
Sebuah bangunan tua berdesain mirip seperti kuil yang sangat tinggi berdiri megah di atas banyaknya makam-makam keluarga.Bagian puncak hanya diperuntukkan bagi mendiang raja,ratu dan calon penerus raja yang meninggal.Bahkan makam para selir pun ditempatkan diluar.
Puluhan anak tangga tersusun secara terputus setiap persepuluh anak tangganya.Di waktu malam menjadi sangat gelap dan suram karena memang tak disediakan penerangan abadi disana.Para pengunjung yang datang saat malam hari selain terpaksa memendam rasa tegang,ngeri dan gemetar,mereka juga harus membawa penerangannya sendiri.
Bangunan puncaknya cukup luas.Terdiri dari ruang tengah yang masih kosong dan luas dan beberapa ruangan lain yang mengitarinya.Tiga ruangan sudah terisi,ada yang masih dalam peti mati,ada juga yang sudah dikremasi.Semua ditata sedemikian rupa supaya dapat meminimalisir tempat.Diantara semua itu ada satu ruangan yang sengaja dikosongkan tanpa barang apapun.Di ruangan itulah biasanya para pendeta melakukan ritual kebiasaan mereka.
Tidak seperti malam biasanya,malam ini beberapa penerangan terpasang di setiap sudut ruangan.Tidak terkecuali untuk ruangan yang terbengkalai sekalipun.Bau harum dari asap pembakaran dupa tercium pekat memenuhi seluruh ruangan.Menandakan acara ritual baru akan dimulai.
Setiap prosesi ritual tidak harus melibatkan pendeta yang sama.Begitupun saat ini,ada lima pendeta yang mengisi ritual ini dengan wajah yang terkesan asing jika ada orang yang sering melihat prosesi tersebut.
Untuk kali ini,ritual melibatkan sepasang pengantin yang baru meninggal.Bukan setelah menikah lalu mati melainkan dua orang yang sengaja dinikahkan setelah dinyatakan meninggal.99Please respect copyright.PENANAwYDeQ8JgP0
Suara bising menggema selama proses ritual tersebut berjalan selama kurang lebih satu jam.Hujan deras disertai guntur yang menggelegar menambah suasana menjadi lebih fenomenal.
Alasan ritual tersebut diadakan adalah untuk menghidupkan kembali mempelai pria yang diyakini mati secara tak wajar.Sedangkan mempelai perempuan,mereka tidak ada yang tahu penyebab kematiannya.
••♢••
Sepasang mata langsung terbuka saat dikejutkan oleh kerasnya suara guntur.Tapi kegelapan membuatnya tidak bisa melihat apapun.Terlebih ada yang menutupi seluruh wajahnya,ralat lebih tepatnya menutupi seluruh tubuhnya.
Jing Wei terbangun setelah merasakan tenggorokannya kering.Dia segera duduk menyibak kain yang menutupinya.Karena gelap,dia tidak tahu situasi dan kondisi kamar tersebut.Intuisinya mengatakan ada hal yang tidak beres terjadi.Namun Jing Wei menepis perasaan itu,mungkin akibat mati lampu membuat kamarnya sunyi dan sepi.Seingatnya dia menderita sakit kepala hebat secara tiba-tiba seusai pengambilan adegan syuting dan terpaksa harus berbaring diruang istirahat.
Tangannya memijat kening,Jing wei merasa pusing sekali.Satu-persatu pecahan bayangan beterbangan,perlahan menyatu membentuk beberapa gambar seperti film yang diputar.Bayangan yang ternyata bukan miliknya terekam jelas dalam otaknya.
Dalam memori itu,namanya bukanlah Jing wei,melainkan Shen Qio Wei.Gadis yang kabur dari rumah gara-gara tidak mau menikah dengan pilihan ayahnya.Namun terjadi insiden naas dalam pelariannya.Qio Wei terperosok ke jurang dan mati.Beruntung semua anggota tubuhnya masih utuh meski rasa nyeri terkadang masih menyayat kulit.
Jing Wei baru menyadari bahwa jiwanya berpindah dalam raga gadis tersebut.Hal yang dulu dia pikir cerita itu cuma sebatas mitos saja.
Dia menuruni ranjang.Tepat setelah kedua kakinya menapak lantai.Samar-Samar telinganya mendengar suara aneh seperti hewan buas yang sedang makan.Suaranya terdengar sangat dekat.Mungkin berjarak satu atau dua meter-an dari tempatnya duduk.
Jantungnya bergejolak.Mendadak bulu kuduknya meremang.Entah karena suhu udaranya atau sesuatu yang lain.Tangan Jing Wei bergerak tanpa suara meraba meja disampingnya,berusaha menemukan sesuatu yang bisa di gunakan sebagai penerangan.
Gerakannya sedikit tergesa menyebabkan tangannya ceroboh menyenggol sesuatu hingga terjatuh.Menimbulkan bunyi cukup nyaring apalagi dalam kondisi ruangan yang sepi.Namun suara gertakan yang memasuki telinga tadi diam begitu mendengar bunyi benda pecah.
Dia menemukan kotak kecil mirip korek api.Kobaran api kecil muncul setelah dia menyalakannya.
Jantungnya semakin mencelos terkejut, nafasnya tertahan tak mampu bersuara,pupil matanya melebar manakala dengan jelas melihat sesosok pria berdiri menyeringai menghadapnya,tidak hanya tangan tapi mulutnya juga berlumuran darah,matanya merah menyala.Apalagi di tambah dengan cahaya kilat yang berkedap-kedip meneranginya dari belakang.Menambah sosok itu terlihat bak monster yang akan menerkam mangsanya.
Nyala api yang dipegang Jing wei berangsur-angsur meredup.Lalu bunyi kaki pria itu terdengar berjalan mendekatinya.Sontak hatinya bertambah panik.
" J-JANGAN MENDEKAT! ATAU AKU LEMPAR KAU DENGAN API INI! "Suara teriakan gagap karena ketakutan milik Jing Wei keluar sebagai cara terakhir pertahanan diri.Saat pria itu maju mendekatinya,otomatis dia mundur secara perlahan.
Jing Wei langsung melempar api di tangannya ke sembarang arah ketika dia kaget mendengar suara tawa pria tersebut.Tawanya menggema disertai raut muka yang tak terbaca.
Api yang dia lempar langsung membesar dan merambat memenuhi ruangan ketika mengenahi benda yang mudah terbakar.Lebih parahnya semua benda di ruangan itu merupakan benda berbahan mudah terbakar.
Saat jarak diantara mereka menipis,tangan pria itu dengan cepat bergerak mencekik leher Jing Wei.Nafasnya semakin tersengal.Dia tidak menyangka hidupnya akan mati se-tragis ini.
Detik berikutnya pria itu mengerang.Kedua tangannya beralih menekan kepalanya sendiri yang berdenyut nyeri melepaskan cekikannya.Segera Jing Wei menarik nafas sebanyak-banyaknya.Lalu dia mendengar teriakan pria itu.
" CEPAT PERGI SEBELUM AKU BERUBAH PIKIRAN.AARRRGH " pekiknya.
Waktu tersebut tidak disia-siakan jing Wei untuk kabur.Secepatnya dia berlari ke pintu dan tak lupa melepas jubah merahnya yang membuatnya kesulitan berlari.Membuangnya dalam kobaran api yang menyala-nyala.Namun sebelum dia menutup pintu,kepalanya sempat menoleh melihat pria yang masih mengerang kesakitan itu kembali.
" Dasar gila.Dia monster apa manusia,sebenarnya? Mengerikan! " gumam Jing Wei sambil melarikan diri.
Ketika kakinya mencapai pelataran,hatinya terserang keraguan saat melihat tingginya anak tangga beserta aliran air hujan deras yang megguyur bak sungai yang meluap.
Lalu dia telinganya menangkap derap langkah mendekat dari arah kanannya.Bukan dari pria tadi melainkan orang-orang berpakaian aneh seperti para pendeta.
Terpaksa Jing Wei menerjang tetesan hujan yang bergemelatuk jatuh menyentuh tubuhnya.Dalam sekejap membasahi seluruh tubuhnya.Jing Wei tetap berlari menuruni tangga dan berjalan cepat bersembunyi dibelakang bangunan tersebut.
Tapi sekali lagi keberuntungan tidak berpihak padanya.Kakinya tak sengaja menginjak tangga licin sampai dia berguling menuruni satu persatu tangga.
Waktu yang di rasakannya seakan melambat hingga berhenti di tempat seiring kesadarannya yang mulai menggelap.
ns3.17.152.174da2