akdk
“Gimana Bu Melan udah enakan kan?”
1240Please respect copyright.PENANAis0oqSuSrB
“Em…” Bu Melan melihat sekelilingnya, rasa-rasanya pikirannya seperti melambat. Tubuhnya terasa lebih rileks dan ada rasa hangat di dadanya.
1240Please respect copyright.PENANAwxo7XLrFcb
Bu Erni lanjut memijat-mijat bokong Bu Melan membuat sang kepala sekolah itu tambah rileks, Biarawati itu lalu mengambil sebuah pil kecil dan dengan gerakan kilat pil itu ia masukkan ke dalam lubang anus Bu Melan. Bu Melan tak menyadarinya, ia masih kebingungan dengan perasaan rileks aneh yang menyelimuti dirinya ini.
1240Please respect copyright.PENANA8xEdDv7DJw
“Bu Melan duduk dulu,” ucap Bu Erni sambil membantu memakaikan roknya Bu Melan kembali.
1240Please respect copyright.PENANAMwH0RTqAzd
“Iya Bu,” Bu Melan duduk di tepi kasur medis. Rasa sakit di pantatnya itu sudah hilang sepenuhnya malahan kini timbul rasa gatal di memek dan toketnya sekarang. Rasa gatal yang hilangnya harus digaruk, digaruk kont— Astaghfirullah! Bu Melan menggeleng-gelengkan kepalanya. Ini masih jam sekolah kok pikirannya mesum sekali.
1240Please respect copyright.PENANAkd6in6urFm
“Aku pijetin toketnya ya Bu, ini biar efek samping imunisasinya engga parah banget,” ucap Bu Erni sambil mulai memijat kedua toket yang besarnya seperti semangka itu. Kali ini ia mengakui bahwa toketnya Bu Melan lebih besar daripada milik dirinya.
1240Please respect copyright.PENANAkRNpGg1d4E
“I-iya,” Bu Melan tak terlalu paham apa maksud Bu Erni. Payudaranya dipijet? efek samping imunisasi? entahlah, yang pasti dipijat payudaranya oleh Biarawati satu ini terasa enak.
1240Please respect copyright.PENANANqXjfNXSuH
“Nah, nanti efek samping dari imunisasi tadi itu Bu Melan bakal sering kencing, terus mimpi basah, sama toketnya Ibu nanti membesar sementara. Cuma efek samping biasa kok Bu, tenang aja,”
1240Please respect copyright.PENANAc4tfx0EW0S
Bu Melan mengangguk-angguk. Ia tak mendengarkan penuh apa yang dibicarakan Bu Erni, dirinya fokus dengan pijatan di payudaranya yang terasa begitu nikmat. Bu Erni sumringah ketika ia melihat toket Bu Melan mulai mengeluarkan air susu sedikit demi sedikit. Tandanya obat yang ia suntikkan tadi berhasil.
1240Please respect copyright.PENANALrek0liPbT
“Islam sama katolik itu mirip lho Bu,” ucap Bu Erni. “Mereka sama-sama menempatkan posisi wanita di tempat yang mulia. Fitrah tertinggi seorang wanita itu ketika kita menerima peju seorang lelaki di rahim kita, mengandung anak mereka Bu. Saranku nih ya Bu, kalo cuma dua anak kita kayak kurang mensyukuri nikmat yang Tuhan berikan. Tuhan udah menganugrahi kita rahim untuk dihamili oleh lelaki, jadi Bu Melan harus hamil lagi. Mau ya Bu?”
1240Please respect copyright.PENANAUm9f3g0mVd
“I-iya Bu. Aku pikir-pikir lagi deh,” ucap Bu Melan.
1240Please respect copyright.PENANAoeMqndLRAd
“Nah bagus itu Bu. Bonusnya lagi Bu Melan bakal keliatan tambah seksi pas lagi hamil,” ucap Bu Erni.
1240Please respect copyright.PENANAY5jiIZa7Y6
Bu Erni lalu membantu Bu Melan untuk berdiri dari kasur medis. Setelah Bu Melan keluar dari ruang uks, Bu Erni meraih hpnya lalu mengetikkan beberapa pesan.
1240Please respect copyright.PENANAlMJP7dMNgA
Nampak senyum tipis di wajah Bu Melan sepanjang jalan menuju ruang kantornya. Semua masalah dan pegal-pegal di tubuhnya terasa menguap. Rasa gatal di memek dan toketnya semakin bertambah begitu juga dengan air susu yang mulai merembes ke seragam yang ia pakai. Pikiran-pikiran mesum pun semakin banyak yang masuk ke dalam otak Bu Melan membuatnya sulit berpikir jernih hingga ketika ia masuk ke dalam ruangan kantornya ia lupa mengunci pintu.
1240Please respect copyright.PENANAh7S30ew3Do
Pikiran Bu Melan kembali tenggelam dalam tumpukan berkas yang memenuhi meja kerjanya. Ia mengambil beberapa dokumen penting dalam tumpukan berkas itu, isi dokumen itu berkaitan dengan anggaran tahunan sekolah ini. Dibukanya lembaran dokumen itu dan mulai dibacanya. Satu menit, dua menit dia baca paragraf-paragraf panjang dokumen itu, anehnya ia malah tak bisa fokus. Bu Melan mengerjap-ngerjapkan matanya, hasilnya sama ia masih tak bisa fokus.
1240Please respect copyright.PENANAFlQ9VDF5xy
Bu Melan memegangi kepalanya, mungkin ini karena hari sudah siang. Jadi, dirinya sudah capek. Ia memutuskan untuk melewati halaman yang berisi paragraf panjang nan rumit ini dulu, ia akan baca besok saja. Saat ia membalik halaman dokumen itu, ia melihat ada bercak basah di kertas. Ia mengerutkan kening, awalnya berpikir bahwa mungkin ada tumpahan air dari gelas yang ada di meja. Namun, ketika ia melihat ke bawah, barulah ia menyadari apa yang terjadi.
1240Please respect copyright.PENANAohU8Q7Aoqa
“Astaghfirullah!” ucap Bu Melan. Seragam bagian payudaranya itu telah basah dan nampak air merembes darinya. Dengan wajah sedikit memerah, Bu Melan buru-buru mencari tisu di laci mejanya. Ia berusaha mengeringkan dokumen dan membersihkan dirinya secepat mungkin. Ia membuka kancing seragamnya dan melihat bahwa behanya juga sudah basah kuyup.
1240Please respect copyright.PENANAV4nzudI6Eg
Kabar buruk seakan tak berhenti, Bu Melan melihat roknya juga memiliki bercak basah besar. Tangannya langsung menyelinap masuk ke dalam dan merasakan bahwa celana dalamnya sudah basah.
1240Please respect copyright.PENANALbxDgMKvqI
“Kok aku baru sadar sekarang kalo beha sama celana dalamku basah gini sih?” Bu Melan menggerutu. Tak ada pilihan lain, ia harus mencopot rok dan baju atasannya jika tidak mau semuanya itu ikut basah. Ia bangkit dari kursinya dan mendapati bahwa kini kursinya itu juga basah.
1240Please respect copyright.PENANAiy7gaaFybX
Tambah satu masalah lagi, gerutu Bu Melan. Ia segera mencopot semua pakaiannya hingga tinggal menyisakan hijab yang ia pakai, ditaruhnya pakaiannya itu di lemari kantor. Setelah itu, ia mengambil beberapa lembar tisu lagi untuk mengelap kursinya. Setelah itu dirinya mengambil tisu lagi untuk mengelap toketnya yang basah tetapi ketika ia menyentuh toketnya itu badannya menggelinjang, ada sensasi geli nikmat yang tak biasa ia rasakan. Hal yang sama juga terjadi saat ia berusaha mengelap bibir memek dan pahanya yang basah, rasa geli dan nikmat itu membuatnya hilang kontrol atas dirinya.
1240Please respect copyright.PENANAB6le9MHXT8
“Astaghfirullah Melan, kamu lagi kerja. Setidaknya tahan sampai nanti pulang ke rumah,” ucap Bu Melan kepada dirinya sendiri. Namun omongannya itu berbeda 180 derajat dengan tindakannya. Tangannya bukannya menjauh tapi malah makin mendekat, mengelus-elus paha bagian dalamnya lalu menyentuh bibir memeknya. Tak butuh lama sebelum jari-jarinya itu keluar masuk lubang memeknya.
1240Please respect copyright.PENANAG5JfNsGibY
Clep, clep, clep.
1240Please respect copyright.PENANAxFU2zKk25H
Clep, clep, clep.
1240Please respect copyright.PENANA2pKC7lZeHY
“Ouhhhh, ouhhh, ouhhh..”
1240Please respect copyright.PENANAGJzkimlrbV
Bu Melan menggunakan tangan satunya untuk berpegangan di meja. Kakinya hingga berjinjit-jinjit seiring dengan kobelan memeknya yang semakin cepat. Tubuhnya yang tadi sudah ia lap dengan kering itu kini jadi basah lagi karena pentilnya kembali mengeluarkan air susu dan memeknya becek hingga membasahi pahanya.
1240Please respect copyright.PENANAVdGv0dA75R
***
Beberapa menit yang lalu, Jono menerima sebuah pesan di hpnya. Ia tersenyum lebar melihat pesan itu dan langsung mengangkat tangannya meminta izin pergi ke kamar mandi kepada guru yang tengah mengajar. Begitu keluar kelas ia tak menuju kamar mandi tapi belok kiri menuju ruangan kepala sekolah.
1240Please respect copyright.PENANApY6kapCxS7
Jono berjalan dengan langkah cepat menuju ke ruangan kepala sekolah, ia berusaha tak terlihat mencurigakan tetapi jantungnya berdegup kencang tak sabar ingin melihat apakah isi pesan di hpnya itu benar. Ketika ia berdiri tepat di depan pintu ruangan kepala sekolah, ia bisa mendengar suara desahan lirih dari dalam. Tanpa ragu-ragu dirinya langsung membuka pintu ruangan itu, yang tidak terkunci persis seperti pesan di hpnya tadi.
1240Please respect copyright.PENANATfJOQMHkGU
Bokong montok Bu Melan menjadi pemandangan pertama yang dilihat oleh Jono, dilihatnya kepala sekolahnya menungging berpegangan pada meja sedang mengobel memeknya dengan cepat. Saking fokus dan keenakan colmek sampai-sampai ia tak menyadari bahwa ada seorang muridnya yang masuk ke dalam.
1240Please respect copyright.PENANAs2nciNSLS5
Jono menutup pintu ruangan dengan perlahan lalu menguncinya, memastikan tak akan ada orang yang menganggu ia dan Bu Melan. Ia lalu mengendap-endap dari belakang mendekati Bu Melan yang telanjang itu lalu memeluk tubuhnya dari belakang.
1240Please respect copyright.PENANAzmc1IIrLSW
“Ahhh!” Bu Melan terkejut setengah mati, ia panik dan berusaha melepaskan dirinya. Tapi sebelum Bu Melan bisa melepaskan dirinya, Jono menggunakan kedua tangannya untuk meremas-remas toket jumbo dan mengobel memek Bu Melan.
1240Please respect copyright.PENANAxWynFZhceh
“Ouhhhh…” Teriakan kaget Bu Melan perlahan berubah menjadi desahan yang menggugah hawa nafsu.
1240Please respect copyright.PENANAeN9NsfO8dY
“Hehehe, enak kan Bu aku colmekin memeknya?”
1240Please respect copyright.PENANAcAtj9chjGY
Bu Melan tersentak mendengar suara yang begitu ia kenal itu, “J-Jono?! Lepasin Ibu!” teriaknya.
1240Please respect copyright.PENANABTgX95vdfP
Jono tentu saja tidak melepaskan pelukannya, malah ia mempercepat gerakan jarinya mengobel memek tembem kepala sekolahnya itu. Sebenarnya kalau Bu Melan memberontak dengan sekuat tenaga pasti dirinya bisa lepas dari cengkraman Jono, terlebih Jono yang masih smp itu tingginya hanya 150cm sementara Bu Melan 167 cm. Badannya Jono pun kurus tak seperti tubuh Melan yang montok. Namun, rangsangan Jono di toket dan memeknya membuat diri Bu Melan tak sanggup menahan birahinya yang meluap-luap.
1240Please respect copyright.PENANAZ4mlIFgeb5
“Ouhhh, mhhh, ouhhh…”
1240Please respect copyright.PENANAd1h41bGBy2
Bu Melan tak lagi berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Jono, rangsangan dari pemuda satu itu terlalu kuat. Matanya merem melek menikmati kobelan jari pemuda berkulit gelap itu.
1240Please respect copyright.PENANAPqw0oH2wqu
“Enak kan Bu? Hehehe,” ucap Jono.
1240Please respect copyright.PENANAnUcxIzKWlg
Bu Melan tak menjawab pertanyaan Jono, dari mulutnya hanya keluar desahan saja. Jono meningkatkan intensitas rangsangannya, ia memajukan kepalanya lalu mengenyot pentil Bu Melan yang sudah tegak berdiri itu. Toket sebelah kanannya Bu Melan pun tak ia biarkan menganggur, ia meremas-remas toket dan memainkan pentilnya hingga sang Kepala Sekolah itu terengap-engap.
1240Please respect copyright.PENANAL0XyMn1BvJ
Glek, glek, glek.
1240Please respect copyright.PENANAxSJ5aQCVkg
Jono menelan air susu yang keluar dari toket Bu Melan. Rasanya begitu manis dan enak sampai-sampai ia ketagihan. Berganti-gantian ia mengenyot pentil Bu Melan kanan dan kiri, ditelannya hingga habis tiap air susu yang keluar dari toketnya itu. Kaki Bu Melan hingga gemetaran kewalahan menghadapi rangsangan Jono yang bertubi-tubi.
1240Please respect copyright.PENANAffxcFGFRXj
Air susu yang keluar dari toket Bu Melan tak habis-habisnya, Jono hingga kewalahan menelan air susunya itu. Untunglah pesan di hp yang ia terima tadi telah menyuruhnya untuk membawa sebuah botol. Ia mengeluarkan botol itu dari kantong belakang celananya lalu ia memeras asi Bu Melan ke dalam botol itu hingga penuh.
1240Please respect copyright.PENANAt3Qzee252A
Setelah dirinya merasa kenyang minum air susunya Bu Melan dan botolnya itu juga telah penuh, ia ingin segera mengentot memek suci milik Bu Melan. “Nungging di sofa Bu,” perintah Jono.
1240Please respect copyright.PENANAsiIzwVC0fX
Bu Melan yang sudah terbutakan oleh kenikmatan menuruti perintah Jono. Ia berjalan ke arah sofa—tubuhnya masih dipeluk oleh Jono— lalu menungging di lantai sementara tangannya menjadikan sofa sebagai pegangan.
1240Please respect copyright.PENANAQIxFD4crIJ
Plak!
1240Please respect copyright.PENANAdrf7G2NVyl
Jono menampar bokong Bu Melan. Bu Melan tak mengeluarkan suara, ia menggigit bibirnya menahan rasa sakit bercampur nikmat itu.
1240Please respect copyright.PENANAR2Gni4xhNj
Plak!
1240Please respect copyright.PENANALVMoaPAXT9
Jono menampar bokongnya sekali lagi, Bu Melan masih tak bersuara.
1240Please respect copyright.PENANAFxwJUq9eat
Plak! Plak!
1240Please respect copyright.PENANA85HGOxmvcf
“Ouhhhh,” kali ini Bu Melan tak sanggup menahan desahannya agar tak keluar.
1240Please respect copyright.PENANAxxJjaLvNHR
Plak!
1240Please respect copyright.PENANAzu5QiGzatV
Jono tersenyum, seorang wanita mau itu lonte ataupun muslimah sholihah pun tak akan bisa menahan desahannya jika dirangsang, “Bu Melan suka kan ditampar bokongnya?”
1240Please respect copyright.PENANAuAnwiGBaU2
“I-iyahh,” jawab Bu Melan.
1240Please respect copyright.PENANAfdyHAgYH76
Jono lalu menurunkan resleting celananya, mengeluarkan kontol berkulupnya yang besar. Berbanding terbalik dengan tubuhnya yang kecil, kontol milik Jono berukuran besar hampir sepergelangan tangan orang dewasa. “Bu Melan pernah dientot sama kontol berkulup ga?” tanya Jono.
1240Please respect copyright.PENANAoUAw70cOv1
“B-Belum pernah..” ucap Bu Melan. Ia kaget ketika menengok ke belakang melihat kontol Jono yang begitu besar, ukurannya bahkan dua kali lipat milik suaminya.
1240Please respect copyright.PENANAYk85YcGQuB
“Bu Melan beruntung kalo begitu, karena ini akan jadi kesempatan Ibu untuk ngerasain enaknya dientot kontol berkulup,” balas Jono.
1240Please respect copyright.PENANApIeAviXI70
“J-jangan Jon,” tolak Bu Melan. Masih ada secercah iman dan kesadaran Bu Melan ditengah-tengah nafsu membaranya. Walaupun begitu, akal sehatnya Bu Melan tak cukup untuk menolak rangsangan yang Jono berikan selanjutnya.
1240Please respect copyright.PENANAoc6ZHYzsSa
Jono memelintir kedua pentil Bu Melan hingga sang kepala sekolah itu berteriak. Teriakan penuh kesakitan namun juga nikmat. Otaknya kembali dipenuhi syahwat, memintanya untuk takluk kepada nafsu syaitan yang begitu menggoda. “Kumasukin ya Bu kontolku?” tanya Jono.
1240Please respect copyright.PENANAgnioelFo86
“J-jangan Jon, Ibu mohon j-jangann…” pinta Bu Melan lirih. Ia terus memohon-mohon kepada Jono agar memeknya yang masih suci itu tak dikotori oleh kontol kafirnya, tetapi tubuhnya tak munafik. Pentilnya itu mengeras, tubuhnya bergetar-getar dan memeknya tambah becek berkedut-kedut meminta untuk segera dicoblos oleh kontol.
1240Please respect copyright.PENANAKgKzEWJnG8
“Kumasukin ya Bu,” ucap Jono sembari mengepaskan kontolnya di bibir memek Bu Melan.
1240Please respect copyright.PENANAPsWBvVgJ4G
“J-jangan… emmhhh, ouhhh, mmhhh,” tolakan dari Bu Melan itu hanya sampai di mulut saja. Pinggulnya justru mundur mendekati kontol berkulup milik Jono. Pada dasarnya semua wanita memang haus kontol. Hanya saja ada beberapa dari mereka yang berusaha membohongi diri, berdalih dengan mengatakan bahwa izzah seorang muslimah adalah menutup diri mereka dari lelaki. Mereka tak menyadari bahwa dengan menutup diri dari lelaki, terutama lelaki kafir mereka kehilangan kesempatan untuk merasakan kenikmatan dunia nomor satu, yaitu kontol kafir berkulup.
1240Please respect copyright.PENANAQZumrJ6UYO
Sleeeb!
1240Please respect copyright.PENANAHAdzw5E5B1
Tubuh Bu Melan bergetar, dahinya sedikit mengernyit ketika kontol besar milik Jono itu masuk ke dalam memeknya. Ada rasa perih sedikit, sebelum ini memeknya tak pernah kemasukan kontol sebesar milik Jono itu.
“Ahhhhhh!” Bu Melan menjerit keras, tubuhnya hingga mendempet ke sofa saat Jono mendorong kontolnya ke depan membuat memeknya serasa terbelah. “S-sakit Jonn…”
“Hehehe, nanti juga keenakan kok Bu,” Jono tertawa sambil mulai mendorong kontolnya keluar masuk memek Bu Melan. Ia cukup terkejut walaupun Bu Melan sudah melahirkan dua kali tapi memeknya masih peret dan ‘memeluk’ erat kontolnya.
Plok! Plok! Plok!
Untuk sejenak Bu Melan memejamkan matanya merasakan kontol sebesar pergelangan tangan itu menujah memeknya hingga mentok. Diakuinya ucapan Jono benar. Rasa sakit itu kini mulai tergantikan oleh kenikmatan yang berangsur-angsur membuat tubuhnya kembaii segar. Tanpa sadar, ia mulai mengikuti tempo sodokan kontol Jono dengan menggerakkan pinggulnya membuat kontol Jono makin dalam menusuk memeknya.
“Enak ga Bu dientot sama kontol kafir berkulupp?”
1240Please respect copyright.PENANAab3wAAmGqu
“Enakkk, enakk bangethhh Jon, ouhhh, mmghhh, ohhhhhh,” Bu Melan merintih-rintih. Ia merem melek merasakan tiap tujahan kontol Jono yang menembus memeknya hingga mentok. Ia seakan lupa bahwa barusan dirinya menolak ingin disodok-sodok oleh kontol muridnya itu.
1240Please respect copyright.PENANAmsmjP0Z3W7
“Memekmu peret bangett Buu, pasti kontol suamimu kecil yaa?” tanya Jono. Ia tak memberi kesempatan Bu Melan untuk menjawab, tangannya mengelus-elus pipi Bu Melan lalu ia masukkan jari-jarinya ke mulut muslimah itu. Bu Melan mengulum jari-jari Jono layaknya mengulum sebatang kontol, air liurnya hingga menetes jatuh membasahi toketnya.
1240Please respect copyright.PENANAE3RlBPD3f9
“Bu Melan mau hamil lagi ga?”
1240Please respect copyright.PENANAK5wRX3BjWy
“Ummh… enghhhh, enghhh,” Bu Melan hendak menjawab tidak tetapi tiap sodokan di memeknya dan juga alam bawah sadarnya yang telah terpengaruhi ucapan Bu Erni sebelumnya membuat Bu Melan menjadi bimbang.
1240Please respect copyright.PENANAeXnlSuaTP8
Plok! Plok! Plok!
1240Please respect copyright.PENANAqczWuCKalk
“Mau ga Bu?!” tanya Jono sekali lagi.
1240Please respect copyright.PENANAC2D09rKgpO
“M-mauuuu Jon, ouhhhh, ouhhhh, mauuuuu, Ibu mau hamill anak kafirmuuu, ouhhh, mmhhh, ouhhhh,” teriak Bu Melan. Pikirannya telah terpenuhi nafsu syaitan.
Jono semakin mempercepat sodokan kontolnya. Sesekali ia menampar bokong kepala sekolahnya itu, sesekali pula ia menarik jilbab Bu Melan ke belakang seperti tali kekang kuda. Tak cukup disitu, Jono pun juga mengeluarkan jari-jarinya dari mulut Bu Melan dan menampar-nampar pipinya. Tubuh Bu Melan melenting-lenting dan mulutnya membuka tercungap-cungap merasakan kenikmatan syahwat yang menggila. Semakin kasar perlakuan Jono terhadapnya ia justru semakin blingsatan.
“Muslimah Lonteee!!” dengus Jono sambil terus menusuk-nusuk memeknya. “Bu Melan hamil anak kafirrrkuu!!!”
1240Please respect copyright.PENANAM4AxTB6QDV
Jono merasakan kontolnya mulai menegang di dalam memek Bu Melan lalu..
1240Please respect copyright.PENANAh7s4PzoeYC
Crot! Crot! Crot!
1240Please respect copyright.PENANAaYi1SHmI5x
Ia memancutkan pejunya ke dalam rahim kepala sekolah muslimahnya itu. Satu dari sekian banyak muslimah yang nanti akan ia jadikan tempat pembuangan peju.
1240Please respect copyright.PENANAFZ52oTM83B
“OUHHHHHH, AHHHHHHHH, AHHHRHHGHHHH,” Bu Melan memekik keras, suaranya memenuhi ruang kantornya. Cairan orgasme keluar dari memeknya membasahi kontol berkulup Jono dan juga lantai kantornya. Tak hanya memeknya saja, toketnya juga memuncratkan air susu hingga membasahi lantai bercampur dengan cairan orgasmenya. Tubuhnya lalu ambruk ke lantai saat dirinya selesai orgasme.
1240Please respect copyright.PENANAVaI8QlSBMr
Plop.
1240Please respect copyright.PENANAVSn8NdsQ8O
Jono mencabut kontolnya dari memek lonte muslimah itu. Ia berdiri dan membersihkan dirinya serta memakai seragamnya kembali. Ia melihat paha Bu Melan yang bergetar-getar, bahkan ketika pingsan pun muslimah satu itu masih merasakan nikmatnya dientot kontol kafirnya tadi.
1240Please respect copyright.PENANAhXPcnlXj4R
Jono dengan susah payah mengangkat tubuh montok Bu Melan ke atas sofa. “Ini pasti toket sama bokongnya bisa 10kg sendiri,” gerutu Jono yang kesusahan mengangkat tubuh kepala sekolahnya itu. Setelah ia selesai membaringkan tubuh Bu Melan di sofa, ia mengambil tisu dan mengelap toket dan memek Bu Melan hingga kering.
1240Please respect copyright.PENANAJcCEt7z0v3
Dirinya tak langsung pergi, ia duduk di sofa di samping Bu Melan yang sedang terlelap itu. Dinikmatinya pemandangan tubuh montok nan seksi Bu Melan. “Nanti bukan hanya Bu Melan aja yang ngerasain nikmatnya kontol kafirku, semua muslimah di sekolah ini bakal ngerasainnya,” gumam Jono.
1240Please respect copyright.PENANAyWVdri1WEq
***
Jam di dinding menunjukkan pukul 5 sore saat Bu Melan terbangun dengan kaget. Ia duduk tegak, merasa bingung dan sedikit panik. Matanya berkedip-kedip saat mencoba menyesuaikan diri dengan cahaya yang semakin redup di ruangan kantornya.
"Aduh, jam berapa ini?" gumamnya sambil mengusap wajahnya. Ia mencoba mengingat apa yang terjadi sebelum ia tertidur, tetapi kepalanya terasa berat dan pikirannya masih kacau.
Saat pandangannya jatuh pada dirinya sendiri, Bu Melan terkejut menyadari bahwa tubuhnya telanjang dan ia hanya mengenakan jilbab saja. Blus dan roknya masih tergantung di atas lemari, tampak kering sekarang.
Dengan cepat, Bu Melan bangkit dan meraih pakaiannya, mengenakan kembali blus dan roknya sambil merasa malu dan canggung. Ia menggelengkan kepala, berusaha mengingat detail dari apa yang terjadi sebelum ia tertidur, tetapi ia tak bisa mengingat apa-apa.
“Tubuhku pegel semua," gumamnya lagi, pandangannya juga masih terasa kabur. Ia segera merapikan pakaian dan jilbabnya, memastikan semuanya terlihat rapi sebelum keluar dari kantor.
1240Please respect copyright.PENANArBFZ3fNOc5
Sekolah sudah nampak sepi ketika Bu Melan keluar dari kantornya. Ia berjalan menyusuri koridor yang kosong ditemani semilir angin sore, menuju ke parkiran tempat mobilnya diparkir. Ternyata bukan hanya seluruh tubuhnya yang merasa pegal, tapi kakinya juga jadi pincang jika dipakai berjalan.
1240Please respect copyright.PENANAFpE2dXzEI4
Toket Bu Melan yang bergoyang-goyang tiap ia berjalan itu mulai mengeluarkan air susu lagi, merembes hingga menimbulkan bercak basah di blusnya. Namun karena pikiran dan tubuh Bu Melan yang sudah terlalu capek membuat kepala sekolah itu tak menyadarinya.
1240Please respect copyright.PENANAEXZsmOj8r3
Setibanya di parkiran, Bu Melan membuka pintu mobilnya dan duduk di kursi pengemudi. Ia menyalakan mesin dan mulai mengemudi keluar dari halaman sekolah. Langit sudah berubah menjadi oranye saat mobil Bu Melan keluar dari gerbang sekolah SMP 22.
1240Please respect copyright.PENANAxjCrluTTX1
Tatapannya kosong selama mengemudi, dirinya masih berusaha mengingat kenapa dirinya bisa tidur sampe hampir maghrib seperti ini. Bayangan kejadian tadi siang muncul di benaknya: bagaimana ia mencopot blus dan roknya yang basah lalu bukannya melanjutkan kerjaannya ia malah colmek di kantor.
1240Please respect copyright.PENANAnSqhxlvjU5
Pipinya memerah mengingat kejadian itu, saking nikmatnya colmek ia hingga tak bisa mengingat apa yang terjadi setelah itu. Pasti dirinya ketiduran karena kecapekan colmek. “Ah, mungkin gara-gara itu pahaku jadi pegel terus pincang,” ucapnya pada dirinya sendiri.
Perjalanan pulang terasa lebih singkat dari biasanya. Setibanya di rumah, Bu Melan memarkir mobil dan masuk ke dalam rumah dengan perasaan letih yang masih membayang. Ketika ia melepas sepatu di ruang tamu, ia melihat bercak basah di blusnya.
“Astaghfirullah, basah lagi..” gumamnya pelan. Tanpa berpikir panjang, Bu Melan segera menuju ke kamar mandi untuk berganti pakaian.
Di kamar mandi, Bu Melan melepaskan blus yang basah dan juga roknya lalu mengambil daster yang selalu ia simpan di gantungan kamar mandi. Namun, saat ia mulai mengenakan daster, perutnya terasa mules. Rasa tidak nyaman itu semakin kuat, membuatnya terpaksa duduk di toilet.
“Urghhh,” Bu Melan mengerang. Dirinya hingga berkeringat saking mulesnya perutnya itu. Sang kepala sekolah itu tak tau bahwa mules yang ia rasakan itu tak normal. Pil yang dimasukan ke anusnya oleh Bu Erni tadi siang itu adalah pil yang memilik efek untuk membesarkan lubang anus, sebagai persiapan untuk dirinya di anal nanti.
****
Hampir satu jam Bu Melan menghabiskan waktunya di kamar mandi, setelah buang air besarnya itu ia memutuskan untuk mandi sekalian. Bu Melan akhirnya keluar dengan wajah yang segar meski masih tampak kelelahan. Daster pendek yang dipakainya menambah kecantikan dan kemontokan tubuhnya.
"Kok lama banget di kamar mandi, Mah?" tanya suaminya yang sedang menonton tv.
Bu Melan tersenyum lelah dan mengangguk. "Tadi aku mules Pah, terus sekalian mandi,“ jawabnya jujur, sambil mengelus perutnya yang kini sudah terasa lebih nyaman.
Suaminya mengangguk mengerti, “Oalah, kalo sakit bilang nanti tak beliin obat atau ke rumah sakit,” ucapnya.
1240Please respect copyright.PENANA5FUhyWt9lZ
“Iya Pah,” jawab Bu Melan. Suaminya itu memang selalu peduli terhadap dirinya. Setelah itu ia berjalan menuju kamarnya, berharap bisa segera beristirahat setelah hari yang panjang dan melelahkan. Ia masih bisa mendengar sayup-sayup suara di kamar kedua anaknya, mungkin mereka sedang bermain game.
1240Please respect copyright.PENANApUy1ld6EnB
Di kamar, Bu Melan yang tadinya hendak langsung menjatuhkan tubuhnya di kasur berubah pikiran ketika melihat cermin besar yang terpasang di sudut kamarnya. Ia teringat perkataan Bu Erni di ruang uks tadi siang. Di depan cermin ia mengangkat dasternya hingga setinggi dadanya, memperlihatkan perutnya yang masih cukup rata.
1240Please respect copyright.PENANAtQyvrDjPSi
“Emang kalo aku hamil di usia tua gini bakal keliatan seksi ya?” tanya Bu Melan pada dirinya sendiri.
1240Please respect copyright.PENANAVpJNTbTK87
***
[Karya ini milik @MirzaAli1. Dijual hanya melalui Karyakarsa @mirzaali2, Novelkita, dan Telegram @MirzaAli1 dengan harga 9rb per chapter. Pembayaran tersedia melalui Gopay, Dana, Shopeepay, dan Ovo.]
1240Please respect copyright.PENANAnpaAQC26kW
1240Please respect copyright.PENANAOFjL22icfw
1240Please respect copyright.PENANALbzuDrPnNw
1240Please respect copyright.PENANAvnedgA8DJ4
1240Please respect copyright.PENANAbDMJKHjE90
1240Please respect copyright.PENANAmNv6XwKFC0