Samy yang sudah kehabisan banyak darah dan tenaga lantas pingsan ditengah hutan belantara. Keesokan paginya, Samy berada di sebuah kabin kecil yang tak ia ketahui. Krek.... Suara pintu kayu nan usang terbuka perlahan seraya diiringi suara wanita tua yang berkata.
"Kau sudah sadar rupanya nak. Apa kau ingin sarapan." Kata wanita tua.
"Dimana ini. Kenapa aku bisa disini. Argh...." Ucap Samy sambil menahan sakit.
"Sudah lah nak jangan kau paksakan tuk bicara. Istirahatlah disini hingga kau pulih. Akan ku ambilkan beberapa makanan untuk mu." Balas wanita tua.
Samy pun memulihkan dirinya di gubuk itu. Seiring berjalannya waktu, wanita tua (yang biasa Samy panggil bu Xena) mulai terlihat akrab dengan Samy. Ya... Ini karena bu Xena sudah mengganggap Samy sebagai anaknya sendiri. Sudah 1 bulan lamanya Samy memulihkan dirinya. Sebagai seorang pembunuh nan keji, hasrat Samy untuk membunuh sudah berada di puncaknya. Samy pun bergumam.
"Aahh... Aku ingin mendengar rintih kesakitan korban ku. Aku rindu akan bau darah yang menyegarkan pikiran ku. Kedua tangan ku ingin merobek kulit seseorang." Gumam Samy dalam diam.
Hingga suatu ketika, bu Xena yang sedang memasak dihampiri oleh Samy. Samy pun berucap.
"Bu Xena, sini biar aku bantu memasak makan malam." Ucap Samy.
"Ah... Baiklah kalau begitu kau bisa memotong beberapa ayam di halaman? Aku ingin mencuci peralatan makan dibelakang." Balas Bu Xena.
"Oh... Baik bu." Balas Samy.
Samy yang sedang asik memotong memotong ayam, ia pun mulai mengalami halusinasi. Secara tiba-tiba ingatan tentang pembunuhan yang ia lakukan perlahan mulai muncul merasuki sekujur tubuh Samy. Ia pun berkata dalam diam.
"Apa ini... Mengapa aku melihat para korban manis ku. Apa karena aku memegang pisau ini hingga menstimulus hasrat ku." Ucap Samy dalam diam.
"Argh... Aku sudah tak tahan. Siapapun tolong... Tolong lah aku... Tolong jadilah korban ku." Lanjut Samy.
Karena Samy berada di hutan belantara, tak ada seorang pun disana. Ia hanya berhadapan dengan 10 ekor ayam dan melampiaskan pada seluruh ayam itu dengan brutal. Hingga bu Xena yang tak sengaja mengintip aksi Samy diketahui hawa keberadaannya oleh Samy. Tanpa pikir panjang, Samy langsung menghampiri bu Xena seraya melayangkan beberapa tikaman di perutnya. Seketika pula bu Xena berkata.
"Jadi kau memang orang yang seperti ini ya." Kata bu Xena.
"Aaaahh... Aku jadi sadar akan luasnya dunia ini." Lanjut bu Xena sambil perlahan menutup mata.
"Hahaha... Ya tebakan mu tepat sekali bu. Aku sudah menghabisi banyak wanita diluar sana dan sekarang giliran mu berdiri dipanggung ku." Balas Samy.
"Tenang saja, aku akan mempersiapkan panggung nan megah hanya untuk dirimu seorang." Lanjut Samy.
Samy yang melihat bu Xena lunglai tak berdaya membawanya kedalam kabin. Ia ingin membuat panggung terbaik tuk orang yang sudah merawatnya. Samy pun mencari beberapa perlengkapan seadanya untuk memeriahkan panggungnya. Namun ditengah pencarian perlengkapan, Samy mendengar suara lolongan yang memberikannya ide cemerlang. Samy pun bergumam.
"Suara ini... Aha... Aku punya ide untuk memeriahkan panggung ku. Kita akan kedatangan sesosok tamu spesial dipanggung megah ku." Gumam Samy.
Samy pun keluar untuk mendatangi suara auman tersebut. Seraya membawa kapak dan beberapa ekor ayam, Samy memancing suara tersebut dengan ayam yang ia bawa. Ini bertujuan agar suara tersebut dapat keluar sehingga Samy dapat memastikan tamu yang diundangnya dapat hadir dipanggung megahnya. Tanpa rasa takut, Samy meletakkan beberapa ekor ayam guna menyuguhkannya pada tamu spesialnya. Samy pun bersembunyi dan setelah beberapa saat, tamu spesial yang ditunggu Samy pun datang. Ya... Ia adalah seekor serigala yang terlihat kelaparan. Tanpa berlama-lama, Samy pun mengarahkan sang serigala menuju panggungnya. Samy pun bergumam.
"Baik silahkan kau cium aroma yang dapat mengenyangkan perutmu ini dan seketika perut mu akan terisi penuh." Gumam Samy sambil mengucurkan darah ayam.
Samy mengucurkan darah ayam ke sekeliling kabin. Ini bertujuan agar sang singa dapat memberinya waktu untuk merias bu Xena. Tak lupa ia memasang sebuah kamera pengawas agar dapat merekam momen indah tersebut. Setelah dirasa semua persiapan panggungnya telah sempurna, Samy bergegas bersembunyi seraya memantau situasi panggungnya.
Setelah itu, serigala itu pun mulai mengikuti aroma darah dan mulai memasuki kabin. Bu Xena yang sudah dilumuri darah oleh Samy pun menjadi mangsa yang empuk bagi serigala. Nampak dengan jelas jeritan kesakitan dari orang yang telah menyelamatkan Samy. Malangnya bagi bu Xena karena telah meregang nyawa ditangan orang yang ia selamatkan. Samy memantau sambil tertawa dan berkata.
"Hahaha... Ini adalah aksi panggung ku yang terbaik. Akan ku beri judul The Pain Of a Savior pada karya ku." Kata Samy.
"Ah... tamu kita sudah puas dan nampak pergi. Sebaiknya aku pergi memeriksa keadaan bu Xena. Mungkin dia masih sekarat disana." Lanjut Samy.
Samy pun memeriksa keadaan korbannya. Iapun tercengang setelah memeriksa bahwa tubuh korban yang dikoyak oleh serigala ternyata hanyalah seonggok manekin. Samy pun bergumam.
"Hah.... Bagaimana bisa Xena sialan itu berubah menjadi manekin busuk. A... aku tadi melihat dengan jelas kalau bu Xena menjerit dan meronta kesakitan." Gumam Samy.
Prok... Prok... Prok....
Ditengah kebingungan, Samy pun mendengar suara tepuk tangan dari bawah tanah. Samy pun berkata.
"Siapa disana. Apa kau mangsa baru ku?" Kata Samy.
"Tidak... Aku mangsa lama mu yang bisa membuat mu terkejut." Balas suara yang tak lain ialah suara bu Xena.
Dengan sepucuk pistol ditangannya, Samy pun tanpa pikir panjang menembakkan pistol itu kearah bawah tanah dengan membabi buta.
Arg... ah... Sialan kau...
Gumam bu Xena dari bawah tanah membuat Samy berlari ke arah sumber suara itu. Samy mencari pintu masuk Ketika membuka sebuah pintu kecil dibawah kabin, alangkah terkejutnya Samy ketika dengan sangat cepat ia melihat sosok bu Xena sedang menodongkan pisau ke lehernya. Bu Xena pun berkata.
"Masih terlalu cepat 100 tahun kau mengalahkan ku." Ucap bu Xena.
"Apa iya... Kau mungkin belum tau siapa aku." Balas Samy yang hendak melakukan perlawanan.
"Ha... Ha... Ha.... Kau hanya seekor rubah kecil bagiku." Balas bu Xena sambil menyayat pipi mulus Sammy.
Karena terdesak Sammy pun membuang senjatanya dan mencoba berdiskusi dengan bu Xena. Sammy pun berkata.
"O...ok aku akui kekalahan ku. Kau ini cukup lihai ternyata, siapa sebenarnya kau?" Ucap Sammy.
"Aku... Hahaha... Aku orang yang dicari di poster itu." Balas bu Xena sambil menunjuk poster buronan yang dicari seantero Amerika.
"Ma... Mana mungkin. Kau hanya seorang nenek tua. Mana mungkin nenek tua seperti mu disamakan dengan Shena The Snake, sang buronan terlicin di negeri ini." Balas Samy.
"Mau ku potong penis mu agar kau percaya pada ku?" Balas bu Xena.
"Who... Who... Santai. Baiklah aku percaya padamu. Jika kau memang benar Shena The Snake, bagaimana kalau kita bekerjasama untuk membangun panggung megah ku?" Balas Samy.
"Bocah bodoh. Mana mungkin aku bekerja sama dengan mu. Aku ini sedang diburu oleh seluruh dunia tau!" Balas bu Xena.
"Ohh... Baiklah kalau kau tidak mau. Aku akan melaporkan gubuk kumuh ini sebagai markas dari sang Shena The Snake." Balas Samy.
"Hahaha... Aku ini buronan tersulit. Mana mungkin hanya dengan membocorkan info tentang markas ku aku akan tertangkap. Lebih baik kau pergi sebelum aku mencabik-cabik tubuhmu nak." Balas bu Xena sambil tertawa.
"Ya sudah kita lihat saja nanti bagaimana mukamu akan terpampang di koran dan menjadi berita utama." Ucap Samy sambil beranjak pergi.
"Oh ya satu lagi. Jika kau sudah di penjara, jangan lupa sering-sering memeriksa koran harian ya. Mungkin saja disana ada berita tentang anak & cucu mu yang sudah tak bernyawa." Sambung Samy.
"Cucu??? Hahaha... Aku hanya memiliki seorang anak pengangguran yang tak berguna. Mana mungkin ia memiliki anak." Balas bu Xena.
Karena perkataan bu Xena membuat Samy melempar foto keluarga dari sang anak. Disaat yang sama, bu Xena mengambil foto tersebut dan tercengang setelah melihat sang anak yang tak berguna itu sudah memiliki anak perempuan. Karena bu Xena tahu betul kalau ucapan Samy bukan sekedar omong kosong, membuat bu Xena tak mempunyai pilihan dan berkata.
"Ba... Baiklah aku akan membantu mu untuk melakukan semua aksi mu. Tapi aku harus tetap dibalik layar karena aku tak bisa leluasa berkeliaran diluar sana." Ucap bu Xena sambil gemetar.
"Baguslah kalau kau mengerti. Esok akan ku jemput kau di halte bus dekat sini. Kita akan membuat satu dunia gempar akan aksi kita." Balas Samy.
Akhirnya mereka pun berpisah dengan kesepakatan yang sangat menguntungkan bagi Samy. Bagi Samy, bisa bekerjasama dengan sang panutan merupakan suatu kehormatan tersendiri. Keesokan harinya.....
ns18.119.120.88da2