Setelah sang kaisar menduduki singgasana,suara kasim terdengar kembali.
" YANG MULIA PUTRA MAHKOTA MEMASUKI AULA. "
" YANG MULIA PANGERAN KE-DUA MEMASUKI AULA. "
Mendengar kalimat terakhir sang kasim,sontak para tamu undangan menoleh ke arah panggung kemegahan.Mereka penasaran tentang pesona sang pangeran ke-dua yang terkenal dingin dan kejam.
Bebarengan dengan peristiwa itu,kebetulan Qiao Wei masuk dari pintu utama.Entah dari mana saja dia,yang jelas dia tidak perlu khawatir terkena marah ayahnya karena keterlambatannya.Dia langsung mengisi kursi no tiga dari depan yang terlihat kosong,di samping kedua kakaknya.
Qiao Wei sengaja berdandan menor dengan alis yang tebal,pemerah bibir yang sangat pekat,memakai bedak tipis berwarna putih dan mata yang dihias seperti mata panda.Bila bukan karena tatanan rambutnya yang diikat rapi serta pakaiannya yang berwarna elegan,mungkin orang-orang akan mengiranya sebagai hantu jadi-jadian.Alawannya tentu untuk mempermalukan ayahnya agar kapok mengajaknya,dengan berdandan seperti itu akan kecil kemungkinan putra mahkota memilihnya.
Kakak ke-duanya,Xishuang tak sengaja menoleh kebelakang dan mendapati kursi yang asalnya kosong tadi,kini sudah ada Qiao Wei yang berdiri menempati.
Gadis itu sempat terkejut dan berbisik sambil dahinya berkerut " Qiao Wei! "
Qiao Wei menjawab dengan tersenyum semanis mungkin seolah mengungkapkan bahwa menyapa tanpa memiliki kesalahan.
Setelah kaisar mempersilahkan duduk,barulah perbincangan antar orang tua mulai terdengar.Dia awali dengan pertanyaan kaisar yang terkesan menuju intinya.
" Kepala Shen,ternyata kau memiliki tiga orang putri.Seperti rumor yang beredar,mereka sungguh cantik dan mena-wan. " Kata terakhir kaisar melambat saat pandangannya berhenti tepat menatap wajah Qiao Wei yang terlihat unik.
Kepala shen berdehem dua kali untuk menekan rasa malunya.Samar-Samar dia juga mendengar beberapa menteri menahan tawanya.Bahkan ada diantara mereka yang hampir keceplosan mengeluarkan suara apabila tidak segera diblokir dengan tangan mereka sendiri.
Sebenarnya apa yang diinginkan Qiao Wei sehingga berulang kali mempermalukannya didepan calon kerabatnya,batin kepala tua Shen.Kalausaja itu bukan Kaisar,kepala Shen pasti tidak akan semalu itu.Tapi ini sebaliknya,serasa kepalanya ingin dihilangkan saja,dia tak sanggup lagi menopangnya.
Qiao Wei kembali melemparkan senyuman tanpa dosanya kembali ketika mengetahui arah pandangan sang kaisar tertuju padanya.Namun seketika ekspresinya berubah saat mendapat lirikan tajam dan menusuk dari orang di sebelah kirinya sang kaisar.
Qiao Wei masih ingat betul profil wajah pria yang hampir membunuhnya sampai mati saat pertama kali perpindahannya.Dia langsung menunduk.Tanpa sadar tangannya terangkat memegang lehernya sendiri.Apakah sekarang dia harus pura-pura pingsan atau mati sekalian?
Sudut mulut kaisar sedikit berkedut " Sepertinya putri bungsu keluarga Shen punya selera yang unik? "
Kepala Shen segera berdiri sambil menunduk hormat dan menjawab " Ampuni hamba Yang Mulia.Mungkin karena putri hamba jarang bersosialisasi dan berlatih merias, makanya tampilannya agak berbeda. "
Diam-Diam Qiao Wei tersenyum.Matanya yang panjang menyipit puas sambil melirik wajah ayahnya yang hampir menghitam.Akan tetapi Qiao Wei tidak menyadari ulah kecilnya tak luput dari pengintaian.
Punggung Kaisar yang sebelumnya menegak,kembali bersandar, " Jangan terlalu dimasukkan hati.Keputusan terakhir tetap pada putraku,bukan ditanganku. " ucap kaisar pasrah.
Sama seperti Kepala Shen, para kepala keluarga yang lain juga tak luput dari sapaan sang kaisar.Mereka dengan percaya diri memperkenalkan dan menonjolkan keahlian putri mereka masing-masing seakan tak mau kalah dalam ajang perlombaan pencarian jodoh tersebut.Beberapa gadis ada yang sampai unjuk gigi menampilkan bakatnya.
" Kandidat pilihanku tidak salah.Para gadis dihadapanku ini bukanlah gadis sembarangan.Mereka memilki bakat dan keterampilan yang luar biasa.Cocok untuk menjadi pendamping putra mahkota.Tapi seperti ucapanku sebelumnya,semua hasilnya akan berakhir dengan penilaian dan pilihan putraku."
Sang kaisar menoleh ke arah putra mahkota duduk.
Mengerti maksud dari gerakan ayahnya,Putra mahkota Xio Shang membalas tatapan ayahandanyadan berkata " Kurasa putri keluarga Lin sedikit menarik perhatianku.Ayah,kupikir adik Xionglue juga berminat memilih pasangannya disini,mengingat umur kami tak jauh beda.? " Seruan ini mungkin bisa dianggap sebagai simbol undangan tanpa tahu maksud terselubung di dalamnya.
Wajah Pangeran Xionglue tidak menunjukkan minat sekali.Tetapi pandangannya terus mengarah pada Qiao Wei yang sedang asyik makan.
Mendengar kalimat sang kakak,Xionglue menjawab dengan spontan " Sungguh pangeran ini sangat berterima kasih atas undangan anda yang mulia putra mahkota.Mungkin yang mulia raja berkenan memberikannya derit pernikahan sekarang juga.Karena saya memiliki wanita yang saya sukai di tempat ini. " ucapnya dengan seringaian liciknya.
Kaisar sedikit terkejut,pasalnya belum ada wanita yang dikabarkan dekat dengan pangeran Xionglue,tapi tidak heran juga banyak wanita bangsawan yang mengidamkannya.
" Baiklah karena pangeran meminta,raja ini akan mengabulkannya.Lalu siapa wanita yang mendapat keberuntungan itu"
Dia menjeda lalu melanjutkannya," Sepertinya putri bungsu dari keluarga Shen,Shen Qiao Wei cukup menarik. " Jari-jari telunjuknya terangkat mengarah ke tempat Qiao Wei berada.
Qiao Wei yang sedang minum sup langsung terbatuk beberapa kali lantaran mendengar ucapan sembrono sang pangeran.Dia mengambil minum seasalnya diatas meja.Alih-alih minumannya sendiri,tangannya malah mengambil gelas yang tersaji di depan kakaknya.Detak jantungnya berdetak cepat.
Pernikahan gila macam apa ini? Sejak kapan pangeran tertarik padaku? Dari ucapannya saja tidak menunjukkan bahwa dia sedang jatuh cinta.Lebih mengarah mengincar buronan.
Satu alis kaisar terangkat memandang xionglue dan Qiao Wei secara bergantian.Apa pilihannya tidak salah? Qiao Wei dengan penampilannya yang terkenal tak jelas itu bisa memasuki penglihatan Xionglue? Kapan mereka saling mengenal?
" Baiklah,berhubung nona Qiao Wei menghadiri perjamuan ini.Bisakah raja ini meminta persetujuan? "
Qiao Wei merasa kalimat itu terlalu bodoh ditanyakan.Jelas kemungkinan besar kaisar tahu jawabannya,sebagai Kaisar negri ini,mana mungkin ada yang berani menolak semua keinginannya.Dengan berat hati Qiao memberi ekspresi kebahagiaan.Walaupun hanya dengan senyum keterpaksaan.
Baik.Dia akan mengikuti permainan bodoh ini.Setelah ini mungkin masih ada jalan untuk menyelesaikannya.
Qiao Wei menunduk hormat" Yang rendah ini hanya bisa menerima sesuai keinginan Yang Mulia Kaisar. " Ucapannya halus dan mulus tanpa hambatan.
Kaisar berdiam sejenak menghela napas berat lalu berdiri menyampaikan keputusannya," DENGAN INI,AKU SEBAGAI KAISAR KERAJAAN TIANYU MENGANUGERAHKAN PERNIKAHAN TERHADAP PUTRI KELUARGA LIN,LIN GUANFEI DENGAN PUTRA MAHKOTA,XIO SHANGDONG DAN JUGA KEPADA PUTRI BUNGSU KELUARGA SHEN,SHEN QIAO WEI DENGAN PANGERAN KE-DUA,XIONGLUE YUAN.DAN ACARA BAHAGIA TERSEBUT AKANTARA BERLANGSUNG SETELAH TIGA HARI KE DEPAN. "Kaisar kembali duduk melepas perkataan yang dirasa agak janggal menurutnya.
Trang.
Tangan Qiao Wei mati rasa mendengarnya sehingga menjatuhkan gelas yang hampir menyentuh bibirnya.Murid matanya menatap kosong dan tidak bisa berkedip.Dia kesusahan menelan salivanya.
Tiga hari? Mungkin dia harus menjaga ucapannya lain kali.Dia mengira akan ada cara untuk melarikan diri. Tapi dalam waktu sesingkat itu,Qiao Wei merasa kematiannya akan segera tiba.
ns3.148.145.200da2